Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Bingung


__ADS_3

Setelah kejadian saat terjebak hujan di kantor, Runi yang awalnya sudah mulai berusaha bersikap normal kepada Rich layaknya rekan kerja pada umumnya, kini ia terpaksa menjaga jarak kembali. Gadis itu takut jika ia tidak bisa menahan diri jika nanti Rich mendekatinya lagi seperti kemarin.


"Apa kau baik-baik saja?" Menta bertanya kepada sahabatnya saat berada di dalam kamar gadis itu setelah mereka selesai makan malam.


"Iya, memangnya kenapa?" jawab Runi.


"Sikapmu kenapa jadi aneh begitu sih? bukannya kemarin kau dan kak Rich sudah baikan? kenapa sekarang seperti perang dingin lagi?" Menta yang sudah mengenal Runi sejak masih kecil memang tau persis gelagat sang sahabat jika menyembunyikan sesuatu.


"Tidak, kami baik-baik saja kok!" mengelak dengan cepat.


"Kau itu tidak bisa berbohong padaku Runi, aku kenal kau dari bayi, apa kau lupa itu!?" Menta menatap mata Runi hingga gadis itu salah tingkah.


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian hah!?" terus mendesak.


"Kemarin dia menciumku!" terpaksa Runi pun menceritakan kepada Menta.


"What? kau tidak salah ngomong kan!?" mata Menta terbelalak.

__ADS_1


"Tidak, kemarin saat aku dan kak Rich sedang lembur, kami terjebak hujan, karena tidak bisa pulang maka aku terpaksa menunggu sampai reda, lalu kak Rich mendekatiku dan menciumku!" jelasnya seperti yang ia alami kemarin di tempat kerja mereka.


"Lalu kau bagaimana?" bertanya reaksi gadis itu.


"Apanya yang bagaimana?" Runi tidak paham.


"Apa kau membalas ciuman itu? kau menyukainya tidak?" sang dokter sangat penasaran.


"Huffffffff" Runi malu mengakui bahwa ia membalas ciuman itu dan sangat menikmati momen tersebut bersama dengan Rich.


"Ahhhhh pasti kau membalasnya kan??? lihatlah wajahmu merah begini, aku bisa pastikan kau menyukai ciuman itu!! hahahahah" melihat Runi malu-malu, Menta malah terbahak-bahak.


"Kenapa bingung?" Menta mengernyit.


"Tentu saja aku bingung, kau tau kan aku sudah punya pacar? aku dan Greg sudah pacaran selama empat tahun dan ia sangat baik padaku, aku seharusnya tidak boleh melakukan ini kepadanya!" Runi merasa berdosa kepada kekasihnya.


"Tapi yang kau cintai adalah Rich, bukan Greg!" Menta mengingatkan.

__ADS_1


"Aku mencintai Greg!" Runi membela diri.


"Mulutmu bisa berbohong sayang, tapi hatimu tidak. Dulu kau bilang sangat membenci kak Rich karena dia telah menghina dan mempermalukanmu di depan banyak orang, tapi saat kalian bertemu kembali, rasa cintamu ternyata lebih besar dari rasa bencimu kan!? meskipun sikapmu selalu saja judes dan ketus kepadanya, tapi aku tau kalau kau sesungguhnya sudah memaafkannya jauh sebelum dia meminta maaf kepadamu! Sekarang pun demikian, kau bilang kau mencintai Greg, tapi pada faktanya cintamu itu hanya milik Rich seorang. Sejak dulu dan sampai kapan pun, yang ada di hatimu hanyalah Rich!" Menta berceramah panjang lebar kepada sahabatnya.


"Tau ah!" Runi hanya bisa menghempaskan dirinya di atas tempat tidur.


"Selesaikan segera Runi, jangan terus berada dipersimpangan seperti ini, karena itu akan sangat menyakitkan!" Menta kembali menasehati.


"Tidak bisa, Greg terlalu baik untuk disakiti!" biar bagaimana pun juga, waktu empat tahun bukanlah waktu yang singkat bagi mereka berdua untuk menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Meskipun tidak ada rasa cinta di hati Runi untuk Greg, tapi dengan segala kebaikan pria itu kepadanya selama ini, membuat gadis itu sangat menyayanginya seperti seorang kakak. Ia tidak akan pernah tega melukai hati Greg yang begitu tulus menyayangi dan mencintainya.


"Akan lebih kasihan lagi jika kau melanjutkan semua ini dengan Greg ke jenjang yang lebih jauh, tapi ternyata hatimu bukan untuknya!" sang sahabat berusaha membuka pikiran Runi.


"Kalau kau diposisiku, apa yang akan kau lakukan? apa kau akan tega kepada kekasihmu yang sudah setia mendampingimu dari bawah hingga berada di posisi yang baik seperti sekarang?" Runi membalikkan pertanyaan itu kepada Menta.


"Aku tau itu sulit, makanya sebelum semua semakin rumit, kau harus segera mengakhirinya!" Menta paham kegundahan hati sahabatnya itu.


"Aku mau tidur ah, sudah sana kau kembali saja ke kamarmu, suamimu pasti sudah menunggu!" Runi benar-benar tidak bisa berfikir jernih.

__ADS_1


"Pikirkan kembali apa yang aku katakan ya, jangan sampai kau menyesal dikemudian hari Runi!" Menta tidak ingin sahabatnya salah dalam mengambil keputusan hidup.


"Hemmmmm" Runi hanya menjawab sekenanya sambil menutup wajahnya dengan bantal karena kepalanya seperti mengebul.


__ADS_2