Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Live Show


__ADS_3

"Sayang, kau kenapa?" tanya Rich yang melihat sang istri merenung sepanjang sore hingga malam.


"Tidak apa-apa" geleng Runi.


"Jangan berbohong, aku tau kau pasti menyembunyikan sesuatu" kata Rich.


"Kenapa ya aku susah hamil? padahal kita sudah lama menikah tapi sampai sekarang belum juga punya anak" kata wanita cantik itu.


"Astaga sayang, kenapa sih dibahas lagi? kan aku sudah pernah bilang, kita ini memang dikasih waktu sama Tuhan untuk berdua lebih lama lagi, jadi jangan dirisaukan ya!" kata Rich sambil mengelus pipi sang istri dengan lembut.


"Aku sangat iri dengan Menta, dia baru saja melahirkan, eh tau-tau sudah hamil saja, rasanya hatiku begitu sesak" air mata tak tertahankan.


"Sayangggg,," Rich yang paham perasaan hati sang istri hanya bisa memeluknya dengan erat untuk memberikan penguatan.


"Kalau aku tidak juga kunjung hamil, apa kau akan menceraikan aku dan menikahi wanita lain yang bisa memberimu anak?" tatapan sendu terlihat dari wajah Runi.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" menatap balik istrinya.


"Kau kan keturunan laki-laki dari keluarga yang sangat terpandang, pastinya harus memiliki keturunan!" merasa putus asa.


"Kalau memang tidak punya anak kandung, kita kan bisa adopsi, nanti aku tinggal bilang sama grandma asuh dan kita bisa langsung punya anak satu kompi hehehe" jawab Rich dengan santai.


"Sayang, aku serius, kenapa kau malah bercanda!?" Runi selalu kesal jika Rich menjawab dengan seenaknya saja saat dirinya sedang galau tentang anak.

__ADS_1


"Aku juga serius!" jawab pria itu.


"Ck tau ah kau selalu menyebalkan!" gerutu sang istri.


"Sudah ya jangan dibahas terus, nanti kau semakin stress" membelai lembut kepala wanita yang sudah memenuhi hati dan pikirannya.


"Bagaimana kalau kita nonton saja? aku baru dapat film keren loh!" kata Rich dengan penuh makna.


"Film apa?" tanyanya penasaran.


"Ayo sini duduk" menepuk sisi tempat tidur yang kosong.


"Sayanngggg, kenapa filmnya begini sih!?" Runi protes saat suaminya memutar film horor.


"Aku tidak mau ahhhh!!" menggelengkan kepalanya dengan kencang.


"Kenapa memangnya?" tanyanya.


"Aku takut!" menunjukkan wajah cemberut.


"Kan ada aku, kalau kau takut tinggal peluk aku, cium aku, raba aku, remas aku, pokoknya aku pasrah deh mau diapakan juga" senyum jahil terkembang diwajah sang mantan casanova.


"Ihhhhh kau ini kenapa otaknya mesum sekali sih!" memukul bahu suaminya berkali-kali.

__ADS_1


"Tapi kau kan selalu ketagihan dengan kemesumanku itu hehehehe" benar-benar tertawa puas.


"Isssshhhhhh!!" memajukan bibirnya.


"Kalau kau tidak mau menonton film ini, bagaimana kalau kita bikin film sendiri saja?" kemudian memberikan solusi lagi.


"Maksudnya?" mengernyit karena tidak paham.


"Kita bikin film live show gitu!" menaik turunkan alisnya dengan wajah menantang.


"Sayangggggg ihhhhhhh kau ini benar-benar ya!" setelah menyadari maksud suaminya Runi pun langsung menarik selimut dan membalikkan badannya.


"Ayolah sayang, sepertinya akan lebih seru kalau kita yang jadi bintang utamanya!" Rich menarik selimut dari tubuh istrinya dan kemudian mulai menindih sang istri.


"Otakmu itu kenapa selalu saja menjurus kesana?" protes Runi.


"Habis istriku sangat menggoda sih, siapa suruh kau begitu cantik dan memikat hemmm?" kini tangannya mulai tidak terkondisikan.


"Ahhhhhh sayang" Runi yang diperlakukan sangat lembut pun sudah tidak bisa menolak semua tindakan suaminya itu.


"Emmmpppphhhhh ahhhhhhhhh" suara lenguhan terdengar dari bibir wanita cantik tersebut.


Siaran langsung mereka pun kemudian terjadi bersamaan dengan diputarnya film horor dilayar TV. Suasana panas tidak dapat dihindari dan berlangsung hingga tengah malam tiba.

__ADS_1


__ADS_2