
"Kak, aku kembali ke kamar dulu ya, masih ada pekerjaan lain yang harus aku urus, biasalah proyek miliaran rupiah milik Putra Angkasa yang tidak bisa ditunda! ayah angkatku itu memang selalu mempercayakan semuanya kepadaku!" Runi berkata sambil sedikit menyombongkan statusnya sebagai putri angkat Surya sang pemilik perusahaan raksasa, membuat Marleena menganga karena tidak menyangka jika istri Rich ternyata juga seorang yang kaya raya.
"Iya baiklah" angguk Marleena.
"Chela sayang, mama kerja lagi ya, anak mama juga bobok siang ya cantik, nanti sore baru kita ngobrol lagi oke?" sambil merapikan anak rambut yang menutupi kening Chela.
"Oya kalau butuh sesuatu Chela juga tinggal bilang sama mbak ya, om dokter dan tante perawat juga ada di kamar sebelah, jadi kalau Chela merasa sakit tinggal bilang saja!" Runi kemudian mengelus pipi putri sambungnya itu.
"Iya ma, selamat bekerja ya" Chela memberikan semangat kepada sang mama.
"Iya sayang terima masih" sambil mengecup keningnya.
"Kak Marleena, mbak Tatik ini selain sebagai pengasuhnya Chela, dia juga adalah orang kepercayaan kami. Dia pemegang segala keputusan yang berhubungan dengan operasional di rumah ini, jadi kalau ada apa-apa bisa bilang sama dia ya. Lalu karena dia yang pegang kendali disini, maka tanpa meminta ijin dariku atau kak Rich, dia berhak melakukan apapun yang menurutnya baik!" Runi mempertegas posisi Tatik di rumahnya.
"Oke" mendengar hal itu Marleena semakin kesal dan geram dengan sang pengasuh yang dianggapnya akan semakin jumawa.
"Baiklah kalau begitu, aku titip Chela ya mbak Tatik" Runi mengerlingkan matanya tanda bersahabat dengan sang pengasuh.
__ADS_1
"Siap nyonya bos" Tatik yang diberi kepercayaan penuh pun merasa bangga. Dari semua majikan yang pernah dia ikuti, baru Runi dan Rich yang menghargainya dengan baik.
..........
"Nona, sekarang sudah waktunya istirahat siang, jadi ngobrolnya dilanjutkan nanti ya" Tatik menasehati Chela setelah Runi kembali ke dalam ruangannya.
"Iya mbak" angguk Chela yang juga sangat nurut kepada pengasuhnya.
"Selamat istirahat nona cantik" Tatik menarik selimut Chela hingga sebatas dada.
"Mama, Chela bobok dulu ya" kemudian Chela berkata kepada sang mama kandung.
"Iya sayang, mimpi indah ya" Marleena sok bersikap manis.
"Iya mama" jawabnya sambil tersenyum.
Tidak perlu waktu yang lama bagi Chela untuk dapat terlelap karena pengaruh dari obat tidur yang diminumnya. Hanya dalam hitungan menit saja gadis itu sudah berada di alam mimpi indahnya.
__ADS_1
..........
"Hei, cepat antar aku ke kamar sekarang juga!" setelah memastikan Chela terlelap, Marleena kemudian memerintah Tatik seenaknya sendiri.
"Kamar? kamar siapa!?" sang pengasuh mengernyitkan dahi.
"Ya kamarkulah!" katanya lagi.
"Dengar ya nyonya, tuan Rich memang mengijinkan anda tinggal disini untuk menemani nona Chela, tapi dia tidak pernah memerintahkan saya untuk menyiapkan kamar untuk anda!" sang pelayan berkata dengan tegas.
"Apa maksudnya!?" Marleena menyalak.
"Maksudnya berarti anda silahkan tidur disembarang tempat, mungkin bisa di sofa itu, atau juga dilantai ini!" seloroh sang pengasuh dengan sangat cuek.
"Kau? kau pikir aku sederajat denganmu hah? jangan samakan aku seperti pembantu rendahan macam dirimu yang bisa tidur di sembarang tempat ya!" wanita itu menyalak karena tidak bisa menahan emosinya.
"Begitu ya? kalau begitu terserah anda saja, mau tinggal di sini dengan kondisi apa adanya ya syukur, kalau tidak mau ya silahkan pulang ke rumah saja sekalian!" Tatik yang sejak tadi pagi belum beristirahat sama sekali kemudian merebahkan dirinya di sebelah Chela yang sedang tidur. Ditempat itulah ia biasanya tidur menemani sang majikan ciliknya selama dua puluh empat jam penuh. Ia tidak mempedulikan Marleena yang sedang menggerutu dengan kesal karena tidak mendapatkan kamar sendiri.
__ADS_1