Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Kedatangan Marleena


__ADS_3

"Sayang, bagaimana perasaanmu hari ini?" Runi bertanya kepada Chela saat ia melihat gadis ciliknya itu kini hanya bisa tertidur dikasur saja tanpa banyak bergerak karena fisiknya yang sangat lemah.


"Baik ma" jawab gadis cilik itu dengan senyum terkembang. Meskipun fisiknya lemah, namun Chela selalu merasa bahagia dan bersemangat jika Runi dan Rich berada di sisinya.


"Apa ada yang sakit?" Runi mengecup pipi putri sambungnya sebelum ia bersiap berangkat kerja.


"Tidak, aku tidak merasakan apa-apa" gelengnya dengan yakin. Dosis obat pereda nyeri yang lumayan tinggi memang cukup membantunya untuk menghalau rasa sakit saat serangan penyakitnya menerpa.


"Habis ini Chela makan ya, lalu minum obat dan bobok supaya cepat sehat" nasehat Runi.


"Iya ma" jawabnya sambil tersenyum.


"Sekarang mama dan papa berangkat kerja dulu, nanti sore kita main kalau mama dan papa sudah pulang, oke!?" berkata sambil mengelus rambut Chela dengan lembut.


"Kalau Chela butuh sesuatu bilang sama mbak ya sayang, nanti biar mbak yang menyampaikan sama mama dan papa" pesannya.


"Trus nanti kalau Chela merasa sakit, harus segera bilang sama om dokter atau tante perawat ya" meskipun Chela dirawat di kediaman Rich dan Runi, namun segala perlengkapan medis nomor satu yang paling canggih milik Rumah Sakit Anderson beserta tim yang paling profesional diterjunkan langsung di rumah mewah itu.

__ADS_1


"Iya ma" lagi-lagi menjawab sambil tersenyum. Chela merasa begitu bahagia karena Runi selalu memperhatikan dirinya disela-sela kesibukan kantornya. Wanita itu selalu penyempatkan diri melakukan panggilan video setiap beberapa jam sekali guna memantau perkembangan sang putri sambung. Figur mama yang selama ini tidak pernah ia rasakan, begitu terasa pada diri Runi.


"Bye sayang, take care ya di rumah" Rich yang sejak tadi hanya diam mematung melihat interaksi antara istri dengan anaknya tanpa banyak bicara, lalu mengecup pipi dan kening sang putri dengan lembut. Cara Runi menerima kehadiran Chela yang notabene hanya anak sambung, mengajarkan pria itu arti sebuah cinta kasih yang tulus tanpa memandang status apapun. Perlahan tapi pasti kini Rich mulai membuka hatinya terhadap sang putri. Bahkan beberapa kali Rich sengaja meluangkan waktu khususnya hanya untuk quality time bertiga dengan dua orang kesayangannya itu.


..........


Kringggg....


Ponsel Runi berdering saat ia sedang bekerja, setelah makan siang di kator pusat Putra Angkasa bersama Haris dan Burhan. Layar datar itu menunjukkan nama Tatik sang pengasuh putri sambungnya yang melakukan panggilan suara.


"Halo mbak Tatik, ada apa mbak?" Runi selalu merasa panik jika pengasuh itu tiba-tiba menelponnya. Ia khawatir jika panggilan itu dilakukan karena telah terjadi sesuatu yang darurat terhadap putrinya.


"Marleena!?" Runi terkejut dan mengernyitkan dahi.


"Iya nyonya, sekarang dia masih di halaman depan bersama security" jelas Tatik lagi.


"Kalau begitu tahan dulu ya mbak, saya akan telpon tuan Rich dulu sebentar, jangan kasih masuk ketemu Chela sampai ada perintah!" kata nyonya Richard Anderson itu.

__ADS_1


"Baik nyonya" kemudian ia mematikan sambungannya dan menunggu sampai ada perintah selanjutnya.


..........


"Halo sayang, ada apa?" Rich mengangkat telpon dari sang istri saat ia sedang rapat bersama Raf, Dimas, Gamal dan Gide.


"Sayang, mbak Tatik barusan telpon, katanya Marleena datang ke rumah dan ingin bertemu dengan Chela" Runi pun langsung menceritakan perihal laporan Tatik ini kepada suaminya.


"Marleena? mau apa dia?" Rich langsung merespon dengan nada tinggi.


"Entahlah, tapi aku sudah bilang sama mbak Tatik kalau Marleena tidak boleh ketemu sama Chela dulu sebelum ada ijin darimu" kata sang istri lagi.


"Baiklah, kalau begitu kita pulang sekarang ya untuk menemuinya, kau bersiap-siaplah, dua puluh menit lagi aku akan tiba di kantormu!" kata Rich dengan tergesa-gesa. Meskipun secara biologis Chela bukanlah anak kandung Runi, namun sejak mereka menikah, Rich selalu melibatkan sang istri atas segala keputusan yang berhubungan dengan Chela.


"Baiklah, hati-hati di jalan ya sayang" kata Runi.


"He em, i love you baby" Rich mengakhiri percakapan mereka.

__ADS_1


"I love you too" Runi pun kemudian menutup telponnya.


__ADS_2