Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Adik Untuk Chela


__ADS_3

"Sayang ayo kita keluar kamar!" rengek Runi pada malam hari berikutnya.


"Memangnya kau mau ngapain sih keluar kamar hemmm?" tanya sang suami sambil mengelus kulit halus wanita cantik yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu.


"Aku ingin keliling kapal dan bertemu dengan yang lain" wanita itu merasa bosan di dalam kamar terus menerus karena sang suami benar-benar menepati ucapannya yang ingin mengurungnya sepanjang waktu bulan madu mereka. Sudah lebih dari tiga puluh jam pria itu mengurung sang istri di dalam kamar dengan tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.


"Baiklah kita akan keluar, tapi hanya untuk makan malam saja ya, habis itu kita masuk kamar lagi" jawab Rich dengan senyum penuh arti.


"Sayang, kau ini benar-benar ya!" menepuk dada bidang suaminya yang masih sama polosnya.


"Habis siapa suruh kau begitu cantik dan menggemaskan hemmm? jadi aku kan tidak tahan ingin mengunyahmu hidup-hidup!" setelah enam tahun menahan segala gejolaknya terhadap rayuan dari wanita manapun, saat ini Rich memang layaknya beruang kutub yang baru selesai hibernasi dan memulai perburuannya kembali.


"Sudah ah ayo keluar!" Runi beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berpakaian. Ia sengaja tidak meladeni ucapan suaminya itu, karena pasti ujung-ujungnya dia akan gagal keluar kamar lagi.


..........

__ADS_1


"Mamaaaaa,,, papaaaaaaaa..." Chela menyambut kedua orang tuanya itu dengan wajah yang sangat ceria saat melihat keduanya berjalan menuju ke ruang keluarga. Meskipun ia hanya bisa duduk diatas kursi roda, namun semangatnya tetap tidak pernah padam.


"Halo sayang anak mama" Runi memeluk dan mengecup kening putri sambungnya.


"Mama sama papa dari mana saja sih? aku dari kemarin cari-cari terus tapi tidak ada!" tanyanya.


"Mama dan papa lagi sibuk buat adik untuk Chela! Chela mau tidak punya adik?" Rich meraih pinggang Runi di depan gadis cilik mereka.


"Sayang!" Runi yang merasa malu dengan sikap suaminya yang tidak tau tempat langsung melepaskan pelukannya.


"Adik buat Chela? mau donggg!" gadis cilik itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi sebagai tanda bahwa ia sangat gembira.


"Oke, siap paaaa" angguknya dengan kencang, tanda paham.


"Anak pintar" kini mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


"Sayang, rambut Chela jadi berantakan tuh!" Runi protes melihat poni gadis cilik itu yang tidak pada tempatnya.


"Maaf tidak sengaja heheheheh" kemudian merapikan kembali tatanan rambut yang sebelumnya dia rusak itu.


"Chela senang sekali bisa punya mama dan papa, sekarang Chela jadi bisa pamer sama teman-teman yang lain deh heheheh" melihat bagaimana Rich dan Runi memperlakukannya dengan baik, gadis itu merasa sangat bahagia, karena sejak kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari mama kandungnya sendiri dan hanya diasuh oleh nenek serta kakeknya saja.


"Mama juga senang punya Chela, sudah cantik, pintar, baik hati lagi" kecupan Runi mendarat disetiap inci wajah gadis itu, membuat yang dikecup tergelak hebat karena merasa kegelian.


"Ya sudah ayo kita makan malam, pasti kalian sudah lapar kan?" Rich meraih pegangan kursi roda Chela.


"Mbak Tatik istirahat dulu saja ya, biar Chela makan malam bersama kami, nanti kalau sudah selesai baru kembali lagi" Runi berkata kepada sang pengasuh yang sudah begitu setia melayani Chela selama ini.


"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" kata sang pengasuh.


"Iya mbak, makan malam dulu saja ya sama mbak-mbak yang lain" kata Runi lagi. Dibandingkan dengan pengasuh-pengasuh cicit-cicit Anderson yang lain, bisa dibilang memang Tatiklah yang memiliki beban paling berat karena harus standby dua puluh empat jam merawat Chela yang sakit parah.

__ADS_1


"Iya nyonya terima kasih" angguk Tatik. Meskipun pekerjaannya cukup berat, namun ia bersyukur karena memiliki keluarga majikan yang sangat baik, terlebih saat ini Rich sudah menikah dengan Runi yang ramah dan selalu menghargainya sebagai sesama manusia tanpa memandang kasta.


"Sama-sama" jawabnya sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu bersama suami dan anak sabungnya untuk menemui keluarga besar mereka dan makan malam bersama.


__ADS_2