
Setelah di rawat selama dua malam dan kemudian dilakukan diskusi bersama keluarga besar Anderson, maka diputuskan perawatan Chela akan dilakukan secara intensif di kediaman Ron dan Ayu dengan mengutus tim medis khusus yang akan memantau perkembangan kesehatan gadis cilik itu selama dua puluh empat jam penuh. Segala fasilitas nomor satu di rumah sakit yang memang dianggap bisa menjadi sarana penyembuhan bagi gadis itu pun dipindah ke rumah hanya demi Chela seorang.
"Selamat datang di rumah sayang" Ayu memeluk cucunya yang baru saja tiba di rumah bersama dengan Rich dan pengasuhnya.
"Terima kasih grandma" Chela menjawab sambil tersenyum.
"Ayo kita ke kamar" Rich kemudian menggendong putrinya menuju kamar di lantai dua rumah itu.
"Iya pa" angguk Chela dengan senyum bahagia karena kini sang papa sangat perhatian kepadanya.
"Tidulah, nanti mbak yang akan membawakan makanan untukmu" Rich merebahkan tubuh mungil Chela di kasur dan menyelimutinya.
"Papa,," Chela menahan tangan Rich ketika pria itu hendak berjalan keluar kamar.
"Ya?" sang papa terhenti sejenak.
"Terima kasih ya, Chela sayang papa" katanya sambil tersenyum ditengah rasa sakit yang ia rasakan.
__ADS_1
"Iya, sama-sama" Rich kemudian membalasnya dengan sebuah kecupan dikening, membuat senyum gadis kecil itu semakin terkembang sesaat sebelum akhirnya ia terlelap karena pengaruh obat yang dikonsumsinya.
..........
"Apa Chela sudah tidur?" Ayu bertanya saat melihat sang putra turun dari lantai dua rumahnya.
"Sudah mom" angguk Rich.
"Syukurlah, semoga semua proses pengobatannya berjalan lancar ya" kata Ananda yang ikut merasa prihatin.
"Iya bunda" pria itu pun berharap kesembuhan bagi sang putri.
"Amin" setiap doa kebaikan selalu diamini oleh sang mantan casanova itu.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kelanjutan rencanamu dengan Runi?" Mike membuka perbincangan setelah semua orang berkumpul untuk mememani Chela yang baru pulang dari rumah sakit.
"Aku sesungguhnya ingin disegerakan saja, karena aku sangat serius padanya" jawab Rich dengan wajah serius.
__ADS_1
"Kalau gitu segera atur waktunya, bilang sama Runi kalau kita ingin berkunjung secara resmi ke rumah mereka!" George memberi saran.
"Iya om, segera aku atur deh kalau begitu" angguknya merasa senang karena semua tetua dikeluarganya sangat mendukung.
"Dengarkan aku Rich, kalau kau memang serius sama Runi, dad akan mendukungmu seratus persen, tapi sekali saja kau melukai hatinya lagi karena bermain-main dengan wanita lain, maka hak waris dan nama besar Anderson akan aku cabut dari dirimu, camkan itu!" Ron menatap sang putra dengan sangat tegas.
"Iya dad, aku pasti akan memegang janjiku dengan teguh" rasa cintanya kepada Runi membuatnya sangat yakin kalau ia pasti akan setia hingga maut memisahkan mereka.
"Grandma tidak sabar ingin segera menimang cicit bayi lagi" grandma Ruth berharap ia masih bisa menyaksikan cucunya menikah dan kemudian punya anak disisa usianya yang sudah senja.
"Iya, semoga kita bisa melihat cucu terakhir kita menikah dan punya anak ya" grandma Merlyn pun mengharapkan hal yang sama, mengingat dari semua cucunya hanya tinggal Rich saja yang belum menikah.
"Kita harus segera cari bahan untuk dijadikan seragam keluarga lagi nih!" Sera yang berprofesi sebagai seorang designer pun merasa sangat antusias.
"Benar, kita memang harus hunting nih sepertinya" Rach terlonjak girang.
"Aku juga akan mempersiapkan kue pengantin terbaik untuk kalian sebagai hadiah dariku" Gaby sang chef profesional langsung memutar otaknya.
__ADS_1
"Akhirnya sahabatku ini jadi saudara iparku juga" Menta merasa geli dengan lingkaran keluarganya yang seperti berputar disekelilingnya saja.
Sambil menemani Chela yang sedang sakit, mereka pun kemudian berembuk untuk kesepakatan hari H nya perihal rencana Rich melamar Runi ke kediaman Hendro dan Dini. Mike dan George sebagai kakak dan besan dari Ron sekaligus perwakilan sesepuh dari keluarga Anderson pun kemudian menghubungi Surya sebagai perwakilan dari Hendro untuk mengajak berdiskusi tentang tanggal lamarannya ini.