Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Ucapan Istri Layaknya Titah Seorang Ratu


__ADS_3

"Sayang, jangan cemberut aja dong, maafin aku ya, aku ini memang bukan suami yang baik, tidak memahami hati istrinya dengan baik juga" Rich membujuk Runi yang sejak tadi masih saja diam tidak berbicara padanya.


"Anak-anak papa yang imut, ayo dong bujuk mama biar gak ngambek lagi sama papa" pria itu mengelus perut istrinya dengan lembut dan berbicara sendiri didepannya seolah-olah perut itu bisa diajak berkomunikasi dua arah.


"Bilang sama mama kalau marah-marah nanti cantiknya bisa hilang" lanjutnya lagi.


"Apa? kalian mau es krim? oke nanti papa belikan kalian es krim coklat dua bakul, tapi bujuk mama dulu ya biar tidak ngambek lagi sama papa!" kata pria itu sambil menempelkan telinganya di perut Runi.


"Gak mau yang coklat? maunya yang stroberi? oke gak masalah, nanti papa belikan es krim sekalian sama pabrik-pabriknya buat kalian!" masih berceloteh sendiri seperti orang gila.


"Hahahahahaa" karena tidak tahan dengan ucapan dan tingkah suaminya yang konyol, Runi pun akhirnya tertawa.


"Ehhhh mama sudah ketawa lagi, cantik ya mama kalian kalau lagi ketawa!" masih berbicara dengan perut istrinya.


"Apa Sih!?" menjawab sambil mengulum senyum.


"Jangan ngambek lagi ya sayang, maafin aku ya?" meraih tangan Runi dan mengaitkan kelingking mereka berdua.

__ADS_1


"Tapi janji jangan marah-marah lagi sama kakak-kakak perempuan aku!" Runi lebih merasa memiliki kakak-kakak perempuannya dibandingkan Rich.


"Iya, baiklah, aku janji!" angguk Rich dengan semangat.


"Awas loh kalau bohong!" ancamnya.


"Iya sayang aku janji deh!" katanya sambil kemudian mengecup seluruh bagian wajah istrinya.


"Ihhhhhhhh kau ini benar-benar deh!" gerutu Runi sambil mengelap wajahnya yang basah akibat ulah sang suami.


"Oya kau mau makan sesuatu tidak, biar aku carikan mumpung masih siang dan masih punya banyak waktu untuk mencarinya?" Rich bertanya. Setelah mendapat wejangan, pria itu kemudian bertekad untuk mengikuti semua nasehat kakak-kakaknya saat mereka tadi berada di kantin.


"Tidak, aku belum doyan makan apapun, rasanya masih sangat mual" jawab Runi sambil menggelengkan kepalanya.


"Ohhhh" hanya ber oh ria saja karena takut salah bicara lagi. Prinsipnya kini 'ucapan istri layaknya titah seorang ratu' sehingga tidak boleh dibantah apalagi ditolak.


"Lalu aku harus bagaimana sekarang? aku bingung nih!" pria itu masih bingung bagaimana caranya untuk bisa menjadi suami yang siaga.

__ADS_1


"Bagaimana ya? aku juga bingung!" Runi juga sama bingungnya mau menyuruh suaminya berbuat apa.


"Kenapa kita berdua jadi sama-sama bingung begini sih?" tanya Rich sambil garuk-garuk kepala.


"Lah kan yang bikin bingung kau sendiri!" Runi menunjuk suaminya.


"Iya juga sih heheheheh" terkekeh geli.


"Oya sayang bagaimana kalau kita cari-cari nama yang bagus untuk anak-anak kita?" Rich memberi usul.


"Tapi kan kita belum tau jenis kelamin mereka apa" jawab sang istri.


"Ya kita cari saja sepasang untuk anak perempuan, sepasang untuk anak laki-laki, dan sepasang untuk anak perempuan dan laki-laki!" jawab calon ayah itu.


"Hemmmm iya juga sih, ya sudah oke lah kalau begitu!" Runi juga bersemangat menyambut usulan sang suami.


Pada akhirnya mereka berdua kemudian menghabiskan waktu dari siang hingga malam dengan sibuk mencari-cari nama untuk calon anak-anak mereka yang sudah dinanti-nantikan kehadirannya sejak awal pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2