Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Sampai Becek


__ADS_3

Lima bulan telah berjalan sejak pernikahan mereka dilangsungkan. Kini keduanya sudah menjalani fase berumah tangga seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Kehidupan mereka pun terlihat begitu sempurna dimata orang banyak, suami yang tampan, istri yang cantik, harta berlimpah dan pekerjaan yang mapan. Namun demikian ada satu hal yang masih menjadi ganjalan dihati Runi, yaitu belum adanya tanda-tanda kehamilan pada dirinya. Hal ini tentu saja kerap kali membuatnya merasa minder, khususnya saat ia sedang melihat Menta yang hamil besar dan sudah memiliki Raguel juga.


"Sayang kau sedang apa? kenapa melamun sediri di sini?" Rich merangkul pinggang sang istri dari belakang dan mengecup bahunya dengan penuh cinta.


"Ehhhhh sayang, ah tidak kok, aku hanya sedang melihat-lihat taman saja" Runi menjawab dengan sedikit gelagepan.


"Jangan bohong, kau pasti sedang memikirkan masalah yang sama lagi kan?" pria itu sangat paham kegundahan hati sang istri yang merasa sedih dan minder karena sampai saat ini belum juga dikaruniai anak.


"Apa kau menyesal menikah denganku? pasti kau menyesalkan!?" Runi tiba-tiba membalikkan badannya dan menatap sang suami dengan tajam.


"Sayang, kenapa kau berkata seperti itu?" Rich meraih pinggang Runi lebih rapat agar tidak ada jarak diantara mereka.


"Bisa menikahimu adalah sebuah anugrah yang sangat luar biasa di dalam hidupku, mana mungkin aku menyesalinya!?" kecupan singkat mendarat dibibir sang istri.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa hamil!" katanya to the point.


"Bukan tidak bisa, tapi belum, lagi pula usia pernikahan kita baru lima bulan sayang, masih banyak waktu untuk kau bisa hamil kelak!" katanya dengan lembut sambil mengelus pipi mulus Runi.


"Tapi Menta baru menikah langsung hamil, bahkan kini dia sudah mau punya anak ketiga!" air mata lolos darinya.


"Aku ini memang istri yang tidak sempurnakan!?" ia menghakimi dirinya sendiri.


"Sayang, jangan berkata begitu, bisa jadi ini juga salahku kan!?" Rich tidak ingin sang istri merasa terbeban sendiri.


"Ssssshhhhhh, jangan berkata yang tidak-tidak, dengarkan aku, aku tidak pernah menuntut apapun darimu, aku mencintaimu apa adanya, dari dulu, hingga sekarang dan sampai selamanya, aku tetap mencintaimu apa adanya, jadi jangan pernah bebani pikiranmu dengan hal-hal yang buruk! oke?" pelukan erat Rich mencoba menenangkannya.


"Hiks hiks hiks" hanya isak tangis yang keluar dari Runi. Rasa putus asa begitu menyerangnya sebagai seorang wanita dan istri. Ketakutan tidal bisa memiliki anak dan akan ditinggal oleh suaminya begitu besar.

__ADS_1


"Sudah ya sayang, jangan bersedih lagi, kita hadapi ini bersama-sama, apa pun yang terjadi kelak, aku akan tetap mencintaimu dan berada disisimu!" kecupan bertubi-tubi melayang di wajah cantik yang sedang banjir air mata itu. Rich bahkan mengecup sang istri dengan jahil sambil menjulurkan ujung lidahnya, sehingga wajah Runi yang sudah basah oleh air mata menjadi semakin basah oleh salivanya.


"Sayanggggggg aku sedang bersedih, kenapa kau malah menggodaku dengan mengecup wajahku sampai becek!" protes Runi.


"Itu adalah obat sedihnya, heheheheheh" pria itu hanya terkekeh melihat kekesalan sang istri.


"Uhhhh menyebalkan!" gerutunya sambil memajukan bibirnya.


"Biarin, walaupun menyebalkan tapi kau cintakan!?" bukannya jera, Rich malah semakin menggoda sang istri dengan mengerlingkan matanya.


"Tau ah!" menepuk dada bidang suaminya dengan gemas. Meskipun hatinya masih bersedih, namun ia bersyukur karena sang suami tidak pernah menyalahkannya. Bahkan Rich selalu mendukungnya dan memberikan semangat agar hatinya tidak bersedih lagi.


............

__ADS_1


Halo semua, apa kabar??? terima kasih ya buat seluruh pembaca setia novel Rosi yang masih meluangkan waktunya, khususnya untuk seri The Andersons Family... Jangan lupa untuk terus berikan like, komen, hadiah, vote, share, follow dan favorit seluruh karya Rosi agar semakin dikenal dan dibaca banyak orang... Karena dengan begitu Rosi jadi semakin semangat untuk terus menulis dan berkarya... Last but not least, happy reading all.. Luv Luv...


__ADS_2