Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Malam Mingguan


__ADS_3

"Hai" sapa Rich yang sudah datang untuk menjemput Runi di depan pagar rumahnya.


"Hai kak" gadis itu menjawab dengan malu-malu.


"Sudah siap?" Rich menatap Runi yang memakai dress simple dengan warna pastel.


"He em" angguknya.


"Ayo kalau begitu" kemudian Rich membukakan pintu mobilnya.


"Kau mau makan di mana?" tanya Rich basa-basi sambil mengendarai mobilnya.


"Terserah kakak saja" jawabnya masih dengan mode malu-malu.


"Bagaimana kalau di restoran jepang?" Rich yang seorang casanova dan sering ngedate dengan banyak wanita memang cukup memiliki banyak rekomendasi tempat makan enak.


"Boleh" bagi Runi dimana pun tempatnya tidaklah menjadi masalah karena hatinya sedang berbunga-bunga.


"Oke siap tuan putri" kemudian Rich mengemudikan kearah restoran yang dimaksud.


"Yuk" pria itu meraih tangan Runi untuk diajak masuk ke dalam ruang privat.


"Silahkan" sambil menarik kursi untuk tempat duduk gadis itu.


"Terima kasih kak" kata Runi sambil duduk.


"Oya kau mau pesan yang mana?" tanya Rich sambil menyodorkan buku menunya.

__ADS_1


"Sama dengan kakak saja deh" lagi-lagi mengikuti pilihan Rich seperti sebelumnya.


"Oke, kita pesan beberapa ya supaya kau bisa icip-icip semuanya" Rich kemudian meminta pelayan untuk membawakan semua menu yang terbaik dan termahal.


"Oya sambil menunggu pesanan datang bagaimana kalau kita selfie?" Rich mengambil ponselnya yang ada di saku celana.


"Ayo lihat kameranya" setelah duduk mensejajarkan diri dengan gadis itu, Rich pun mengarahkan kameranya ke wajah mereka berdua.


"Kak aku malu, wajahku jelek!" Runi memang bukan tipe gadis yang suka berfoto, hal ini terlihat dari media sosialnya yang hanya dipenuhi oleh foto alam hasil jepretannya.


"Siapa bilang? kau cantik kok!" sang casanova mengeluarkan jurus mautnya.


Dengan sedikit paksaan Runi pun kemudian mau menampilkan wajahnya di depan kamera. Ia memang jarang tampil karena sadar akan penampilannya yang tidak menarik dengan kacamata tebal dan juga kawat giginya.


"Wahhhh akhirnya makanannya datang juga, ayo kita makan" Setelah beberapa saat menunggu makanan tiba, Rich pun kemudian mengambil makanan yang dia anggap enak itu untuk segera disantapnya.


"Iya enak" angguk gadis itu sambil tersenyum.


"Kalau begitu makan yang banyak ya" katanya sambil mengelus rambut Runi dengan lembut, membuat gadis itu semakin merona merah bak kepiting rebus.


..........


"Terima kasih ya kak untuk makan malamnya" Runi yang sudah selesai makan tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya.


"Sama-sama" jawab Rich sambil mengelus pipi gadis itu dengan lembut.


"Kalau begitu ayo kita pulang" setelah menghabiskan makanannya dan membayar semua tagihannya, mereka pun kemudian berjalan ke arah parkiran mobil.

__ADS_1


"Oya besok-besok kalau aku ajak lagi untuk makan seperti ini kau mau tidak?" Rich bertanya sambil menggandeng tangan Runi.


"He em" angguknya dengan rasa malu.


"Terima kasih ya" Rich mempererat genggaman tangannya.


"Sama-sama kak" jawab Runi sopan.


Sepanjang perjalanan mereka pun mulai membuka obrolan dengan hal-hal yang ringan. Rich yang sudah mulai mengetahui kesukaan Runi pun mencoba mengambil hatinya.


"Sudah sampai" Rich memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah mewah milik orang tua Runi.


"Terima kasih kak untuk traktirannya" kata gadis itu sebelum keluar dari mobil.


"Sama-sama" jawabnya sambil tersenyum.


"Aku masuk ya" pamitnya.


"Istirahat yang nyenyak ya Runi, see you" kata sang casanova.


"Iya kak, see you" kemudian turun dari mobil dan melambaikan tangan.


"Masuklah" kata Rich kemudian saat melihat gadis itu masih berdiri menunggunya pergi.


"Iya" kemudian berjalan ke dalam rumah meninggalkan Rich yang juga sengaja menunggunya masuk ke dalam rumah.


"Halo baby, tunggu aku ya, aku akan segera meluncur ke apartemenmu sayangku" setelah Runi masuk ke dalam rumah, Rich pun menjalankan mobilnya dan menghubungi gadis lain untuk diajak berkencan di apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2