
"Dari mana kau Richard Anderson?" suara menggelegar terdengar saat pria tampan itu memasuki ruang keluarga hendak menuju kamarnya.
"Mom, astaga aku sangat kaget!" Rich terlonjak karena saat itu suasana sudah sepi dan waktu menunjukkan pukul dua belas malam.
"Ck, jangan pura-pura kaget, cepat jawab dari mana kau!" hardik Ayu kepada sang putra.
"Aku habis jalan mom sama teman" Rich menjawab dengan santai.
"Teman yang mana? teman-teman wanita yang tidak punya harga diri itu!?" sang mommy sudah sangat putus asa melihat kelakuan putranya yang memiliki banyak pacar dalam satu waktu yang bersamaan.
"Mom, kenapa perkataan mom pedas sekali sih!?" kata Rich kepada Ayu.
"Loh bukankah itu kenyataan? mana ada wanita terhormat mau melakukan itu sama pria yang belum menjadi suaminya? hanha wanita murahan dan tidak punya harga diri yang suka begitu. Sama halnya dengan kau yang juga tidak ada harg dirinya sama sekali jadi laki-laki!" kata Ayu dengan sinis.
"Ya ampun mom, aku ini anakmu, kenapa kau mengatai aku sejahat itu?" jawaban pria muda itu selalu saja membuat sang mommy semakin emosi.
"Kau bukan anakku, kau itu anak Ron, karena kalian sama playboynya!" sang mommy yang emosi sampai tidak mau mengakui anaknya lagi yang memiliki sifat casanova.
__ADS_1
"Sayang kok aku jadi dibawa-bawa sih, aku ini pria setia, apa kau tidak ingat kalau selama kita menikah aku hanya mencintaimu seorang!?" Ron sang suami protes karena dikaitkan dengan perilaku putranya.
"Tapi masa mudamu sama seperti anakmu kan!?" tatapan sang istri seperti menghujam jantung Ron.
"Iya maaf, maaf" lagi-lagi dosa masa lalunya membuat daddy dua anak itu tersudut.
"Hey, aku belum selesai bicara denganmu Rich Anderson!" Ayu yang melihat Rich mengambil kesempatan kabur saat dirinya beradu argumen dengan Ron langsung mencegahnya.
"Iya mom, ada apa lagi?" Rich pura-pura senyum.
"Katakan siapa temanmu yang tadi bersamamu?" biasanya setelah mengetahui identitas wanita itu Ayu langsung menghampirinya dan memintanya untuk menjauhi sang putra.
"Bohong!" Ayu yang paham bahwa Runi adalah gadis baik-baik tidak percaya begitu saja.
"Ya ampun, mom kenapa sih tidak pernah percaya pada putramu sendiri?" kata pria itu mengiba.
"Mana mungkin, Runi itu gadis baik-baik, dia tidak mungkin dengan mudahnya menyerahkan harta berharganya hanya untuk pria hidung belang sepertimu!" sang mommy lagi-lagi menghina kelakuan sang putra.
__ADS_1
"Ini, lihatlah, aku dan Runi memang pergi berdua tadi, lihat jam dimana gambar ini diambil!" Rich menunjukkan bukti yang membuat Ayu tidak bisa berkutik lagi karena memang benar photo itu diambil malam ini saat pukul tujuh.
"Apa benar kau bersama Runi?" masih sangsi.
"Ya sudah, biar aku telpon dia agar mom percaya!" Rich pura-pura ingin menghubungi Runi.
"Tidak usah, apa kau sudah tidak waras, ini sudah tengah malam, kau bisa mengganggu orang istirahat!" sang mommy mencegahnya.
"Jadi mom percaya kan?" Rich merasa menang.
"Lalu apa yang kalian lakukan selama pergi tadi?" masih mencecar dengan pertanyaan.
"Hanya makan malam dan ngedate seperti orang lain mom, itu saja!" Rich berkata jujur tentang Runi, meskipun setelahnya ia pergi ke apartemen gadis lain dan bermain-main di atas ranjang bersamanya hingga tengah malam.
"Awas ya kalau sampai kau berbohong dan macam-macam, mommy sumpahin kau dapat istri yang lebih galak dan lebih judes dari mommy, sampai-sampai kau akan ketakutan setengah mati kalau melirik gadis lain!" sumpah serapah keluar dari mulut Ayu.
"Mana berani aku macam-macam dengan Runi mom, yang ada aku bisa dibantai sama Om Hendro dan Om Surya!" Rich yang tau bahwa Runi adalah gadis yang sudah dianggap seperti anak oleh Surya rekan bisnis perusahaan keluarganya sekaligus besan dari Mike sang uncle, memang tidak berani menyentuh gadis itu sama sekali, ia hanya berniat menjadikannya tameng saja untuk memperlancar aksinya.
__ADS_1
"Ya sudah sana tidur!" Ayu kemudian masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Rich bersama dengan Ron.
"Jaga sikapmu Rich, jangan sampai kau menyesal karena membuat gadis itu bersedih, aku juga pernah menjadi playboy, jadi kau akan tidak bisa berbohong padaku!" Ron yang tidak banyak bicara sejak tadi, memberi nasehat pada sang putra. Meskipun ia tidak berkata apapun, namun pada kenyataannya ia tau segala ulah sang putra, karena Ron mengirim pengawal pribadi untuk memata-matainya selama dua puluh empat jam penuh. Ia hanya tidak mau membuat sang istri semakin resah saja, sehingga pria itu berpura-pura tidak tau apa-apa.