Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
The End


__ADS_3

Setelah drama ngidam yang berkepanjangan, maka tibalah saat yang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak anggota keluarga Anderson dan juga Putra Angkasa.


"Kau kenapa?" Menta menatap saudara ipar yang sekaligus juga sahabat karibnya itu dengan penuh rasa khawatir saat mereka semua sedang berkumpul di rumah ibu hamil tersebut.


"Perutku mulai kontraksi" Runi mengelus perutnya dengan perlahan sambil menahan sakit yang luar biasa.


"Apa ini artinya kau mau melahirkan?" Rach saudara kembar sang suami mengernyitkan dahi.


"Sepertinya begitu" angguk ibu hamil yang sedang mengandung bayi kembar tersebut.


"Kalau begitu ayo cepat kita ke Rumah Sakit sekarang juga" Gaby berdiri dan meraih tas serta kunci mobilnya.


"Tapi kak, kak Rich kan belum tau, tolong kabari dia dulu" Runi menahan tangan Gaby.


"Kau tenang saja, aku akan mengabarinya segera, sekarang kau ikut mobilnya kak Gaby saja ya" Sera menenangkan wanita yang baru pertama kali hamil dan hendak melahirkan itu.


"Iya" karena sudah tidak berdaya menahan rasa sakit akibat kontraksi yang mulai sering, Runi pun akhirnya hanya bisa pasrah saja dan mengikuti nasehat para ipar perempuannya untuk pergi ke Rumah Sakit.


..........


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Rich yang sedang panik bertanya kepada dokter yang menangani Runi.


"Kami masih mengobservasi nyonya, bukaannya belum sempurna tuan, jadi harap bersabar sebentar ya" jawab sang dokter sambil tersenyum untuk menenangkan calon ayah itu.


"Apa istri saya akan baik-baik saja" jelas terpancar di wajah pria itu rasa ketakutan yang luar biasa. Pengalaman Menta kakak iparnya yang pernah melahirkan sampai mempertaruhkan nyawa membuat Rich menciut seketika.


"Kondisi nyonya baik-baik saja tuan, mudah-mudahan semua akan lancar" dokter itu kembali menenangkan Rich.


"Paaaa, mama sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya" Runi meringis sambil terus mengelus perutnya.


"Sabar ya ma, sebentar lagi kata dokter" Rich menghapus peluh yang menetes di dahi sang istri.


"Maaf ya nyonya, saya cek lagi" sang dokter menjalankan kewajibannnya.


"Sepertinya sudah bisa, nyonya bersiap ya, mari kita berjuang" dokter wanita tersebut kemudian memberikan arahan kepada tim medis yang lain untuk bersiap melakukan tindakan.

__ADS_1


"Atur nafas kemudian dorong ya nyonya" berkata kepada pasieannya dengan sangat telaten.


"Arrhhhhhh papaaaaaaaaa" Runi meremas tangan Rich karena tidak tahan dengan rasa sakit yang ia derita. Rasanya tulang di tubuh wanita itu hancur remuk.


"Iya ma, papa disini" meskipun remasan tangan sang istri sampai melukainya, namun Rich tidak peduli dan tetap bertahan untuk memberi dukungan kepada wanita yang sudah membuatnya tergila-gila itu.


"Owekkkkk owekkkkk" tangisan terdengar memenuhi ruang medis tersebut.


"Maaaa anak kita" Rich menatap bayi yang masih merah tersebut dengan air mata bahagia yang tak terbendung.


"Iya pa" Runi pun mengikuti arah tatapan suaminya itu.


"Selamat tuan dan nyonya, bayinya sangat sehat dan normal, tapi masih ada satu lagi ya" sang dokter mengingatkan pasangan itu bahwasannya masih ada satu bayi mungil lagi yang masih mencari jalan lahirnya.


"Iya dokter" angguk Runi. Meskipun rasa sakit karena hendak melahirkan bayi yang kedua masih dia rasakan, namun itu semua seperti terbayar lunas dan menghilang seketika saat ia melihat putri pertamanya lahir kedunia.


"Mari kita bersiap lagi nyonya, biarkan sikecil sama perwat dulu ya" Dokter kembali berada dalam posisi siaga.


"Eeeeeegggggghhhhh papaaaaaa" hanya dengan sekali dorong, bayi yang kedua pun kemudian lahir.


"Sekarang kami bersihkan nyonya dulu ya, biar bayi-bayinya sama perawat dulu sementara, nanti jika sudah beres baru kami berikan kepada nyonya" berkata sambil membersihkan sang ibu muda tersebut dari sisa-sisa cairan yang keluar saat melahirkan bayinya.


..........


"Wah mama Runi sudah punya dedek kembar ya sekarang" Menta yang sedang menggendong Raziel berjalan mendekati ibu muda itu dan kedua bayi kembarnya di dalam kamar perawatan.


"Halo kakak Raguel dan kakak Raziel" Runi menyapa keponakan laki-lakinya tersebut.


"Dedek" Raguel yang ada di gendongan sang papa menunjuk kedua bayi perempuan Runi.


"Raguel mau lihat adik bayinya lebih dekat?" Raf bertanya kepada jagoan ciliknya itu.


"Iyahh, ini kakak Uel, ini dedek El" katanya sambil mengangguk dan menunjuk kedua bayi dalam box yang sedang tertidur lelap itu.


"Oh Raguel mau sama Angelita, lalu Raziel sama Angelica ya?" Rich mencoba mengartikan maksud keponakannya itu.

__ADS_1


"Iyahhh" dengan semangat balita itu mengangguk sambil tersenyum.


"Wah kau ini masih kecil tapi sudah tau bibit unggul ya rupanya" Gide menggoda Raguel.


"Dia itu seperti aku kak, tau mana gadis yang cantik dan mana yang tidak" Rich berseloroh.


"Enak saja kau bilang dia sepertimu, memangnya anakku playboy apa!" Raf tidak terima atas komentar adik sepupunya.


"Hey aku sudah tidak jadi playboy lagi tau!" Rich merasa tidak terima dikatakan seperti playboy.


"Memang kau playboy, buktinya memang begitu kan?" Raf membela diri.


"Hey sudah-sudah, kalian ini sudah tua masih saja ribut, tidak malu apa sama anak-anak!" Dimas menegur kedua papa muda itu.


"Tau, dari pada membahasa masalah playboy, lebih baik kalian bahas masa depan keempat anak bayi ini saja!" Gamal menunjuk keempat bayi dihadapannya.


"Maksud papa apa?" Sera menatap suaminya.


"Apa kakak berniat menjodohkan mereka bereempat?" Rach menatap dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa tidak, kalau mereka mau kan bagus!" jawab Gamal dengan entengnya.


"Hemmmm ide yang lumayan bagus!" Raf mengangguk-anggukan kepalanya


"Wahhhhh jadi semakin erat saja deh keluarga kita" Gide pun setuju.


"Dan yang jelas harta Putra Angkasa serta Anderson jadi tidak kemana-mana kan!" Rich tersenyum penuh arti.


"Jangan mengatur mereka, biarkan mereka memilih jalan hidupnya kelak" Dimas lagi-lagi berusaha menengahi.


"Tau, kalau kalian saja tidak mau dipaksa, maka jangan paksa mereka untuk menerima ide gila kalian itu!" Gaby yang pernah memiliki pengalaman dijodohkan oleh orang yang tidak dikenalnya menolak perjodohan itu.


"Iya, lagian mereka baru saja lahir, kenapa kalian sudah ribut saja sih!" Menta menggerutu.


Sementara itu Runi yang masih merasa kelelahan setelah melahirkan hanya bisa tersenyum melihat betapa hangatnya keluarga besar mereka, apalagi kini hidupnya sudah semakin lengkap dengan kehadiran sang putri kembarnya.

__ADS_1


...THE END...


__ADS_2