Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Udang Rebon


__ADS_3

"Pa lihat deh, ini sepertinya enak ya" Runi menunjukkan sebuah proses memasak peyek udang rebon yang ada di layar ponselnya.


"Apa itu ma?" feeling sang suami mulai tidak enak.


"Ini udang rebon, baru ditangkap sama nelayan dan kemudian akan diolah jadi peyek" menjelaskan sambil menelan salivanya.


"Mama ngidam ini ya?" dari pada nantinya dikatakan sebagai suami yang tidak peka terhadap keinginan istri, lebih baik Rich berinisiatif untuk memulai bertanya terlebih dahulu.


"Iya, sepertinya sangat enak deh" sambil mengelus perutnya yang mulai terlihat berisi meskipun masih belum terlalu besar.


"Ya sudah besok papa carikan buat mama ya" jawab suaminya sambil mengecup dahi sang istri dengan lembut.


"Terima kasih ya pa" senyum Runi terkembang karena bahagia memiliki suami yang sangat peka terhadap keinginannya.


"Sama-sama ma" kini ia mengambil posisi kepala sejajar dengan perut istrinya dan mulai mengecup perutnya dengan gemas.


"Anak-anak papa lagi ngapain di dalam sini?" sang mantan casanova mengajak ngobrol perut istrinya.


"Lagi main papa" Runi menjawab dengan suara anak kecil.


"Mainnya yang akur ya, jangan suka berantem, harus saling sayang oke?" nasehatnya sambil mengelus-elus perut Runi.


"Siap papa" menjawab lagi dengan suara anak kecil.


"Eh sekarang sudah malam lohhh, kita bobok yuk, besok baru main lagi" ajak Rich.


"Oke papa" seolah-olah anaknya yang menjawab.


"Selamat bobok anak-anak kesayangan papa dan mama, mimpi indah ya" mengecup berulang-ulang perut sang istri.


"Selamat bobok juga papa kesayangan kami" kata Runi.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua pun kemudian beranjak tidur. Rich yang sangat antusias dengan kehamilan sang istri selalu tidur dengan menempelkan kepalanya di perut yang berisikan bayi kembarnya itu. Sementara Runi dengan telatennya selalu mengelus-elus kepala sang suami hingga pria tampan itu benar-benar terlelap.


..........


Keesokan harinya di rumah mewah milik pasangan muda itu, saat semua cucu perempuan Anderson menemaninya mengobrol seperti biasa.


"Kau ngidam udang rebon?" Menta bertanya dengan antusias.


"Lalu apa reaksi Rich saat mendengarnya?" tanya Gaby.


"Dia bilang mau membelikannya untukku hari ini" menjawab dengan polos.


"Beli? jadi kau hanya memintanya membeli saja?" Sera terdengar kecewa.


"Iya, memangnya kenapa?" karena Runi adalah wanita yang lugu, maka ia tidak paham akan maksud saudara-saudaranya.


"Ihhhhh kau ini kenapa bodoh sekali, kenapa hanya minta dibelikan!" Rach protes keras.


"Seharusnya kau minta dibuatkan sendiri, kalau perlu malah Rich yang menangkapnya dari laut!" Menta yang hanya menantu keluarga Anderson sudah semakin pintar dan paham akan pemikiran kakak-kakak iparnya.


"Nah itu dia, harusnya kau minta Rich yang menangkap udangnya, lalu dia yang memasak sendiri!" Rach mendukung perkataan Menta.


"Kasihan sekali suamiku kalau harus melakukannya" baru paham maksud mereka.


"Dalam kamus ibu hamil yang sedang ngidam, itu sah-sah saja tau, kau bebas meminta apapun pada suamimu!" Sera berseloroh.


"Sudah cepat telpon suamimu, bilang kau ingin peyeknya benar-benar hasil jerih payahnya sendiri, bukan hasil buatan pasar!" Gaby menyodorkan ponsel.


"Tapi kak,," lagi-lagi tidak tega dengan suaminya. Namun demikian pada akhirnya ia pun mengikuti perintah Gaby.


"Halo mama sayang" suara nyaring terdengar dari sebrang telpon.

__ADS_1


"Papa lagi sibuk ya?" Runi bertanya.


"Sedikit, ada apa ma?" tanya sang suami.


"Udang rebonnya jangan lupa ya pa" kata ibu hamil itu.


"Siap sayangku, nanti pulang kantor papa bawakan ya" kata Rich.


"Tapi pa, mama maunya yang dibuat sama papa langsung, jadi lebih fresh" dengan tidak enak hati berkata.


"Hah? gimana maksudnya ma?" Rich mengendus bau-bau akan dikerjai lagi.


"Ya jadi papa yang mencari udangnya, lalu papa juga yang mengolahnya sendiri!" akhirnya menyampaikan tujuannya dengan detail.


"What!?" feelingnya pun sangat tepat.


"Papa gak bisa ya?" Runi merasa ciut.


"Ehhhh, bisa kok, bisa, tapi berarti papa harus cari waktu dulu ya ma, kan kalau mencari bahannya sendiri artinya butuh waktu ekstra!" Rich yang sudah ditraining oleh kakak-kakak laki-lakinya pun menjawab dengan alasan yang tepat.


"Iya pa, nanti weekend aja, jadi papa gak perlu cuti terus-terusan" jawab sang istri.


"Ya sudah, nanti weekend papa buatkan untuk mama dan anak-anak" menjawab dengan sok keren.


"Makasih ya papa sayang, ya sudah lanjutkan kerjanya lagi gih" Runi mengakhirnya percakapan mereka.


"Oke mama, sampai jumpa nanti ya, i love you" kata Rich sebelum mengakhirinya.


"I love you too" kemudian mematikan panggilannya.


"Yeeeeyyyyyyy" tepuk tangan riang pun terdengar membahana setelah Runi dan Rich selesai mengobrol. Seperti sebelum-sebelumnya, mereka pun kemudian membuat rencana yang matang untuk kembali melancarkan aksi 'ngidam' mereka itu dengan sangat matang. Runi yang awalnya tidak enak hati pun kemudian terseret arus dan menjadi sangat antusias.

__ADS_1


__ADS_2