
"Halo om, tante" Runi yang sudah mendapat dukungan dari Menta untuk kuliah ke luar negeri bersama, akhirnya memberanikan diri bertemu dengan kedua orang yang selama ini sudah menganggapnya seperti putri sendiri.
"Hai sayang, sini duduk" Tata langsung menyambut dengan riang.
"Terima kasih" gadis itu langsung duduk di sebelah Tata.
"Jelaskan pada om apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran dan ingin menyusul Menta kuliah di luar negeri?" Tanya Surya secara to the point. Sebelum Runi datang, Menta memang sudah terlebih dahulu memberitahu kepada Surya dan Tata bahwa gadis itu ingin menyusulnya ke luar negeri.
"Apakah Menta sudah cerita sama om dan tante?" Runi khawatir jika Menta bercerita tentang masalahnya dengan Rich.
"Dia bilang kau tertarik dengan jurusan bisnisnya saat dia cerita tentang kampus barunya disana" Meskipun Menta menceritakan keinginan Runi untuk kuliah di luar negeri, namun ia tidak menceritakan masalah sahabatnya itu, karena baginya itu adalah ranah privasi yang hanya bisa diceritakan oleh Runi sendiri.
__ADS_1
"Iya benar, om tau kan kalau cita-citaku adalah berbakti di perusahaan Putra Angkasa? nah sejak aku dengar cerita dari Menta waktu itu, aku jadi penasaran dengan jurusan bisnisnya, eh ternyata sangat bagus om, banyak pengusaha muda yang sukses dulunya kuliah disana!" Runi senang karena sahabatnya sangat bisa diandalkan dalam menjaga rahasia.
"Lalu apa yang bisa om dan tante bantu?" Surya memancing kembali.
"Pasti Menta juga sudah cerita kan om kalau aku sangat takut mama tidak mengijinkannya, makanya aku mau minta bantuan sama om dan tante" Runi yakin bahwa Surya pasti sudah tau tujuannya meminta tolong dari Menta.
"Hemmmm,, sepertinya itu akan sangat sulit, ya seperti yang kau tau kalau mamamu adalah orang yang sangat over protect, jadi kau butuh kerja keras untuk dapat meyakinkannya!" Surya ingin melihat seberapa gigih Runi memperjuangkan cita-citanya.
"Om, tolong bantu Runi om, hanya om dan tante yang bisa melakukannya. Runi janji akan belajar dengan baik dan menjadi mahasiswa yang berprestasi agar kelak bisa berbakti kepada Putra Angkasa!" gadis itu menunjukkan sikap sungguh-sungguhnya.
"Runi mohon om, sekali ini saja Runi minta tolong!?" katanya dengan suara bergetar hampir menangis.
__ADS_1
"Hahahahahah, kau ini mudah sekali ditipu ya!?" Surya tergelak melihat reaksi Runi yang polos.
"Om!!" gadis yang sudah menganggap Surya dan Tata seperti orang tuanya sendiri kemudian merajuk.
"Baiklah, om akan membantumu, tapi ada syaratnya!" pria paruh baya yang tampan itu menatap gadis di depannya dengan lekat.
"Apa?" Runi semangat.
"Berjanjilah untuk menjadi gadis yang kuat, jangan mudah diperdaya oleh orang lain, kalau disini kau punya kami sebagai orang tua yang bisa selalu mendukungmu, maka di sana kau hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri untuk bertahan hidup!" nasehatnya.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, kau tau kan kalau kelak Putra Angkasa akan sangat membutuhkanmu? hanya Kau, Bas, Menta dan Adit yang bisa Om andalkan untuk meneruskan perjuangan kami para orangtua!" lanjut Surya memberi wejangan kepada gadis itu.
__ADS_1
"Iya om, Runi pasti akan berjuang dengan baik demi Putra Angkasa. Runi janji akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan kita!" angguknya sungguh-sungguh.
"Good girl, kau memang anak kesayanganku!" meskipun Runi hanyalah anak dari sahabat baik Surya, namun pria itu dan istrinya sudah menganggap gadis itu seperti anaknya sendiri, bahkan ia sudah mewariskan masing-masing lima persen saham Putra Angkasa kepada Runi dan juga Adit. Hal ini tentu saja tidak lepas dari loyalitas yang ditunjukkan Hendro dan Dini orang tua Runi, serta Adhi dan Sekar orang tua Adit yang senantiasa mendukung keluarga Putra Angkasa saat mereka berada dalam kondisi yang paling terpuruk.