Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Taman Hiburan


__ADS_3

"Kalian mau naik apa dulu nih?" Rich bertanya kepada Bas dan Adit saat mereka sudah tiba di taman hiburan.


"Bagaimana kalau perahu ayun?" Adit memberi usul.


"Iya aku setuju" Bas mengangguk.


"Oke, ayo kalau begitu kita ke sana" Rich yang cukup hafal dengan denah taman hiburan milik keluarga Anderson menunjuk lokasi yang dituju.


"Ayo" Rich menarik Runi yang diam saja saat mereka sudah mulai berada di barisan antrian.


"Kalian bertiga saja ya, aku memberi semangat dari sini saja" Runi ketakutan.


"Yah gak seru dong kak jadinya" Adit kecewa.


"Iya, kita kan mau seru-seruan diatas sana" tunjuk Bas yang melihat perahunya bergoyang-goyang cukup tinggi.


"Tapi aku takut" gadis itu berkata apa adanya.


"Tenang saja, kan ada aku" Rich berusaha memberikan dukungan moral.


"Ayo kak" Bas menarik Runi.


"Iya ayo" Adit juga ikut-ikutan.


"It's okay" Rich menggenggam tangan Runi dengan erat, membuat gadis itu mau mencoba juga pada akhirnya.


..........


"Selamat siang tuan muda" seorang staf wahana permainan Menyapa Rich ketika menyadari bahwa salah satu penerus tahta kerajaan bisnis Anderson itu berbaris mengantri seperti pengunjung pada umumnya.


"Selamat siang" Rich menjawab dengan ramah.


"Maaf karena saya tidak melihat anda sebelumnya dan terlambat menyambut kedatangan anda, apakah ada yang bisa saya bantu?" menunduk dengan rasa hormat.


"Ah tidak, aku hanya sedang mengajak mereka bermain saja, aku sedang tidak bekerja kok hari ini" Rich tau jika staf itu merasa khawatir berbuat lalai.

__ADS_1


"Oh begitu ya, kalau begitu mari silahkan lewat sini tuan muda, anda tidak perlu berbaris untuk menunggu giliran" merasa lalai karena terlambat menyadari kehadiran sang petinggi perusahaan, staf itu pun kemudian terus menunduk dengan sangat hormat.


"Sayang, kau mau tetap baris disini atau mau lewat jalur VVIP?" Rich bertanya kepada Runi terlebih dahulu.


"Jalur ini saja" Runi yang masih ketakutan lebih memilih mengulur waktu untuk menyiapkan mentalnya.


"Oke, as you wish baby" angguk Rich kepada Runi.


"Kami ikut barisan ini saja, seperti yang dia inginkan" kata Rich kepada stafnya.


"Tapi nanti anda bisa kelelahan" katanya lagi.


"Tidak, ini kan hanya permainan, antriannya juga tidak panjang kok, sudah santai saja, kau kembalilah bekerja, aku baik-baik saja, sesekali aku juga mau merasakan jadi pengunjung biasa" Rich tersenyum ramah.


"Baiklah kalau begitu, nanti jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya ya tuan muda" staf itu akhirnya mengikuti kemauan tuan mudanya.


"Iya, terima kasih" jawab Rich sambil mengangguk.


"Sama-sama tuan muda, selamat menikmati hiburan anda" angguknya sopan sesaat sebelum akhirnya ia mengundurkan diri untuk kembali bekerja.


Tanda tanya banyak bermunculan disekitar mereka saat Rich tiba-tiba disambut dengan sangat sopan oleh staf. Para mengunjung yang belum mengenal Rich sebelumnya menduga-duga bahwa pria itu adalah salah satu keturunan dari pemilik taman hiburan ini. Rasa kagum terlihat jelas dimata mereka ketika melihat Rich dan Runi yang menolak jalur VVIP dan tetap bertahan di jalur yang antriannya cukup mengular.


..........


"Hwaaaaa mamaaaaa tolongggggggg" Runi berteriak sehisteris mungkin.


"Hahahahahah, kak wajahmu kenapa begitu sih?" Adit malah mentertawakan kakak sepupunya yang panik.


"Sudah cukup, pak tolong berhenti, aku mau turun hwaaaaaa" teriakan histeris terdengar lagi dari mulut Runi.


"Kak Runi pengecut ihhh" Bas juga ikut mencibir.


"Ampunnnnn aku mohon hiks hiks hiks" sudah tidak bisa berteriak lagi, hanya bisa menangis.


"Tenang sayang, sebentar lagi ya" Rich yang melihat Runi menangis karena panik menjadi kasihan tapi juga geli melihat wajahnya yang lucu.

__ADS_1


"Aku mau turun sekarang juga huhuhuhu" berkata dengan sesenggukan sambil berpegangan erat.


"Iya, sabar ya sebentar lagi" Pria casanova itu pun kemudian meraih tangannya dan menggenggamnya dengan erat untuk memberi penguatan.


"Aku pokoknya tidak mau naik apapun lagi!" setelah turun dari wahana perahu, Runi pun hanya duduk di bangku taman sambil terus mengoceh menolak naik wahana yang lain saking takutnya. Ia sudah tidak peduli sama sekali dengan penampilannya yang berantakan karena habis menangis.


"Iya, iya, kita nonton saja ya, biar Bas dan Adit saja yang naik" rangkul pria itu menenangkan sambil menghapus air matanya.


"Kalian berdua pergilah bersenang-senang, aku dan Runi menunggu disini ya" Rich memberi kode kepada kedua ABG itu untuk tidak memaksa Runi lagi.


"Baiklah" Bas yang kasihan pun akhirnya mengangguk.


"Oke, ayo" Adit kemudian menarik Bas ke wahana lain yang lebih menantang menyisakan Rich dan Runi berdua saja.


..........


"Ini" Rich yang baru kembali dari kios jajanan, membawakan gadis itu satu cup es krim rasa coklat.


"Terima kasih" jawabnya masih dengan suara yang lemah.


"Bagaimana sekarang kondisimu?" pria tampan itu menatap wajah Runi yang sembab.


"Sudah baikan" jawabnya sambil memakan es krimnya dengan lahap.


"Pelan-pelan saja, tidak ada yang minta kok" Rich terkekeh geli melihat tingkah lucu gadis itu.


"Ini lihat, wajahmu jadi belepotan kan!" Rich mengusap bibir bawah Runi yang terkena coklat.


"Terima kasih" lagi-lagi berkata dengan lugunya.


"Kau ini benar-benar menggemaskan ya" katanya sambil mencubit gemas pipi Runi.


"Awwww kakkkkk sakit" gerutunya sambil memajukan bibir yang masih penuh dengan es krim coklat.


"Hahahahaha habis kau lucu sih, minta digigit" bukannya meminta maaf Rich malah tergelak karena Runi terlihat begitu lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


"Ishhh dasar jahat!" gerutunya lagi.


"Hahahahahaha" tak henti-hentinya Rich tergelak melihat sikap gadis lugu itu. Meskipun baginya Runi jauh dari kriteria gadis pujaan, namun berada di dekat gadis itu ternyata sangat membuatnya merasa bahagia. Kepolosan dan keluguannya membuat Rich bisa menjadi dirinya sendiri dan apa adanya tanpa perlu bersikap sok keren.


__ADS_2