Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Rasa Rindu Chela Terobati


__ADS_3

"Rich" seorang wanita yang usianya tidak jauh berbeda dari Rich memanggilnya.


"Mau apa kau datang ke sini?" tanya Rich dengan ketus.


"Maafkan aku Rich, aku tau aku bersalah karena telah menutupi kenyataan ini selama bertahun-tahun lamanya, tapi aku tidak berniat seperti itu, sungguh!" kata wanita itu, yang tidak lain adalah Marleena.


"Dengar, aku tidak peduli apa pun yang kau katakan, karena itu sama sekali tidak berarti bagiku, jadi sekarang cepat pergi dari sini!" Rich mengusirnya.


"Rich aku bisa terima jika kau membenciku dan tidak mau menerimaku lagi, tapi setidaknya tolong biarkan aku bertemu dengan Chela!" ia maju ke hadapan Rich dan memegang kedua lengan pria itu dengan sangat erat.


"Lepaskan tanganmu!" sambil menepis tangan Marleena dari lengannya.


"Aku mohon Rich, biarkan aku bertemu dengan putri kita, aku sangat merindukannya!" katanya seraya memasang wajah mengiba.


"Aku tau kalau kau tidak pernah benar-benar mencintai anak itu, jadi tidak mungkin kau merindukannya!" sang mantan Casanova berbicara dengan ketus.


"Rich kenapa kau tega berbicara seperti itu!?" air mata menetes di pipinya.


"Cih, kau pikir aku bodoh? aku tau akal bulusmu, kau pasti hanya ingin memanfaatkannya kan? rencana apa yang sedang kau buat hah!?" kini Rich berkacak pinggang.


"Tidak, tidak ada rencana apa pun Rich, aku benar-benar hanya ingin bertemu putri kita!" sambil menggelengkan kepalanya dengan kencang.

__ADS_1


"Dia bukan putrimu lagi sejak kau meninggalkannya begitu saja bersama pria-pria tidak jelas itu!" Rich begitu sakit bila mengingat bagaimana Chela tumbuh tanpa kasih sayang dari mamanya yang sibuk dengan banyak pria.


"Kau kejam sekali Rich, sungguh tega hiks hiks" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.


"Kau bilang aku kejam? lalu kau sendiri bagaimana? kau menyia-nyiakan Chela tanpa memikirkan perasaannya sama sekali! bahkan ketika dia sedang sakit parah dan berada diambang kematian, kau tidak peduli sama sekali!" emosi Rich yang selama ini terpendam meledak begitu saja dihadapan wanita yang menjadi ibu dari anaknya itu.


"Maafkan aku Rich, aku memang bodoh, aku sangat menyesal!" Merleena memeluk Rich dengan sangat erat.


"Lepaskan aku dari tangan kotormu itu!" kemudian mendorong Marleena dengan sangat keras hingga terhempas ke lantai.


"Sayang tahan emosimu" Runi yang sejak tadi hanya diam saja menyaksikan perdebatan antara suaminya dan Marleena kemudian berusaha menenangkan pria itu.


"Nyonya, kau pasti istrinya Rich kan? aku mohon ijinkan aku bertemu dengan putriku, aku sangat merindukannya!" Marleena kini bersujud di kaki Runi.


"Aku mohon, aku tau kau wanita yang sangat baik, pasti naluri keibuanmu paham bagaimana perasaanku saat ini kan!?" bukannya melepaskan, Marlena semakin mempererat pegangan di kakinya Runi.


"Jangan sentuh istriku!" hardik Rich sambil menarik tangan wanita itu hingga terlepas.


"Sayang" Runi menahan Rich yang hampir memukul Marleena.


"Nyonya aku mohon!" tatapan memelas muncul dari wajahnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar" kata Runi kepada Marleena.


"Sayang ayo ikut aku" Runi memberi kode kepada Rich untuk masuk ke dalam rumah dan berbicara empat mata dengannya.


"Ada apa sayang?" Rich yang sudah mengikuti sang istri hingga masuk ke dalam rumah kemudian bertanya dengan penuh penasaran.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita pertemukan mereka?" tatap sang istri penuh arti.


"Sayang kau mendukungnya?" Rich tidak percaya dengan ucapan sang istri.


"Tidak, aku tidak mendukungnya, hanya saja aku pikir mungkin akan lebih baik jika Chela bisa bertemu dengan mamanya, mungkin itu akan sedikit membantu proses penyembuhannya!" jawab sang istri dengan tegas.


"Chela sudah punya kau sebagai mamanya, dia tidak perlu bertemu lagi dengan wanita murahan itu!" Rich masih bernada tinggi.


"Itu berbeda sayang, aku tau Chela sudah punya aku, tapi dia tetap membutuhkan mama kandungnya untuk mendukungnya disaat terberatnya sekarang ini!" Runi menggenggam tangan Rich.


"Hufff, baiklah tapi hanya kali ini saja dan cukup sebentar!" kata pria itu tanpa toleransi.


"Iya, yang penting rasa rindu Chela terobati!" angguk sang istri.


"Ya sudah, suruh Tatik antarkan dia masuk ke dalam kamar Chela, tapi hanya sepuluh menit saja, habis itu suruh dia pergi dan jangan kembali lagi!" Rich yang sudah muak berurusan dengan Marleena, akhirnya memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menemui wanita itu lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan bilang sama mbak Tatik" senyum Runi kepada sang suami.


__ADS_2