Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
DP


__ADS_3

Setelah kepergian Chela beberapa waktu lalu, kehidupan keluarga kecil Runi dan Rich memang belum seratus persen pulih seperti sedia kala. Ditambah lagi kondisi Menta yang cukup buruk pasca melahirkan, membuat mereka berdua ikut sibuk karena harus bolak balik dari rumah, kantor dan rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada Raf yang begitu terpukul.


"Ahhhhh aku lelah sekali" Rich merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamar mereka sesaat setelah mereka pulang dari rumah sakit.


"Aku siapkan air hangatnya dulu ya supaya kau bisa mandi dan segar kembali" kata Runi yang langsung berjalan menuju kamar mandi mereka.


"Iya baiklah" angguk Rich.


"Airnya sudah siap sayang, mandilah duluan, aku akan siapkan pakaian gantinya" kata Runi yang baru keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama? aku sangat merindukanmu sayang, rasanya sudah lama sekali aku tidak menikmati kebersamaan kita!" Rich memeluk sang istri dan mulai mengendus-endus leher jenjang itu.


"Ishhh kau ini manja sekali sih" menepuk dada bidang pria tampan keturunan bule tersebut.


"Ayo" dengan sigap Rich menggendong istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi.


"Ahhhhh sayang" Runi meremang saat sang suami mulai melucuti seluruh atribut ditubuhnya sambil mengendusi setiap inci kulit lembut nan putihnya.


"Rasanya sudah satu abad aku tidak merasakan ini" ia menempatkan wajahnya dibagian yang paling kenyal milik sang istri.


"Sayanggggggg emmmppphhhhh" Runi melenguh karena perlakuan Rich yang membuatnya seperti tersengat listrik bertegangan rendah.


"Kau benar-benar membuatku tergugah, sangat menggemaskan!" Rich tidak tahan untuk tidak bertindak lebih lagi.


Pertempuran pun berlangsung cukup lama, bahkan hingga air panas di bathup berubah menjadi dingin mereka masih terus saja bergelut.


..........


Tok Tok Tok...

__ADS_1


"Permisi nyonya" Tatik memanggil majikannya yang baru saja selesai mandi sambil melepaskan kerinduan yang terpendam.


"Masuk mbak" jawab Runi yang masih menggunakan bathrobe.


"Ini ada surat dari tuan Haris dan tuan Burhan, katanya untuk nyonya" lapor sang asisten.


"Ahhh terima kasih ya mbak" Runi akhirnya mendapatkan surat yang sudah ia tunggu-tunggu sejak satu minggu silam.


"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi ya" kemudian Tatik menutup pintunya kembali.


"Apa itu sayang?" Rich yang baru keluar dari kamar mandi pun kemudian duduk di sebelah sang istri yang sedang fokus membaca surat dengan seksama.


"Ini surat perjanjian kerja sama antara Putra Angkasa dengan grup Lee, tadi sore surat ini tiba di kantor setelah aku berangkat ke rumah sakit untuk menengok Menta, jadi aku minta tolong sama Burhan dan Haris untuk mengantarnya ke sini sekalian mereka pulang kerja" jelas Runi.


"Ohhhhh" sang suami hanya ber oh ria saja.


"Grup Lee bersedia melakukan kerja sama dengan Putra Angkasa dan kami akan segera melakukan tanda tangan kontraknya serta survey lapangan" Runi tersenyum puas.


"Iya, makanya lusa aku, Haris dan Burhan akan berangkat ke sana" angguk wanita cantik itu.


"Ohhhhh" kembali ber oh ria sambil manggut-manggut.


"Ehhhh apa??? tunggu!!! lusa kau akan keluar kota!?" Rich terbelalak setelah menyadari perkataan sang istri.


"Iya, aku akan menandatangani kontrak kerjanya sekalian survey lapangan" jawab Runi dengan santai.


"Kenapa kau tidak bilang padaku kalau lusa mau pergi ke luar kota?" protes Rich kemudian.


"Loh kan barusan aku bilang!" Runi merasa bingung karena Rich tiba-tiba protes.

__ADS_1


"Maksudnya kenapa tidak memberitahu jauh-jauh hari? kenapa mendadak begini?" semakin protes.


"Loh bagaimana aku bisa memberitahu dari jauh-jauh hari? kan suratnya saja baru sampai dan baru aku baca!" Runi menjawab sambil menunjukkan surat yang dimaksud.


"Berapa lama kau akan pergi?" bertanya tanpa basa-basi.


"Tidak lama kok, paling cepat tiga hari, paling lambat seminggu" menjawab sambil memperkirakan waktunya.


"What? no way!" sang suami menggeleng dengan keras.


"Loh kenapa memangnya?" Runi mengernyitkan dahi.


"Sayang kita ini baru saja kembali hidup dengan tenang setelah selama ini seperti diombang ambingkan oleh nasib. Banyak sekali kejadian buruk yang menimpa kita, seperti pamannya Menta meninggal, kemudian Chela juga meninggal, lalu Menta melahirkan dan kondisinya juga sempat kritis. Baru saja kita bisa bernafas lega setelah semua itu terlewati, masa aku harus mendapat cobaan lagi dengan berpisah denganmu!?" ia meluapkan emosinya.


"Uhhhhhh suamiku sayang" Runi merasa geli melihat bagaimana Rich bersikap seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan es krim oleh mamanya.


"Tau ah aku sebel" Rich langsung membuang muka.


"Jangan ngambek dong, kan aku hanya pergi sebentar saja, aku janji deh kalau sudah selesai aku akan segera pulang" kata Runi membujuk.


"Ck, tetap saja itu akan lama, berpisah denganmu dari pagi sampai sore saja aku sudah tidak tahan!" ia berdecak kesal.


"Gini deh, nanti habis tanda tangan proyeknya selesai, aku janji akan mengambil cuti, jadi kita akan punya banyak waktu luang bersama, bagaimana?" wanita cantik itu naik keatas pangkuang suaminya.


"Bener ya? jangan bohong!" Rich masih merajuk.


"Iya, aku janji deh!" kata Runi kemudian menunjukkan jarinya berbentuk huruf v.


"Apa jaminannya?" tuntut sang suami.

__ADS_1


"Emmmm apa ya? aku tidak punya jaminan sih, tapi aku akan berikan DP nya sekarang supaya kau tidak ngambek lagi!" berkata sambil mengalungkan tangannya dileher sang suami dan mulai mengecup bibir pria keturunan bule itu.


"Baiklah, kalau begitu aku terima DP mu!" tanpa menunggu lama, peperangan kedunya pun kembali terjadi. Bathrobe yang dipakai mereka setelah selesai mandi tadi dengan secepat kilat langsung terlepas dan berserakan di lantai.


__ADS_2