
"Halo?" Runi mengangkat panggilan telpon dari Menta.
"Halo, kau sedang ngapain?" tanya Menta pada sore harinya setelah Runi pulang dari menonton film di bioskop bersama Ray dan kemudian diantar oleh Rich dengan terpaksa.
"Aku sedang tidur-tiduran saja di kasur, kenapa memangnya?" jawab Runi dengan asal karena dirinya memang sedang tidak mood melakukan apapun.
"Kau kenapa?" calon dokter itu bertanya to the point.
"Hah memangnya aku kenapa? tidak apa-apa kok!" Runi tidak paham dengan pertanyaan Menta.
"Tadi siang kau dan kak Rich kenapa?" Menta tidak mau berbasa-basi.
"Ohhhh, itu hanya salah paham saja" sejauh ia berhubungan dengan Rich, dirinya memang belum pernah menceritakan sedikit pun kisahnya itu kepada sang sahabat.
"Jangan bohong!" bersahabat sejak bayi membuat Menta sangat mengenal Runi luar dalam.
__ADS_1
"Aku tidak bohong kok" berusaha menutupi.
"Tadi Ray bilang kalau kak Rich tiba-tiba datang dengan wajah cemburu saat melihat kalian jalan berdua, lalu ia memaksamu pulang dan menggendongmu sampai di dalam mobil, bahkan Ray kau tinggalkan begitu saja di mall" Menta mengatakan apa yang ia dengar dari Ray.
"Ck dasar pria melambai bermulut lebar!" Runi menggerutu karena Ray menceritakan kejadian tadi siang kepada Menta.
"Jangan salahkan Ray, lebih baik sekarang kau ceritakan padaku apa yang sesungguhnya terjadi padamu dan kak Rich? sejak kapan kalian mulai dekat? bahkan sampai kak Rich menganggapmu miliknya dan juga kekasihnya!" Menta mencecar sahabatnya seperti seorang wartawan gosip mencari berita hangat.
"Hufffffttttt" akhirnya Runi pun terpaksa menceritakan seluruh kronologisnya kepada gadis itu.
"Gila, ini sungguh gila!!! kenapa sih laki-laki selalu saja jahat begitu? apa kak Rich tidak punya otak? apa dia tidak belajar dari pengalamanku selama ini? padahal dia sendiri tau kalau aku sangat hancur karena ulah saudaranya, bahkan aku terpaksa harus pergi ke luar negeri hanya untuk bisa menata hidupku kembali! Aaaahhh menyebalkan sekali!" Menta mengomel panjang lebar.
"Hahhhh? apa kau serius? memangnya tante Dini mengijinkanmu!?" karena Runi adalah anak tunggal, maka sang mama sering kali bersikap over protect terhadapnya. Bahkan secara tidak langsung inilah yang membuat gadis itu menjadi gadis yang pemalu dan tertutup. Sikap mamanya yang selalu melindunginya membuat Runi jarang mencoba hal-hal baru yang menantang. Tampilan polosnya juga bagian dari cara sang mama mendidiknya agar tidak terpengaruh oleh dunia luar yang liar.
"Entahlah, makanya itu aku butuh bantuanmu, tolong dong bilang sama papa dan mamamu untuk membantuku membujuk mamaku!" mohonnya kepada sang sahabat.
__ADS_1
"Tapi memangnya kau sudah punya tujuan mau kuliah dimana?" tanya Menta lagi.
"Sudah, kau ingat tidak waktu kau cerita tentang kampus barumu? nah habis itu aku iseng-iseng browsing di internet, nah aku lihat kalau disana jurusan bisnisnya sangat bagus, jadwal pendaftarannya juga masih lama, jadi kalau aku daftar secepatnya, aku masih bisa kuliah bareng sama dirimu!" jelas Runi.
"Hemmmm oke, nanti coba aku bilang sama papa dan mamaku deh, tapi kau juga bilang sama mereka ya, supaya mereka lebih yakin lagi!" kata Menta.
"Benar ya kau mau membantu aku? jangan bohong loh!" Runi terlonjak senang.
"Tentu saja, memangnya kapan sih aku pernah bohong padamu?" merasa tidak dipercaya.
"Hehehehehe, kau memang juara Menta, sahabat tersayangku muah muah!!" Runi mengeluarkan suara seolah-olah sedang mencium sahabatnya itu.
"Ya sudah sekarang kau istirahat gih, jangan dipikirkan lagi ya pria macam itu, kita harus tunjukkan pada mereka bahwa kita adalah gadis-gadis yang tangguh!" Menta memberikan penguatan kepada sahabatnya yang sedang bersedih.
"Iya baiklah, kau juga ya, jangan sedih lagi karena pria itu, ayo kita tatap masa depan kita yang penuh kebahagiaan!" Runi pun memberi penguatan bagi Menta yang baru saja bercerai dari suaminya.
__ADS_1
"Oke, bye sayangku!" ucapnya sebelum menutup telpon.
"Bye sayangkuuuu!" Runi pun kemudian mengembangkan senyumnya. Meskipun hatinya masih sedih karena ulah Rich, namun dengan keberadaan sang sahabat yang selalu mendukungnya, membuat gadis itu merasa memiliki kekuatan baru lagi.