Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Dukungan Untuk Runi


__ADS_3

"Tenanglah, semua akan baik-baik saja" Rich mencoba menenangkan Runi yang sejak tadi gelisah saat mereka melakukan perjalanan menuju bandara.


"Dia orang baik kak, kenapa harus begini? hiks hiks hiks" isak tangis Runi pecah setelah sejak tadi ia menahannya.


"Kita belum tau informasi yang sesungguhnya, mungkin saja temanmu itu salah" meskipun Rich merasa cemburu dengan sikap Runi yang begitu mencemaskan kekasihnya, namun ia berusaha berlapang dada dan mencoba membantu gadis itu dengan tulus.


"Aku harap begitu" rasa cemas sangat menghantui Runi.


"Coba kau hubungi ponselnya, mungkin saja dia mengangkatnya" Rich memberi usul.


"Kau benar, kenapa aku sangat bodoh!" maki Runi terhadap dirinya sendiri.


"Bagaimana?" Rich menatap Runi sekilas.


"Tidak aktif, diluar jangkauan" tangannya menggenggam erat ponsel yang baru ia gunakan untuk menghubungi sang kekasih.


"Coba sekali lagi" Rich mencoba optimis.


"Masih sama" gelengnya setelah mencoba lagi.


"Baiklah, kalau begitu memang sepertinya kita harus menunggu sampai tiba di bandara" Rich pada akhirnya menyerah.


"Hufffffff" Runi hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai di bandara kok" kata pria itu sambil mengelus rambut Runi dengan lembut.


"Iya kak" Runi pun hanya pasrah.


..........


"Permisi, saya mau bertanya tentang pesawat yang kehilangan kontak, apakah sudah ditemukan?" Runi yang sudah tiba di bandara langsung menanyakannya ke bagian informasi.

__ADS_1


"Maaf nona apakah yang anda maksud adalah jet pribadi jenis airbus yang disewa oleh keluarga Anthony?" tanya seorang kru bandara.


"Benar, itu adalah kekasih saya Gregorius Anthony dan keluarganya" angguk Runi.


"Dengan berat hati kami harus menyampaikan kepada anda bahwa pesawat itu dinyatakan mengalami kecelakaan di tengah laut dan seluruh penumpangnya tidak ada yang selamat" kru bandara itu memberikan informasi kepada Runi.


"Tidak, tidak mungkin, kak Greg tidak mungkin pergi begitu saja!" Runi histeris saat mengetahui kenyataannya.


"Runi tenanglah" Rich memeluk gadis yang sedang histeris itu. Meskipun ia cemburu, namun melihat Runi bersedih seperti ini membuat hatinya merasa ikut sedih.


"Kak, dia orang baik, aku tidak rela jika dia harus pergi dengan cara seperti ini!" ia seperti kehilang figur seorang kakak yang sangat disayanginya.


"Sabarlah Runi" Rich mempererat pelukannya untuk menenangkan gadis cantik itu.


"Rich ajak Runi duduk di kursi itu" Raf menunjuk sebuah kursi tunggu di depan ruang informasi tersebut.


"Ayo Runi" Rich kemudian memapah gadis itu ke kursi yang dimaksud. Sementara itu Raf, Burhan dan Haris sibuk mencari informasi tentang pesawat tersebut dan menghubungi keluarga Putra Angkasa serta keluarga Anderson untuk meminta dukungan moral bagi Runi yang sedang syok berat.


..........


"Iya sayang, makasih ya anak tampan" Runi kemudian mencium anak dari sahabatnya itu.


"Sayang, ayo makan dulu, sejak tadi kau belum makan apapun" Dini mencoba untuk merayu putrinya agar mau makan malam.


"Nanti saja ma, aku belum lapar" perasaan sedih membuat gadis itu tidak berselera makan sama sekali.


"Apa mau tante pesankan makanan kesukaanmu sayang?" Tata bertanya kepada Runi.


"Tidak usah tante, terima kasih" gelengnya.


"Atau tante Sekar masakkan makanan kesukaanmu ya?" tanya istri Adhi.

__ADS_1


"Jangan tante, nanti merepotkan, aku hanya belum lapar saja kok" kata gadis cantik itu.


"Meskipun belum lapar, kau harus tetap makan sayang" Ananda mencoba membujuknya.


"Sebentar lagi tante" masih menolak makan.


"Iya benar, kalau tidak makan nanti kau bisa sakit" Ayu mengangguk.


"Iya tante" jawabnya lagi sambil tersenyum.


"Biar tante suapin ya?" Maya menawarkan diri.


"Tidak usah tante, biar Runi makan sendiri saja" karena sudah dibujuk oleh semua orang, akhirnya Runi pun menerima makanan yang disuguhkan kepadanya.


"Apa kau mau makan yang lain lagi?" Rach bertanya.


"Tidak, ini saja sudah cukup" untuk menghabiskan makanan yang dipiringnya saja seperti sudah sangat sulit.


"Atau aku pesankan dari restoranku ya?" kata Gaby yang berprofesi sebagai seorang chef sekaligus pemilik restoran mewah ternama di ibukota.


"Jangan kak, nanti malah tidak kemakan" gelengnya.


"Kalau butuh sesuatu kau harus bilang ya" pesan Sera.


"Iya pasti" Runi merasa sangat bersyukur karena disaat ia kehilangan kekasihnya, masih banyak keluarga yang memperhatikannya.


"Tetap semangat ya sayang" Ajeng mama mertua Gaby memberi dukungan moral.


"Terima kasih tante Ajeng" gadis itu tersenyum lagi.


"Tenang saja Runi, kan masih ada cucu grandma satu lagi, jadi kau masih punya cadangan" Grandma Merlyn mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Benar, meskipun dia sudah barang bekas, tapi masih lumayan berkualitas kok" Grandma Ruth pun mendukung kakaknya untuk menjodohkan Runi dengan Rich.


Sementara Runi hanya tersenyum tanpa berkata apapun untuk menanggapi ucapan duo grandma itu. Namun demikian ia sangat merasa bahagia karena semua keluarganya berkumpul menjadi satu untuk memberikan dukungan moral kepadanya.


__ADS_2