
"Rich, kau dimana?" Ayu menelpon putranya saat pria itu baru saja menyelesaikan rapat internal dengan tim proyeknya.
"Aku di kantor mom, ada apa?" jawab pria itu.
"Chela demam lagi, tadi bahkan sampai kejang-kejang, bisakah kau datang ke rumah sakit sekarang juga? kata dokter hasil labnya cukup buruk!" Ayu hampir menangis. Meskipun kehadiran Chela seperti sebuah aib, namun biar bagaimanapun Chela tetaplah cucu kandungnya yang harus ia sayang dan lindungi seperti Cilla dan Dros anak dari Rach dan Gide.
"Baiklah mom, aku akan ke sana sekarang juga!" Rich kemudian bersiap diri. Meskipun ia belum menerima Chila, namun ia berusaha mencoba seperti yang Runi katakan padanya.
"Ada apa?" Runi menatap Rich yang terlihat panik.
"Chila masuk rumah sakit, tadi demam dan kejang-kejang" katanya menjelaskan.
"Apa kau mau ke sana?" Raf mengernyit.
"Iya, hasil labnya buruk" kata Rich lagi sambil meraih tas laptopnya.
"Aku ikut ya kak" Runi ikut bersiap diri dan meraih tasnya juga.
"Baiklah kalian berangkat duluan saja, aku akan menyusul setelah mengabari yang lainnya!" Raf langsung berdiri dan berjalan mengikuti Rich dan Runi, namun sesampainya di depan pintu ia kemudian berjalan ke arah pintu kerja Mike, Ron, George, Dimas, Gide, dan Gamal untuk menyampaikan kabar ini. Sementara Rich dan Runi berjalan menuju arah lift.
..........
"Mom, bagaimana hasilnya?" Rich melihat ibunya menangis.
"Chela kanker darah stadium akhir Rich, kemungkinan harapan hidupnya rendah!" Ayu tidak bisa menahan lagi isak tangisnya.
"Chelaa,," Rich seperti disambar petir seketika itu juga. Meskipun ia pernah diberitahu bahwa Chela diduga mengidap penyakit kanker darah saat hasil tes DNA nya keluar, namun ia tidak menduga jika kondisinya sangat buruk.
"Dokter bilang kemungkinan saat ibunya mengandung, Chela terpapar zat-zat kimia berbahaya yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi fisiknya saat ini!" Rach yang mendampingi sang mommy memberi info tambahan.
"Tidak heran, Marleena kan seorang pecandu!" Rich langsung tau siapa penyebab semua ini.
"Chela harus mengikuti serangkaian tes dan pengobatan" kata Rach lagi.
"Dimana dia sekarang?" Rich menjadi merasa sangat kasihan pada gadis cilik itu. Nasibnya sangat malang karena memiliki ibu yang rusak.
"Dia sedang tidur di kamar rawatnya, masuklah!" Ayu menunjuk kamar Chela.
"Ayo sayang" Rich meraih tangan Runi dan mereka masuk ke dalam bersama-sama, sementara Ayu dan Rach tetap di luar untuk menenangkan diri.
..........
__ADS_1
"Dia sangat cantik ya" Runi mencoba menghibur Rich yang terlibat begitu sedih saat menatap wajah mungil Chela yang sedang terlelap.
"Ini semua salahku, andaikan dulu aku bukan seorang playboy, mungkin semua ini tidak akan terjadi!" Rich menyesali semuanya.
"Kak sudah ya, jangan menyalahkan dirimu terus, sekarang yang terpenting adalah kita berjuang untuk kesembuhan Chela" Runi mengelus bahu kekasihnya.
"Hufffff" pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Oya, hadiah yang kita beli kemarin sudah kakak berikan belum?" tanya Runi yang dijawab dengan gelengan kepala.
"Masih ada di mobil?" Runi menduga pasti Rich belum memegangnya sama sekali.
"He em" jawabnya.
"Sini kuncinya, biar aku ambilkan" tangan Runi seperti meminta-minta.
"Apa kau yakin?" Rich menatap kekasihnya.
"Tentu saja, dia pasti akan senang melihat papanya memberi hadiah" kata Runi kemudian.
"Baiklah" kemudian kunci mobilnya ia berikan kepada Runi.
"Aku turun sebentar ya kak" kemudian gadis itu keluar dari ruang rawat inap menuju tempat parkir.
..........
"Iya" jawab Chela dengan lemah, terlihat rasa sakit membuat tubuh mungil gadis itu tak berdaya.
"Oya, tante bawa sesuatu nih, ini barusan tante ambil dari mobilnya papa Chela, kemarin papa beli hadiah ini buat Chela lohhh" Runi kemudian menyerahkan boneka beruang kepada Rich dan memberinya kode agar menyerahkan boneka itu kepada putrinya.
"Papa beli buat Chela!?" seketika gadis itu tersenyum ceria, seolah rasa sakitnya sirna.
"Iya ini buat Chela" Rich kemudian menyerahkannya kepada sang putri.
"Terima kasih papa" ia berusaha untuk duduk dan memeluk Rich yang mendekat ke arahnya.
"Sama-sama" Rich membalas memeluk gadis cilik itu.
"Kak hidung Chela,," Runi melihat darah segar menetes dari lubang sebelah kanan.
"Chela,," Rich langsung meraih tissue dan menahan laju darahnya.
__ADS_1
"Chela gapapa kok pa, ini sudah biasa" dengan tegarnya gadis itu tersenyum membuat hati Rich terasa diiris-iris. Ia merada bahwa dosa masa lalunyalah yang membuat gadis ini menderita dan jadi korbannya.
"Aku panggilkan dokter ya" kata Runi kemudian.
Selama proses pemeriksaan Rich terus memeluk gadis cilik itu untuk memberikan penguatan dan hiburan kepadanya. Bahkan ia juga menemani Chela sampai tertidur setelah dokter memberinya obat pereda nyeri dengan dosis yang cukup tinggi. Sementara keluarga besar Anderson lainnya yang sudah pada berdatangan menunggu di luar ruangan agar tidak berisik dan mengganggu istirahat gadis cilik itu.
..........
"Sayang maaf ya, aku tidak bisa mengantarmu pulang dan bertemu dengan mama papa" Rich membelai rambut gadis kesayangannya itu.
"Tidak apa-apa kak, saat ini Chela lebih membutuhkan kakak dibanding siapapun" Runi memaklumi semua itu.
"Aku sangat bersyukur bisa memilikimu sayang, kau sangat pengertian" Rich membelai lembut pipi Runi.
"Ehemmmm romannya dunia milik berdua nih, yang lainnya ngontrak!" Gamal berdeham saat melihat sepasang kekasih itu sedang mengobrol dengan mesranya.
"Udah deh cepetan, jangan lama-lama lagi!" Sera kemudian mengerlingkan matanya kepada Runi.
"Doakan segera ya" Rich meminta doa restu mereka sambil meraih pinggang Runi dengan posesif sebagai tanda kepemilikannya.
"Nanti kalau Chela sudah keluar dari rumah sakit, cepat ajak mommy dan daddy ke rumah om Hendro dan tante Dini buat melamar" Dimas pun mendukung.
"Benar, biar disegerakan dan tidak berlarut-larut" Gaby semangat karena akan memiliki adik ipar lagi.
"Iya kak, sebenarnya sih rencananya malam ini aku mau datang sendiri dulu untuk membuka jalan, tapi ternyata begini kondisinya!" Rich merasa galau.
"Tenanglah, kan masih ada hari esok, jangan khawatir" Gide menepuk bahu adik iparnya.
"Kalau kau macam-macam sama Runi, awas saja ya, kusunat habis nanti!" Rach mengancam saudara kembarnya.
"Tidak mungkin, bagiku Runi adalah segala-galanya" semakin mempererat pelukannya dipinggang gadis cantik itu.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang duluan ya, kasihan Raguel di rumah sendirian" Raf kemudian menggandeng istrinya.
"Ayo Runi kita pulang" Menta pun mengajak sabahatnya yang sebentar lagi akan menjadi saudara ipar.
"Titip nyonyaku ya, awas kalau sampai lecet!" Rich sesungguhnya sangat berat untuk melepaskan Runi pulang, namun ia juga tidak bisa menahannya karena status mereka belum sah.
"Apa sih kak" gadis itu malu-malu karena sudah diperlakukan seolah-olah seperti seorang istri sungguhan oleh Rich.
"Aku kan tidak mau kau sampai terluka sedikit pun sayang!" Rich mencuri-curi kesempatan mencium pipi gadis itu didepan keluarga besarnya.
__ADS_1
"Kak!" terpekik kaget karena tidak menyangka jika Rich akan senekat itu didepan banyak orang.
Sementara semua orang yang menyaksikan interaksi mereka hanya senyum-senyum saja. Meskipun situasinya tidak kondusif dengan kehadiran Chela serta penyakit yang dideritanya, namun doa dan harapan agar mereka berjodoh sepertinya tampak di wajah para tetua keluarga besar ini, terutama Ayu, Ron dan duo grandma. Terlebih lagi Runi dan keluarganya seperti tidak keberatan dengan keberadaan Chela dan menerima segala kekurangan Rich dimasa lalunya.