
"Hai, lagi ngapain?" Rich mengirimkan pesan teks kepada Runi saat dirinya sedang istirahat makan siang bersama Raf.
"Hai kak, aku sedang di kamar saja, buka-buka situs kuliah di luar negeri" jawab Runi.
"Loh bukannya sudah daftar di sini? kok masih buka-buka lagi yang di luar negeri?" pria itu bertanya lagi.
"Heheheh, cuma iseng kok kak, tadi Menta bilang kalau di kampusnya sedang buka penerimaan mahasiswa baru gelombang ke dua sampai akhir bulan depan, karena bulan berikutnya mereka baru mulai aktif kuliah, jadi aku iseng-iseng deh cek jurusan bisnis" jelas gadis itu.
"Tapi gak beneran mau kuliah di sana kan?" pria itu mengkonfirmasi.
"Enggak kok, kan yang disini sudah keterima" katanya.
"Syukurlah, kalo kamu pergi kan aku jadi sedih" sang casanova memang selalu punya jurus andalan untuk merayu wanita.
"Hahahahah dasar gombal" hati Runi sangat berbunga-bunga.
"Benaran, aku pasti akan jadi kayak Raf deh kalo kamu pergi juga kayak Menta" sok meyakinkan.
"Bisa aja!" mengetik dengan senyum terkembang.
"Serius sayangku" masih dengan mode menggombalnya.
__ADS_1
"Oya, sudah makan siang belum?" lanjut Rich bertanya.
"Belum, tadi pagi aku sarapannya agak siang, jadi masih kenyang" balasnya.
"Aku lagi makan nih sama si tuan muda dingin, mati gaya banget karena dia kerjanya cuma bengong aja, untungnya ada sayangku ini yang nemenin hari-hari aku nan sepi ini" Rich menceritakan Raf masih dengan sisipan gombalnya.
"Kasihan banget sih kak Raf, pasti dia sedih banget ya ditinggal sama Menta" Runi yang mendengar bahwa Raf berubah sejak digugat cerai oleh sang istri jadi merasa iba.
"Iya, makanya kau jangan pernah tinggalin aku ya, aku nanti bisa gila juga kayak dia" lagi-lagi rayuan maut keluar.
"Apa sih kak, gombal aja terus hahahahaha" entah mengapa Runi merasa sangat senang dengan semua gombalan itu. Mungkin karena selama ini dirinya belum pernah dekat dengan pria mana pun, jadi saat ada yang mencoba mendekatinya ia langsung merasa berbunga-bunga. Terlebih pria itu adalah pria yang ia sukai sejak lama.
"Aku gak gombal sayangku" katanya dengan sudah berani memanggil sayang.
"Oya, ngomong-ngomong hari sabtu besok kau ada acara tidak?" Rich bertanya.
"Aku mau menemani Bas dan Adit untuk karya wisata, mereka ada pelajaran biologi tentang ekosistem, jadi aku diminta oleh tante Tata dan tante Sekar untuk menemani mereka ke kebun binatang" jawab Runi.
"Ohhhh, ramai-ramai dari sekolah?" tanya pria itu lagi.
"Tidak, kami hanya bertiga, ini karya wisata mandiri, jadi anak-anak diberi tugas untuk mengamati sebuah ekosistem bersama keluarga. Kebetulan hari sabtu besok orang tua kami semua ada acara, jadi aku deh yang akhirnya dimintai tolong mengantar mereka" Runi yang sudah menganggap kedua anak dari sahabat orang tuanya itu seperti adik sendiri memang selalu siap membantu mereka belajar bila ada waktu luang.
__ADS_1
"Kalau begitu aku antar ya? kalian jalan jam berapa? biar aku jemput saja pakai mobilku!" Rich mencari kesempatan.
"Memangnya tidak merepotkan?" Runi bertanya.
"Sama sekali tidak, apa sih yang enggak buat Runiku tersayang!" katanya sok perhatian.
"Kami berangkat jam delapan pagi kak supaya tidak kepanasan" kata gadis itu.
"Oke, kalau begitu aku jemput jam delapan pagi ya sabtu besok" pria itu benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan berharganya sama sekali.
"Baiklah, terima kasih ya kak" ucapnya dengan sopan.
"Iya, sama-sama sayangku" jawab pria itu dengan sok manis.
"Kalau begitu aku lanjutkan makan siangnya dulu ya sayang, soalnya habis itu harus kerja lagi" Rich mengakhiri chat mereka.
"Iya baiklah" kata Runi.
"Jangan lupa makan ya sayang, nanti kau sakit loh" gayanya sudah seperti pacar sungguhan.
"Iya" menjawab dengan singkat karena malu.
__ADS_1
"Bye" memberi emot melambaikan tangan.
"Bye kak" Runi pun menutup chatnya.