
"Selamat pagi kak Rich" Menta menyapa adik sepupu sang suami yang baru keluar dari kamarnya setelah semalaman tertidur akibat mabuk berat.
"Selamat pagi kakak ipar" katanya sambil duduk di kursi makan.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" Raf menatap wajah sang adik sepupu dengan detail.
"Sudah lebih baikan" Rich mencoba mengembangkan senyuman.
"Tinggalah di sini beberapa hari jika kau butuh untuk menenangkan diri, aku sudah minta ijin sama daddy, ayah dan om kalau kau ingin menemani Raguel bermain beberapa waktu kedepan" setelah mengetahui kondisi sang adik sepupu, Raf langsung mengatakan semuanya kepada Ron, Mike dan George serta meminta ijin kepada mereka agar Rich tidak masuk kantor beberapa hari supaya bisa menenangkan diri sesaat.
"Tidak, aku baik-baik saja, aku akan berangkat kerja hari ini, nanti malam aku juga akan pulang ke rumah" Rich berusaha tegar.
"Apa kau yakin!?" Raf mengernyitkan dahinya.
"He em, tentu saja" angguknya.
"Ini susunya kak, untuk menetralisir sisa minumannya semalam" mama Raguel menyerahkan segelas susu kepada sang mantan casanova.
"Terima kasih" Rich menerima dengan senyuman lagi.
"Sama-sama" jawab istri Raf.
"Oya, kak Rich mau roti isi apa? biar aku buatkan" Menta menawari pria tampan itu.
__ADS_1
"Tidak usah kakak ipar, biar aku buat sendiri nanti" Rich menjadi sungkan karena merepotkan Menta yang kondisinya masih lemah setelah beberapa hari lalu baru saja melahirkan.
"Kakak jangan sungkan, ini kan rumahmu juga, jadi lakukanlah sesukamu ya" Menta paham isi hati Rich.
"Iya kakak ipar, terima kasih ya" ia sangat bersyukur karena dikelilingi oleh kekuarga yang begitu memperhatikannya.
"Ma, habis ini tolong siapkan satu pasang baju kerja punya papa untuk dipakai sama Rich ya" Raf berkata kepada sang istri.
"Iya pa, oke" angguk sang istri segera.
"Makasih ya ma" Raf mengelus pipi sang istri dengan lembut.
"Sama-sama pa" Menta membalas dengan senyuman.
..........
"Selamat pagi" Raf membuka pintu ruang rapat dan menyapa semua orang yang ada di sana.
"Selamat pagi" jawab mereka semua dengan serentak.
"Rich, kau masuk kerja?" Ron terkejut saat melihat putranya masuk ke dalam ruang rapat para direksi bersama Raf.
"Iya dad" angguknya dengan senyum yang lemah.
__ADS_1
"Are you oke!?" sang daddy memicingkan mata.
"He em" kembali mengangguk.
"Kalau kau butuh waktu untuk menenangkan diri, kau bisa ambil cuti beberapa hari Rich" George memberi usul.
"Tidak om, aku baik-baik saja" memaksa tersenyum meskipun hatinya sedih.
"it's okay to not be okay Rich!" Mike yang pernah ditinggal oleh mendiang istrinya sangat paham rasanya kehilangan wanita yang paling dicintainya.
"Aku sudah merelakannya yah, mungkin dia memang akan lebih bahagia dengan pria yang lebih baik dariku!" kemudian ia menarik nafasnya.
"Kau sangat hebat!" Dimas menepuk bahu adik iparnya. Ia yang dulu pernah merasa hampir kehilangan Gaby karena di prank oleh keluarga besar Anderson juga paham betapa beratnya merelakan orang yang dicintai bersanding dengan pria lain.
"Thank you" hanya bisa menjawab sambil tersenyum.
"Percayalah Rich, suatu saat kau pasti akan menemukan cinta sejatimu, seperti Seraku!" Gamal langsung mengingat kembali bagaimana dulu Sera mengobati luka hatinya saat mantan kekasihnya pergi menghilang begitu saja tanpa jejak.
"Iya kak" sambil mengangguk.
"Sudah jangan sedih lagi ya, sebagai hiburannya, bagaimana kalau nanti siang kau aku traktir makan siang?" Gide kemudian menghibur saudara iparnya itu dengan mengajaknya makan siang bersama.
"Tentu saja, dengan senang hati!" meskipun hatinya sedih, namun dengan keberadaan keluarga besarnya yang sangat mendukungnya, membuat Rich merasa tidak sendirian. Ia pun kemudian bertekad untuk berusaha ikhlas dengan pilihan Runi yang akan menikah dengan Greg.
__ADS_1