
Setelah perencanaan waktu yang tepat akhirnya keluarga besar pihak Rich pun datang menemui keluarga besar pihak Runi untuk membahas persiapan pernikahan kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu.
"Selamat malam semua, terima kasih untuk sambutan yang sudah diberikan kepada keluarga kami saat tadi tiba di sini. Jadi sesungguhnya maksud kedatangan kami ke sini adalah ingin menanyakan kesediaan Runi untuk dipersunting oleh anak kami Rich. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa selama ini keduanya sudah menjalin hubungan yang cukup dekat. Kemudian beberapa waktu yang lalu Rich menyampaikan keinginannya kepada kami untuk menjadikan Runi sebagai pendamping hidupnya. Oleh sebab itu saat ini saya mewakili kedua orang tua Rich ingin meminta Runi untuk dijadikan menantu di keluarga besar kami" Mike mewakili Ron berbicara kepada keluarga Runi.
"Terima kasih tuan Mike atas penjelasannya perihal niat baik Rich dan keluarga yang ingin meminta Runi menjadi pendamping hidupnya. Saya disini mewakili keluarga besar Runi menyambut dengan suka cita tujuan kedatangan keluarga besar dari Rich. Namun demikian sebagai orang tua kami juga tetap menghargai keputusan putri kami, sehingga kami harus tetap menanyakan kembali kepada Runi tentang ini semua. Jika memang ia bersedia, maka acara ini bisa kita lanjutkan dan segera kita putuskan untuk langkah selanjutnya. Oleh karena itu saat ini kami akan memanggil Runi terlebih dahulu untuk memberikan jawabannya secara langsung" Surya sebagai wakil dari keluarga besar Runi kemudian memberikan kode kepada putrinya Menta untuk memanggilkan Runi di tengah-tengah mereka.
"Cantik sekali" Rich yang melihat Runi berjalan mendekat langsung terpana dan memuji gadis itu secara spontan, membuat semua orang yang mendengarnya menjadi tersenyum geli. Sementara yang dipuji terlihat sangat malu-malu. Hari itu Runi memang tampil lebih cantik dan memukau dari hari biasanya dengan gaun panjang berwarna merah. Riasan wajah yang glamor membuatnya sangat terlihat elegan dan anggun.
"Nak, hari ini Rich dan keluarganya datang ke sini dengan tujuan ingin melamarmu menjadi menantu ditengah-tengah keluarga mereka dan menikahkan kau dengan Rich, apakah kau bersedia menerima lamaran ini?" Surya bertanya kepada gadis yang sudah diangkatnya menjadi seorang anak. Sementara Runi yang masih malu-malu hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Terima kasih Runi atas jawaban yang diberikan. Kami sekeluarga merasa bersyukur karena Runi sudah mau menerima Rich dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Semoga ini adalah langkah awal kebahagiaan untuk kita semua terutama bagi Runi dan Rich yang akan segera mengarungi bahtera rumah tangga" Mike merasa senang karena Runi menerima Rich, meskipun saat itu Rich sedang tertimpa masalah yang cukup besar.
Pembahasan pun kemudian terus berlanjut. Baik pihak Rich maupun pihak Runi kemudian menentukan tanggal pernikahan yang tepat untuk keduanya. Segala rencana persiapan pun dibahas sedetail mungkin. Mereka begitu antusias menyambut hari besar bagi kedua keluarga konglomerat ini. Meskipun Runi bukan keturunan kandung dari Surya Putra Angkasa, namun dengan kedekatan yang sudah terjalin antara Hendro dan Surya, membuatnya menjadi bagian yang tak bisa terpisahkan dari grup Putra Angkasa tersebut. Perhelatan besar seperti saat Raf dan Menta menikah dulu akan terulang kembali. Baik keluarga Putra Angkasa maupun keluarga Anderson merasa semakin terikat antara satu sama lain akibat pernikahan mereka, setelah sebelumnya Mike dan Surya yang sudah terlebih dahulu menjadi besan.
..........
"Kau sangat cantik sayang, aku benar-benar tidak sabar ingin memilikimu secara utuh" Rich yang sejak awal melihat Runi, seperti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada sert merangkul pinggang gadis itu dengan sangat posesif.
__ADS_1
"Kak jangan begini, aku malu" Runi mendorong tubuh Rich yang menempel terus padanya seperti perangko dipermukaan amplop surat.
"Memangnya kenapa? kita kan sudah tunangan, memangnya salah kalau aku ingin dekat-dekat dengan tunanganku!?" tanyanya.
"Tidak salah, hanya saja saat ini sedang banyak orang, tidak sopan saja rasanya" Runi memberi pengertian.
"Huffff baiklah" dengan berat hati akhirnya Rich pun agak memberikan jarak meskipun tetap hanya beberapa centimeter saja.
"Ciyeee yang lagi bucin-bucinnya" Sera menggoda kedua calon pengantin itu.
"Anget-anget gimana gitu ya" Rach yang biasanya selalu kesal dengan sikap playboy saudara kembarnya pun kini menjadi ikut bahagia.
"Apalagi nanti kalau sudah malam pengantin, pasti makin hot" Menta juga ikut-ikutan.
"Apa sih kalian!" wajah Runi menjadi seperti kepiting rebus. Untung saja saat itu make up nya cukup tebal untuk menutupi warna kulitnya.
..........
__ADS_1
Ditempat yang lain, para nyonya besar pun tidak kalah serunya membahas harapan masa lalu mereka yang kini sudah menjadi kenyataan dengan menjadi besan antara satu sama lain.
"Apa kalian masih ingat obrolan kita di cafe milik Tata puluhan tahun lalu saat Dini dan Tata sedang hamil? waktu itu kita berseloroh akan saling menjodohkan anak-anak kita dan menjadi besan!" Ananda mengingatkan para nyonya besar dari kedua keluarga konglomerat itu.
"Iya, aku ingat, waktu itu kak Nanda bilang mau menjodohkan Menta dengan Raf, lalu aku menjodohkan Runi dengan Rich, dan sekarang kejadian benar!" Ayu seperti tidak percaya.
"Dan ketika bu Maya iri, kak Ayu malah berseloroh agar bu Maya memilih antara Gaby, Sera atau Rach untuk dijadikan menantunya bagi Gamal dan Gide!" Tata mengangguk.
"Astaga, luar biasa ya, ucapan kita seperti sebuah doa, kini kita semua benar-benar menjadi besan!" Maya sangat takjub.
"Aku sampai merinding loh kak, luar biasa sekali!" Dini pun tidak menduga semua itu akan benar-benar terjadi.
"Jadi sekarang kita semua benar-benar bersaudara ya?" meskipun Sekar belum mempunyai besan karena Adit putranya masih remaja, namun dengan statusnya yang bersaudara dengan Dini, maka ia pun merasa keluarganya semakin banyak setelah Runi resmi menjadi calon istri Rich. Secara tidak langsung ia seolah menjadi besan dari nyonya-nyonya besar Anderson yang sekaligus adalah sahabatnya.
Sementara itu para tuan besar dari kedua perusahaan raksasa pun tidak kalah serunya mengobrol perihal hubungan baik mereka yang dulunya berangkat dari bisnis dan pekerjaan hingga kini yang menjadi hubungan kekerabatan.
Suasana malam lamaran itu terlihat begitu ceria. Semua orang terlihat bersuka cita menyambut perhelatan besar yang akan dilakukan satu bulan lagi, terutama kedua calon pengantinnya. Meskipun dalam hati kecil Rich tersimpan beban terhadap masa depan pernikahannya yang harus dilewati dengan kehadiran Chela yang tiba-tiba masuk diantara dirinya dan Runi, serta penyakit yang dideritanya, namun pria itu tetap optimis bahwa ia akan bisa melaluinya dengan baik, entah bagaimanapun caranya. Ia pun berjanji, meskipun ada Chela ditengah mereka, perhatian dan cintanya untuk Runi tidak akan pernah berkurang sedikitpun.
__ADS_1