
Pa, bagaimana kondisinya Runi?" Rich yang mendengar kabar tentang Runi dari Burhan dan Haris langsung meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke rumah sakit untuk menemui istri kesayangannya itu.
"Dia masih di dalam Rich, dokter sedang menanganinya" jawab Hendro.
"Aku ingin masuk" pria itu tidak bisa berfikir jernih jika sudah menyangkut Runi.
"Rich tenanglah, tunggu dulu sebentar" Raf menahan tangan adik sepupunya itu.
"Tapi,," belum sempat Rich menyahut, pintu ruangan sudah terbuka.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" sang mantan casanova seperti orang yang tidak sabaran.
"Nyonya baik-baik saja, saat ini sudah siuman tuan, kedua bayinya juga baik-baik saja, tidak ada masalah yang berarti" jawab sang dokter.
"Bayi? dua?" seperti disambar petir.
"Iya tuan, saat ini nyonya sedang mengandung dan bayinya kembar" angguk dokter itu.
"Ya Tuhan!" air mata langsung mengalir begitu saja.
"Sekarang nyonya sedang beristirahat, sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat agar bisa lebih nyaman beristirahat" lanjut dokternya.
"Apa saya bisa bertemu istri saya?" Rich bersemangat.
"Tentu saja, silahkan" menjawab dengan tersenyum.
"Kalau begitu terima kasih ya dokter" tanpa menunggu lama pria itu langsung masuk le dalam ruang pemeriksaan.
"Sayang" Rich memeluk istrinya yang terbaring di brankar ruang pemeriksaan.
"Sayang aku hamil" tanpa basa basi Runi langsung memberikan kabar baik kepada suaminya.
"Iya, sebentar lagi kita punya anak kembar" Rich mengecup kening sang istri bertubi-tubi sebagai bentuk rasa suka citanya.
"Akhirnya penantianku berakhir" air mata bahagia mengalir diwajah cantik Runi.
__ADS_1
"Papa, aku akan punya bayi kembar pa" Runi yang melihat Hendro juga langsung memberitahukannya kepada sang papa.
"Iya, selamat ya nak, akhirnya doamu terkabul" Hendro mengecup kening putrinya juga.
"Terima kasih pa, oya mama mana?" tanya ibu hamil itu kepada papanya.
"Mama sedang di jalan menuju ke sini" jawab sang papa.
..........
Setelah mendengar kabar baik dari Rich tentang kehamilan Runi, seluruh keluarga besar mereka pun kemudian berkumpul.
"Wah akhirnya cicitku bertambah lagi" grandma Ruth tidak bisa menutupi rasa bahagianya.
"Iya, rumah kita pasti akan semakin ramai saja deh nanti" angguk grandma Merlyn.
"Apa kau ingin makan sesuatu sayang?" tanya Ananda kepada Runi.
"Tidak bunda, aku sudah beberapa hari ini rasanya tidak enak makan" geleng Runi.
"Kalau kau ingin sesuatu katakan ya, biar nanti dicarikan" kata Ayu.
"Mungkin sekarang belum ingin apa-apa tapi nanti beberapa minggu lagi juga pasti akan ngidam" Maya berkata dengan yakin.
"Mudah-mudahan segera doyan makan lagi ya tante, kasihan nanti mereka kalau kekurangan nutrisi" kata Runi sambil mengelus perutnya.
"Aku tidak sabar melihat Runi ngidam, pasti seru deh" Gaby sangat antusias.
"Tentu saja, yang namanya ibu hamil itu memang wajib ngidam" angguk Sera.
"Kalau ngidam jangan tanggung-tanggung ya, jadi anakmu nanti tidak ileran" Rach menasehati.
"Benar, pokoknya kalau ingin sesuatu ya harus dicari sampai dapat" Menta pun mengamininya.
"Hey kalian jangan jadi provokator dong, istriku ini tidak mau apa-apa, kenapa malah kalian yang heboh memaksanya untuk ngidam sih!?" Rich yang sudah berpengalaman jadi korban ketika kakak-kakak perempuannya ngidam menjadi emosi.
__ADS_1
"Sayang jangan begitu, niat mereka kan baik" Runi menenangkan Rich.
"Niat baik apanya, mereka itu hanya ingin mengerjai para pria saja!" gerutu Rich.
"Jadi kau tidak mau memenuhi keinginan anak-anakmu yang masih di dalam kandungan ini?" Runi jadi tersulut mendengar gerutuan Rich.
"Bukan begitu sayang, aku hanya tidak ingin mereka menjadi kompor" jawab Rich.
"Kalau kau tidak mau bilang saja dari awal, tidak usah menyalahkan kakak-kakak perempuanku begitu!" posisinya seolah terbalik, Runi yang memiliki kakak perempuan dan Rich yang hanya saudara ipar.
"Sayang jangan ngambek dong, bukan begitu maksudku" Rich panik.
"Sana pergi, jangan sentuh aku!" Runi menolak disentuh suaminya.
"Lihatkan, gara-gara kalian aku jadi bertengkar dengan istriku!" menunjuk semua saudara perempuannya.
"Sudah kau pergi saja sana, jangan disini lagi!" ibu hamil itu mengusir suaminya.
"Sayang aku,," sang suami benar-benar dibuat mati kutu.
"Sudah Rich tenang dulu" Dimas memberi kode kepada Rich agar tidak berkomentar lagi.
"Ayo kita ke kantin dulu" Gamal menarik lengan Rich.
"Tapi aku mau disini" menolak ajakan iparnya.
"Kita minum kopi dulu biar segar" Gide mengedipkan mata.
"Iya benar, sepertinya kopi sangat segar ya" Raf kemudian menarik sang mantan casanova dengan paksa keluar ruangan.
"Ck, menyebalkan sekali sih jadi suami!" Runi jadi kesal.
"Sayang jangan begitu dong" Dini menasehati putrinya.
"Mungkin Rich hanya panik saja" Sekar juga membantu memberi pengertian.
__ADS_1
"Sindrom jadi calon ayah, harap maklum ya" Tata mengelus perut Runi agar ibu hamil itu tenang.
Sementara para wanita berada di dalam kamar menemani Runi, para pria kemudian berjalan menuju kantin untuk menenangkan Rich dan memberinya wejangan agar tidak boleh membantah apapun yang diinginkan oleh istrinya selama masa hamil, karena sudah dipastikan itu akan berdampak besar pada keharmonisan rumah tangga mereka.