Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Malu Mengakuinya


__ADS_3

"Sayang tunggu, dengarkan dulu penjelasanku!" Rich yang mengejar Runi dengan mobil sportnya, kemudian memaksanya turun dari taksi setelah berhasil menghadangnya di tengah jalan.


"Sayang dengarkan aku, ini semua hanya salah paham!" pria itu berusaha membuka pintu mobilnya dengan paksa.


"Sayang bicaralah, jangan diam saja!" Rich menggedor-gedor jendela mobilnya, ia benar-benar dibuat kalang kabut oleh gadis itu.


"Nona, lebih baik anda turun dan berbicara padanya, dia sepertinya tidak mau menyerah!" sang supir taksi menasehati Runi.


"Tapi pak,," namun gadis itu masih enggan.


"Mobil saya bisa rusak nona kalau kekasih anda terus menggedor-gedor dengan kasar begitu!" katanya sambil melihat Rich yang berusaha mendobrak pintu mobilnya dengan paksa.


"Baiklah, maaf ya pak" setelah memberikan ongkos beserta uang ganti rugi yang dianggap cukup, kemudian Runi keluar dari sisi yang berlawanan dengan Rich.


"Sayangggg" Rich berlari memeluk Runi.


"Lepaskan" Runi mendorong sang casanova dengan sangat kasar.


"Tidak, aku tidak mau!" namun pria itu tidak melepaskan sedikit pun, malah ia justru semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Aku mohon lepaskan tanganku tuan Richard Anderson!" Runi berkata dengan bahasa formal.


"Tidak, ayo ikut aku!" Rich menarik Runi masuk kedalam mobilnya.


"Mau apalagi anda sekarang!?" gadis itu menjaga jarak dengan sikap yang dingin dan bahasa layaknya orang asing.


"Sayang,," menatap penuh harap.


"Jangan sebut aku dengan kata itu, kita bukan siapa-siapa, jadi anda tidak perlu emmmppphhhhhh" belum sempat Runi melanjutkan kalimatnya, Rich sudah membekap bibirnya dengan sebuah kecupan yang cukup dalam.


PLAKKK...


"Sayang dengarkan aku dulu plisssss" pria itu memohon dengan wajah memelas.


"Mulai sekarang anggap saja kita tidak pernah saling kenal, jangan ganggu hidupku lagi, kalau kita kelak bertemu maka berpura-puralah kita ini hanya orang lain yang tidak pernah jumpa sebelumnya!" tatapan gadis itu sangat tajam dan menakutkan bagi Rich.


"Tidak, aku tidak mau, aku tidak mungkin melakukannya, aku mengenalmu, kita sudah saling nyaman dan dekat satu sama lain!" gelengnya dengan keras.


"Aku ini hanya gadis culun dan bodoh, anda pasti akan malu jika berjalan dengan gadis sepertiku, jadi kita tidak akan pernah cocok sampai kapan pun!" Runi berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi sayang,," sang casanova kehabisan kata-katanya karena ia tau bahwa semua ini memang kesalahannya.


"Lepaskan, aku mau pulang!" Runi bersikeras melepaskan diri dari pelukan Rich.


"Aku antar ya" Rich masih mencoba melunakkan hati gadis polos itu.


"Aku bisa pulang sendiri!" tetap bersikeras.


"Plisss biar aku antar, tadi kan kita berangkat bersama, jadi pulang juga harus bersama, setidaknya biarkan aku bertanggung jawab sekali ini saja" bujuknya.


"Ck" hanya berdecak tanpa berkata-kata lagi.


Sepanjang jalan mereka hanya duduk dalam diam. Rich yang mengendarai mobilnya sesekali menatap ke arah Runi untuk melihat raut wajah gadis itu. Sementara Runi sendiri lebih memilih untuk memalingkan wajahnya ke jendela untuk menghindari tatapan Rich.


"Terima kasih karena sudah mengantarku" Runi melepas sabuk pengamannya sesaat setelah mobil Rich berhenti tepat di halaman rumah mewah milik orang tua gadis itu.


"Tunggu, Runi dengar, mungkin ini terkesan gombal, tapi percayalah, aku sudah sangat nyaman denganmu, aku rasa aku mulai menyukaimu, hanya saja aku memang bodoh karena malu mengakuinya di depan teman-temanku, aku hanya ingin kau tau bahwa ini adalah isi hatiku yang sesungguhnya!" Rich memaksa Runi menatapnya serta menggenggam tangannya.


"Permisi" Runi menghempaskan tangan Rich yang menggenggamnya dan langsung berjalan menuju ke dalam rumahnya, meninggalkan pria itu dengan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


"Putri Arunika!" Rich mencoba memanggil untuk yang terakhir kalinya.


__ADS_2