
"Sayang bangunlah, apa kau dengar ada suara-suara berisik di luar sana?" Runi membangunkan Rich pada pagi hari ke empat acara bulan madu mereka.
"Ada apa sayang?" Rich mengerjapkan mata.
"Dengarlah, ada suara orang ramai sekali di luar!" sang istri mencoba membuatnya tersadar.
"Siapa sih yang berani berisik pagi-pagi begini? mengganggu orang yang sedang bermesraan saja!" menyadari kalau suaranya semakin ribut, Rich pun menjadi sangat emosi.
"Ayo kita lihat keluar" Runi melepaskan diri dari pelukan sang suami dan mengenakan pakaiannya.
"Huhhh merepotkan sekali sih!" gerutu sang mantan casanova sambil mengenakan piyama tidurnya, karena sepanjang waktu di dalam kamar, baik ia maupun sang istri memang selalu dalam keadaan polos.
"SURPRISE!" semua orang berteriak saat pasangan pengantin baru itu keluar dari kamar mereka.
"Kalian!?" Rich ternganga saat melihat seluruh keluarga besar Anderson dan Putra Angkasa datang ke pulau, bahkan keluarga besar panti asuhan tempat mommy Ayu dan bunda Ananda dibesarkan pun turut hadir semua.
"Mama Runiii" Chela yang duduk di kursi roda pun memanggil ibu sambungnya itu saat Runi berdiri di samping sang suami.
"Chela sayang" Runi spontan berjalan mendekatinya dan memeluk gadis cilik itu.
"Aku kangen sama mama dan papa" kata Chela sambil menatap wajah sang mama.
"Mama juga kangen sama Chela" katanya sambil merapikan poni anaknya.
__ADS_1
"Ada apa ini sebenarnya!?" Rich yang masih tidak paham dengan kondisinya bertanya.
"Kami sangat merindukanmu papa Rich!" Rach meniru gaya imut Chela yang selalu merindukan belaian kasih sayang sang papa.
"Ck, lepaskan tanganmu!" pria itu menghardik saudara kembarnya yang sedang bergelayut manja di tangannya.
"Memangnya papa Rich tidak merindukan kami?" Sera ikut-ikutan menggoda adik sepupunya itu.
"Kak, kalian kenapa membiarkan dua wanita gila ini berkeliaran sih!?" Rich menatap Gamal dan Gide secara bergantian dengan tatapan protes, sementara yang diprotes hanya bisa mengangkat bahunya tanda pasrah.
"Papa Rich kenapa judes sekali?" Gaby pun tidak mau kalah.
"Arghhhh kak Gaby, kau menjijikan!" pria itu benar-benar dibuat kesal oleh ketiga saudara perempuannya.
"Rich kenapa kau marah-marah?" Rach menatap kembarannya yang sedang bersungut-sungut.
"Siapa bilang kami mengganggu, justru kami kesini mau membantumu agar semakin bahagia!" Sera membantah perkataan Rich.
"Membantu apanya!?" masih emosi.
"Kami mau mengajakmu dan Runi pergi keliling lautan lepas menggunakan kapal pesiar!" Gaby menambahkan.
"Keliling lautan lepas dengan kapal pesiar?" Runi yang mendengarnya langsung berbinar-binar.
__ADS_1
"Iya, kak Raf sudah mempersiapkan semua akomodasinya untuk seluruh keluarga besar kita!" Menta mengangguk sambil menunjuk seluruh anggota keluarga besar Anderson, Putra Angkasa dan juga Panti asuhan.
"Wahhh pasti seru sekali!" istri dari Rich itu sangat antusias karena belum pernah naik kapal pesiar sama sekali.
"Apa kau mau ikut bersama kami?" ibu hamil itu mengompori sang pengantin baru.
"Tentu saja mau" angguknya dengan yakin.
"Sayang!?" Rich yang mendengar persetujuan dari sang istri pun langsung protes.
"Sayang, kita ikut mereka saja ya!?" Runi menatap suaminya dengan memohon.
"Tapi kita kan sedang bulan madu!?" Rich benar-benar merasa kesal dengan ulah keluarga besarnya.
"Kalian kan tetap bisa melanjutkan bulan madunya di kapal!" Rach menyanggah.
"Benar, mau di sini atau di kapal kan sama saja, sama sama tetap bisa bermain!" Sera mengangguk.
"Iya, lagian sensasinya pasti akan lebih seru karena ada bonus goncangan ombaknya hehehehe" Gaby terkekeh geli membayangkan adegan ranjang adiknya itu.
"Sayang kita ikut mereka ya? boleh ya? plissss" Runi memasang wajah imutnya, yang membuat Rich tidak bisa menolak dan terpaksa pasrah mengikuti kehendak wanita pujaannya itu.
"Ya sudah terserah kau saja!" pada akhirnya Rich mengangguk.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang" pelukan penuh cinta diberikan oleh Runi kepada suaminya.
Setelah sepasang pengantin baru ini bersiap-siap mengemasi seluruh barang bawaannya, akhirnya seluruh keluarga besar itu pun naik ke dalam kapal pesiar yang sedang bersandar di dermaga pulau. Mereka kemudian bersiap berlayar mengelilingi pulau terbesar yang ada di negaranya itu selama hampir kurang lebih satu minggu.