Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Resepsi Pernikahan Menta Dan Raf


__ADS_3

Setelah melalui lika-liku badai rumah tangga selama lebih dari lima tahun, Menta dan Raf akhirnya memutuskan kembali rujuk dan mempersiapkan resepsi pernikahan mereka yang belum sempat terlaksana.


"Akhirnya tuan muda dingin kini sudah mulai menghangat ya" Dimas menggoda Raf.


"Bukan hanya hangat, tapi sudah sangat hot, setiap malam saja selalu berisik!" Rich ikut menimpali.


"Hussssss diam, kau yang brisik!" Raf malu karena digoda oleh adik sepupunya.


"Benarkah? memang kau bisa dengar Rich?" Gide bertanya kepada adik iparnya.


"Aku jadi penasaran se-hot apa sih tuan muda dingin ini?" Gamal tersenyum jahil.


"Ngomong-ngomong berarti sekarang tinggal Rich saja yang belum menikah ya dari semua cucu Anderson?" Gaby berseloroh.


"Iya benar, sama Runi juga!" Sera mengangguk.


"Kalau begitu kita comblangin saja mereka!" Menta menggoda Runi.


"Apa sih Menta, ngaco deh!" Runi melotot ke arah sang sahabat.


"Mana mau Runi dengan playboy cap kampret begitu, kasihanlah dia dapet bekas!" Rach membela Runi.


"Brisik kau!" Rich memiting kepala saudara kembarnya dan pergulatan mereka pun mengundang gelak tawa.


Meskipun mereka sudah dewasa, namun rasa kasih sayang diantara semuanya masih sama seperti saat mereka kecil dulu. Hari itu suasana rumah utama menjadi sangat ceria. Dua keluarga besar berkumpul untuk mempersiapkan perhelatan mewah yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.


..........

__ADS_1


"Wah kau cantik sekali Menta" Runi yang melihat hasil akhir make up sang pengantin wanita sangat kagum.


"Apa tidak terlalu mencolok?" Menta memang bukan tipe wanita yang suka berdandan berlebihan.


"Tentu saja tidak sayang, ini sangat cocok dengan gaunmu, orang-orang pasti akan kagum" kata sang sahabat.


"Aku sangat deg-degan" tangan sang mempelai wanita berkeringat dingin.


"Astaga, kau ini seperti belum pernah menikah saja, ini kan hanya resepsi, kalian itu sudah resmi dari lima tahun lalu dan sudah melalui banyak sekali malam pengantin yang sangat hot, jadi seharusnya tidak perlu setegang ini" Runi malah menggodanya.


"Ishhh kau ini ya!" Menta memukul lengan Runi.


"Awwwww hahahahahahaha" yang dipukul malah terbahak-bahak.


"Menta, apa kami boleh masuk?" Gaby mengetuk pintu.


"Iya kak, masuk saja" jawab Menta.


"Iya sudah" Menta mengangguk.


"Kalau begitu ayo kita kebawah, semua sudah menunggu" Rach kemudian membuka pintu kamar lebar-lebar agar Menta bisa lewat.


"Iya baiklah" Menta hanya bisa pasrah saking paniknya.


Gaby, Sera, Rach dan Runi kemudian berjalan menemani Menta menuju ballroom hotel termegah itu.


..........

__ADS_1


"Kau cantik sekali sayang" bisik seseorang di telinga Runi ketika acara pemotongan kue pengantin sedang berlangsung.


"Astaga kak Rich kau membuatku hampir jantungan saja!" Runi terperanjat ketika pria itu kemudian meraih pinggang Runi dengan posesif.


"Apa kau tidak ingin seperti mereka berdua?" Rich kemudian mengecup pipi Runi dengan lembut.


"Kak jangan begini, tolong lepaskan!" gadis itu berusaha memberontak sekuat tenaga, namun ia kalah kuat oleh Rich.


"Tidak mau!" malah semakin mengendusi leher Runi.


"Kak ini tidak sopan, banyak orang disini!" masih berusaha sekuat tenaga memberontak.


"Justru aku ingin semua orang tau tentang cinta kita!" seolah-olah Rich ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia serius terhadap gadis itu.


"Tapi aku sudah punya kekasih, ini salah kak, aku mohon jangan begini!" meskipun hati Runi memang milik Rich, namun ia bukanlah tipe gadis yang tidak setia kepada pasangannya, ia benar-benar berusaha menjadi kekasih yang memegang teguh janjinya.


"Kalau begitu putuskan saja kekasihmu itu!" pria itu benar-benar egois akan cintanya.


"Apa kakak sudah gila, aku sudah berhubungan dengannya lebih dari empat tahun dan sekarang kami sedang baik-baik saja, lalu kau menyuruhku putus hanya karena kehadiranmu ditengah kami!?" Runi tidak habis pikir dengan pria itu.


"Bukan aku yang hadir ditengah-tengah kalian, tapi dialah yang hadir ditengah-tengah kita saat hubungan kita sedang tidak baik!" kini pandangan mata mereka bertemu karena Rich memaksa Runi memutar posisi tubuhnya.


"Kita tidak pernah punya hubungan apapun sebelumnya, karena saat itu kau hanya memperalat aku saja sebagai tamengmu, jadi itu tidak bisa didefinisikan sebagai sebuah hubungan!" Runi mengingatkan Rich akan kisah kelam mereka dimasa lalu.


"Sayang maafkan aku, aku memang pria bodoh, aku sungguh menyesal, aku baru menyadari kalau aku ternyata benar-benar mencintaimu setelah kau pergi" wajah pria itu berubah menjadi pandangan penuh penyesalan. Pelukan eratnya yang posesif itu pun kini menjadi lebih longgar karena rasa bersalahnya.


"Sudahlah kak, semua sudah berlalu, sekarang lebih baik kita jalani takdir kita masing-masing, aku yakin suatu saat kakak pasti akan menemukan gadis yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu!" Runi mencoba untuk berdamai dengan masa lalu mereka dan membuka lembaran baru.

__ADS_1


"Runi aku,," Rich sadar bahwa kesalahannya dulu sangat fatal sehingga rasa percaya Runi yang awalnya sangat besar terhadap dirinya jadi hilang tak berbekas sama sekali. Terlebih kini Runi sudah memiliki kekasih yang lebih baik darinya dalam segala hal, sehingga ia merasa peluangnya untuk mendapatkan gadis itu semakin kecil. Kini yang bisa ia lakukan hanya bersabar dan terus berjuang sampai gadis itu bisa kembali mempercayainya.


"Aku permisi dulu kak, Menta membutuhkan aku" kata Runi sebelum Rich berbicara kembali. Gadis itu pun kemudian berjalan menghampiri pengantin wanita yang sibuk kerepotan dengan ekor gaun petikutnya, meninggalkan Rich yang hanya bisa berdiri menatapnya dengan perasaan campur aduk.


__ADS_2