
"Selamat pagi ma, pa" Runi yang baru turun dari kamarnya menyapa kedua orang tuanya yang sedang duduk di meja makan pada hari berikutnya.
"Selamat pagi sayang" jawab keduanya serentak.
"Loh kau mau berangkat kerja?" Dini menatap putrinya yang sudah berpakaian rapi.
"Iya ma, aku mau berangkat kerja saja" angguk gadis cantik itu.
"Apa tidak sebaiknya kau istirahat di rumah dulu? om Surya sudah memberikan ijin beberapa hari kok untukmu!" Hendro memberi nasehat.
"Tidak pa, lebih baik aku kerja saja, kalau aku di rumah pikiranku malah ngelantur kemana-mana, jadi lebih baik aku menyibukkan diri di kantor saja!" jelasnya.
"Apa kau yakin?" Dini mengernyitkan dahinya.
"Iya, mama tenang saja, aku baik-baik saja kok" senyum Runi terkembang. Meskipun hatinya masih sedih karena ulah Greg dan keluarganya, namun Runi tidak ingin terus berlarut-larut. Ia ingin bangkit dan membuktikan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Greg tidak akan bisa membuatnya hancur.
"Baiklah, tapi kalau kau memang tidak kuat, kau harus istirahat sejenak ya sayang, jangan paksakan dirimu terlalu keras!" Hendro pada akhirnya memberikan ijin kepada Runi untuk bekerja.
"Iya pa, siap" angguk Runi dengan optimis.
..........
"Selamat pagi semua" senyum terkembang di wajah Runi saat ia menyapa semua orang yang ada di ruang rapat kantor pusat Anderson.
"Runi!?" Rich terperanjat saat melihat gadis yang ia cintai memasuki ruang rapat.
"Nona anda sudah masuk?" Haris juga tidak kalah terkejut melihat atasannya datang tanpa pemberitahuan.
__ADS_1
"Apa anda sudah baikan nona?" Burhan menatap ke arah putri angkat Surya itu.
"Bukankah seharusnya kau dapat cuti beberapa hari!?" Raf yang mendengar langsung saat Surya memberikan ijin cuti kepada Runi menjadi heran sendiri.
"Aku baik-baik saja kok, kalian tidak perlu khawatir" jawab Runi sambil tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya. Sejak bertransformasi menjadi gadis yang berbeda, Runi memang selalu menunjukkan sisi kuatnya di depan semua orang. Kini ia tidak seperti Runi yang dulu sangat lemah dan cengeng.
"Hemmm baiklah, kalau begitu ayo kita lanjutkan Rapatnya!" Raf kemudian kembali mempresentasikan slidesnya.
"Jadi nanti akan ada perusahaan yang mensuplay barang-barang meterial yang kita butuhkan untuk proyek ini" pria itu menjelaskan rencana kerja mereka.
"Apakah nanti kita bisa mendapatkan contohnya untuk diuji cobakan dulu tuan?" Haris bertanya.
"Tentu saja, kita akan menguji coba semua barang terlebih dahulu sebelum memakainya" angguk suami Menta.
"Menurutku kita lebih baik langsung saja observasi ke lapangan tuan supaya kita tau kualitasnya" Burhan yang memang sudah ahli dalam bidangnya memberikan usul.
"Ide yang bagus, bagaimana menurut kalian berdua?" papa Raguel itu kemudian bertanya kepada Runi dan Rich.
"Aku setuju" meskipun otaknya belum seratus persen fokus dalam bekerja, tapi Runi berusaha menunjukkan sisi profesionalnya di depan semua rekannya.
"Rich, bagaimana menurutmu?" Raf bertanya lagi.
"Aku juga setuju" Rich yang sejak tadi tidak fokus karena sibuk memperhatikan Runi, hanya menjawab sekenanya saja. Walaupun gadis itu bisa menutupi perasaannya dengan sangat baik di depan banyak orang, namun Rich tau bahwa hatinya masih sangat sedih dan terluka oleh ulah Greg. Ingin sekali rasanya Rich memeluk gadis itu serta menghiburnya.
"Oke kalau begitu ayo kita jalan" setelah semua presentasinya selesai disajikan, Raf yang menjadi pemimpin proyek tersebut kemudian mengajak semuanya berangkat menuju lokasi.
..........
__ADS_1
"Ini minumlah" Rich menyodorkan sebotol minuman ringan kepada Runi saat mereka sedang istirahat setelah mengobservasi contoh material yang akan digunakan dalam proyeknya.
"Terima kasih" Runi mengambilnya dari tangan Rich sambil mengembangkan senyum.
"Bagaimana kabarmu?" Rich menoleh kearah gadis yang duduk sejajar dengannya itu.
"Baik, seperti yang kakak lihat sekarang" jawabnya sambil tersenyum.
"Runi, aku tau kalau aku bukanlah pria yang baik, aku dulu juga pernah membuatmu menangis, tapi satu hal yang perlu kau tau, aku akan selalu ada untukmu, kalau kau membutuhkan sesuatu, aku akan selalu ada disisimu" Rich menatap mata Runi dengan lekat, seolah-olah ingin menunjukkan keseriusannya. Baginya saat ini tidak penting jika Runi tidak menerimanya sebagai kekasih, yang diinginkan oleh Rich hanyalah melihat gadis yang ia cintai bisa hidup dengan bahagia selamanya.
"Terima kak" Runi tersenyum dengan tulus. Meskipun hatinya memang sudah tertambat kepada Rich sejak dulu, namun saat ini hal yang ingin ia lakukan hanyalah fokus menata hidupnya yang kembali porak poranda untuk yang kedua kalinya karena ulah pria yang mendekatinya atas nama cinta.
"Tetap semangat ya" kata sang mantan casanova sambil mengelus kepala Runi.
"Iya kak" angguknya pelan.
"Hey kalian disini rupanya, kami mencari kemana-mana juga!" Raf muncul bersama Burhan dan Haris.
"Apa sudah selesai semua?" Runi bertanya kepada ketiganya.
"Sudah nona" angguk Burhan.
"Apa kita sudah bisa pulang?" Rich kemudian bertanya.
"Iya, bisa tuan" Haris mengangguk juga.
"Ya sudah yuk kita kembali ke kantor untuk menukar mobil!" karena saat berangkat mereka menggunakan mobil kantor, maka mereka harus kembali terlebih dahulu ke kantor sebelum pulang ke rumah dengan mobil masing-masing.
__ADS_1