Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Make Over


__ADS_3

Sementara Rich sedang berusaha memperbaiki dirinya sesuai dengan nasehat sang daddy, maka Runi pun sekarang sedang fokus untuk menata hatinya yang sedang terpuruk.


"Apa kau sudah siap?" Menta bertanya kepada Runi saat mereka sedang bersiap-siap berangkat ke kampus.


"Iya sudah" gadis itu memakai celana jeans dan kemeja lengan pendek.


"Ya sudah kita sarapan dulu kalau begitu" kata Menta.


"Oke" gadis lugu itu mengangguk dan mengikuti sahabatnya menuju ruang makan.


"Ngomong-ngomong nanti kak Noah jadi membantu kita?" tanyanya saat mereka sedang memakan sandwich.


"Iya jadi, dia akan mengenalkan kita kepada seluruh mahasiswa yang berasal dari negara kita" jelas Menta.


"Wahhh sepertinya akan sangat seru" Runi tidak sabar.


"Tentu saja, semuanya sangat ramah dan bersahabat" Menta yang sudah berangkat lebih dulu memang sudah cukup akrab dengan komunitas mahasiswa dari negara asal mereka itu.


"Aku jadi tidak sabar" antusias sekali.


"Pastinya" calon dokter itu mengangguk.


"Eh ngomong-ngomong ini sudah siang, ayo kita jalan" setelah sarapan dan mempersiapkan semua berkas, mereka pun kemudian berangkat ke kampus menggunakan mobil yang disiapkan oleh Surya.


..........


"Halo semua, apa kabar?" Menta menyapa segerombolan mahasiswa yang berada di sebuah ruangan kecil di sudut kampus.


"Haiiii" mereka menjawab serentak.


"Perkenalkan ini sahabatku Runi" kata Menta kepada semua orang.


"Hai Runi" suara sapaan riuh terdengar.


"Hai semua, salam kenal ya, mohon bimbingannya" sebagai pendatang baru Runi berusaha menempatkan diri sesopan mungkin.


"Ayo sini duduk" salah seorang gadis cantik mengajak Menta dan Runi untuk duduk di dekatnya.

__ADS_1


"Terima kasih" keduanya kemudian duduk ditempat yang ditunjuk oleh gadis itu.


"Oya aku Melisa, tapi biasa dipanggil Mel saja" katanya sambil mengulurkan tangan.


"Hai Mel" membalas uluran tangannya.


"Runi, kau sudah sampai?" Noah menyapa Runi.


"Iya kak" angguknya sambil tersenyum.


"Yang lainnya sudah kenalan?" Noah bertanya kepada semua orang.


"Sudah kak" Menta membantu menjawab.


"Oke kalau begitu kita rapat sebentar ya" karena Noah adalah seorang ketua, maka biasanya ia akan melakukan kordinasi kepada anggotanya jika ada hal penting yang perlu disampaikan seputar kegiatan mahasiswa, khususnya yang melibatkan status kewarganegaraan mereka.


"Jadi barusan aku dapat info kalau kedutaan akan memberikan sebuah tempat tinggal khusus para mahasiswa yang memang membutuhkan. Nah buat yang mau daftar, bisa langsung datang ke kantor kedutaan dengan membawa KTP, Paspor dan Visa kalian" jelas Noah.


"Woah aku mau, aku mau" jawaban riuh terdengar.


"Kalian berdua tidak mendaftar?" Mel yang sejak awal melihat Runi dan Menta tidak merespon informasi tersebut kemudian bertanya.


"Ohhhh" Mel hanya ber oh ria.


"Mel sendiri tidak daftar?" Runi bertanya.


"Tidak, aku kan tinggal di asrama untuk para model yang memang bekerja sambil kuliah" jelas Mel.


"Oh jadi Mel seorang model? pantes saja cantik sekali" Runi kagum.


"Iya aku bekerja menjadi model agar bisa kuliah di sini hehehehe" angguk gadis itu. Meskipun Mel adalah seorang model, namun ia tidak sombong.


"Nah pas sekali tuh, kau kan butuh merubah diri, coba saja minta petunjuk dari Mel" Menta menyarankan.


"Kau mau di make over?" Mel yang melihat gaya Runi sangat polos merasa antusias mendengarnya.


"Iya, tapi aku masih bingung" Runi ragu-ragu.

__ADS_1


"Kenapa bingung? kau itu sangat cantik, hanya butuh sedikit polesan saja untuk bisa merubah itik buruk rupa menjadi tuan putri" meskipun baru kenal, Mel tidak merasa sungkan sama sekali, sehingga Runi merasa nyaman mengobrol dengannya.


"Terima kasih atas pujiannya" gadis polos itu masih malu dan ragu.


"Ya sudah begini saja, nanti setelah urusan kalian beres, kita pergi ke mall ya, aku akan membawamu ke tempat biasa aku mencari kebutuhanku untuk modeling" kata Mel.


"Oke" Runi menggangguk.


..........


"Nah ini dia tempatnya, kita mulai dengan mencari pakai yang cocok untukmu dulu ya kata Mel sambil memilih beberapa potong pakaian untuk Runi coba.


"Apa ini tidak terlalu terbuka?" Runi yang tidak pernah memakai baju dengan potongan leher rendah merasa canggung memakainya.


"Ini masih sopan kok, kan kau tidak mengumbar anggota tubuhmu, hanya sedit lebih modis saja" Mel paham kekhawatiran Runi. Cukup lama mereka berkutat dengan setumpuk baju yang sudah masuk dalam keranjang belanjaan hingga akhirnya semua beres.


"Nah sekarang kita cari softlens untuk matamu" Mel mengaja ke sebuah optik besar dengan fasilitas yang cukup modern untuk melakukan pemeriksaan mata.


"Temanku butuh softlens yang sesuai dengan matanya" kata Mel kepada pelayannya. Kemudian dengan cekatan sang pelayan membantu Runi memasangkannya ke mata dan memberikan sedikit tutorial penggunaannya saat di rumah.


"Oya, ngomong-ngomong kawat gigimu itu sudah berapa lama?" Mel bertanya setelah mereka keluar dari optik.


"Sudah lama sih, seharusnya sudah bisa di lepas, tapi karena aku keburu ke sini jadi tidak sempat deh" jawab Runi.


"Heeemmmm kalau begitu kita bisa cari waktu luang buat ke dokter gigi" Mel memberi usul.


"Benar, sekalian saja ke dokter mata untuk di lasik" Menta juga menyarankan agar tampilan Runi semakin maksimal.


"Setuju, awalnya aku juga mau mengusulkanmu untuk lasik, tapi karena kita baru kenal jadi tidak enak hehehe" Mel mendukung Menta.


"Apa tidak apa-apa kalau di lasik?" gadis itu begitu polos.


"Aku juga tahun lalu di lasik, karena kalau hanya pakai softlens itu sangat repot, apalagi aku kerjanya model, jadi kemudian aku bereskan sampai akarnya deh" Mel memberikan testimoni.


"Begini saja, bagaimana kalau minggu besok aku antar kau ke dokter gigi dan dokter mata langgananku?" totalitas Mel dalam membantu Runi make over memang tidak diragukan lagi.


"Baiklah" melihat hasil tampilan Mel yang sangat cantik, Runi pun akhirnya percaya.

__ADS_1


"Oke sip, kalau gitu sekarang kita ke salon ya untuk merubah potongan rambutmu serta alismu" model itu memang sangat berpengalaman.


Tidak perlu waktu yang lama untuk Runi bisa tampil sangat cantik dan memukau. Hanya dalam hitungan dua minggu saja semua sudah terlihat sempurna, mulai dari mata, gigi, make up maupun pakaian. Semua terlihat begitu sempurna, bahkan kedua orang tua Runi pun sampai kaget saat mereka melakukan panggilan video call, karena putri polos mereka kini sudah berubah menjadi putri cantik yang sangat menawan.


__ADS_2