
Hari pernikahan dua pasang kakak beradik yang sudah direncanakan pun akhirnya tiba. Kini seluruh keluarga besar berkumpul dan menginap di hotel mewah milik keluarga Anderson untuk melakukan resepsi pernikahan tersebut.
"Sayang kau membuat aku kaget saja" Runi yang sedang berganti pakaian terkejut ketika suaminya tiba-tiba merangkulnya dari belakang dengan sangat posesif.
"Kau cantik sekali, aku jadi ingin menahanmu dikamar seharian" kata Rich sambil mengecup tengkuk Runi yang putih mulus.
"Sayang jangan macem-macem deh, kita kan mau kepestanya kak Noah dan Nora!" Runi menepuk tangan yang melingkar dipinggangnya dengan erat.
"Habis kau sangat menantang sih!" masih sibuk bergrilya.
"Sayang jangan begini ahhhh, nanti kita kesiangan!" berusaha melepaskan diri dari dekapan sang suami.
"Main sebentar yuk" mencoba merayu.
"Ihhhh kau ini ya, selalu saja tidak tau waktu!" kali ini benar-benar memberontak dengan keras.
"Hufffff ya sudah deh" meskipun kecewa, namun Rich tetap melepaskan karena ia tau memang bukan waktu yang tepat.
"Ayo kita siap-siap, sebentar lagi aku harus menemui Nora" kemudian merapikan kembali riasan wajah serta rambutnya, untuk memastikan tidak ada yang rusak akibat serbuan mendadak dari sang suami.
..........
"Woahhh, kalian berdua cantik sekali" Seru Menta saat melihat Nora dan Tia yang sudah berdandan cantik ala putri dari negeri dongeng.
__ADS_1
"Aku sangat gugup" wajah Tia begitu tegang.
"Tenang saja, semua pasti akan berjalan dengan lancar kok" Runi meyakinkan gadis lugu itu.
"Apa semua orang sudah bersiap-siap?" Nora lebih terlihat santai dan menikmati setiap prosesnya.
"Sudah, mereka sudah berada di ballroom" angguk Menta.
"Ya sudah yuk kita ke bawah, nanti kalian terlambat loh" kata Runi.
Mereka berempat pun kemudian berjalan menuju lift yang menghubungkan dengan ballroom. Runi menggandeng Nora, sementara Menta menggandeng Tia.
"Orangnya ramai sekali" setibanya di ballroom, Tia yang hanya mengenal beberapa orang keluarganya saja menjadi semakin gugup.
"Aku sangat bahagia" terlihat pancaran semangat dari diri Nora yang memang terkenal sangat energik.
"Akhirnya ya, hari yang kau tunggu-tunggu datang juga" Runi tersenyum melihat sahabatnya begitu bahagia.
Setelah keempatnya berada di depan karpet merah, Runi dan Menta pun kemudian agak mundur kebagian belakang untuk memberikan ruang kepada kedua mempelai pria yang ingin menyambut permaisuri hati mereka masing-masing.
Pesta berjalan begitu sakral dan penuh suka cita. Baik Tia maupun Nora, sama-sama tidak bisa menahan haru dan berurai air mata saat ikrar janji suci diucapkan dihadapan Tuhan dan para undangan.
..........
__ADS_1
"Huekkkk" Runi spontan mual saat hidangan pesta mulai disajikan diatas meja prasmanan.
"Kau kenapa sayang?" Rich yang melihat Runi mual-mual dan mengeluarkan banyak keringat langsung panik.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit mual saja mencium bau masakan-masakan ini" tunjuk wanita cantik itu.
"Huek huek" lagi-lagi Runi seperti ingin muntah.
"Istirahatlah dulu, cari tempat yang nyaman" Menta yang sejak tadi bersama Runi kemudian mengajaknya mencari tempat duduk yang agak jauh dari makanan.
"Rich minta teh manis hangat saja sama pelayan" Raf yang juga bersama mereka kemudian memberi saran.
"Atau kita ke kamar saja yuk, biar kau bisa istirahat dengan nyaman" kata Rich yang semakin cemas.
"Nah benar itu lebih baik, kalian ke kamar saja" angguk Raf.
"Tidak mau ah, kan acaranya masih berlangsung, masa aku tidak menyaksikan sampai habis?" merasa tidak enak hati dengan keempat mempelai.
"Tapi kau kan lagi sakit sayang" Rich sedikit mamaksa.
"Tapi aku mau disini sampaia acara selesai!" Runi mulai emosi karena dipaksa.
"Ya sudah biarkan di sini saja, tapi nanti kalau semakin tidak kuat kau harus bilang ya" Menta paham perasaan Runi yang tidak mau melewatkan momen berharga milik sahabatnya itu.
__ADS_1
"Iya" angguk Runi dengan lemah karena menahan mual yang tak berkesudahan.