
"Apa kau sudah siap?" Menta melongok ke dalam kamar rias Runi sahabatnya yang sebentar lagi akan berubah status menjadi saudara iparnya.
"He em" angguk sang calon pengantin wanita yang terlihat sangat gugup.
"Kau cantik sekali" Sera memuji Runi.
"Terima kasih" senyumnya sangat kaku saking tegangnya.
"Tanganmu dingin seperti es" Rach menggenggam tangan yang gemetaran menahan perasaan campur aduk menjelang detik-detik sakral didalam hidupnya.
"Aku sungguh takut" wajah Runi menunjukkan betapa campur aduknya perasaan yang ia alami saat ini.
"Tenanglah, semua pasti akan berjalan dengan lancar, ayo kita turun sekarang" Gaby mengelus bahu mempelai wanita itu untuk memberikan dukungan dan kemudian menggandengnya menuju ballroom hotel mewah milik keluarga besar Anderson.
"Hufffff" Runi kemudian menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum akhirnya berjalan keluar kamar dan menghampiri calon suaminya di ruang pesta.
Suasana ramai terdengar saat pintu lift terbuka. Runi yang mengenakan gaun petikut berwarna putih dengan anggunnya berjalan diatas karpet merah menuju ke bagian depan ballroom. Sementara Rich yang sudah menunggunya di depan sama sekali tidak mengedipkan matanya saat melihat wanita yang beberapa menit kedepan akan resmi menjadi istrinya.
"Sayang kau sangat cantik hari ini" Rich benar-benar merasa kagum melihat Runi yang begitu cantik bagai bidadari turun dari langit.
"Terima kasih" senyum malu-malu tersungging di wajah gadis itu saat mendengarkan pujian dari pria yang ia cintai.
Setelah mengikrarkan janji suci, mereka berdua pun kini sudah sah menjadi sepasang suami istri. Baik Rich maupun Runi merasa begitu lega karena acara yang sakral itu berjalan dengan sangat mulus dan lancar.
__ADS_1
..........
"Sayang terima kasih ya karena sudah mau menerima anak mommy yang nakal ini" Ayu memeluk menantu barunya.
"Iya mom, aku juga berterima kasih karena mom mau menerimaku" Runi membalas pelukan mertuanya.
"Rich, kalau sampai kau menyakiti Runi sekali saja, mommy tidak akan pernah mengakuimu lagi sebagai anak!" Ayu mengancam putranya.
"Iya mom, aku berjanji akan menjadi pria yang setia mulai detik ini!" Rich memeluk pinggang sang istri dengan posesif.
"Sayang, anak mama, sekarang kau harus dengarkan semua perkataan suamimu ya" Dini merasa sangat sedih namun juga senang dalam waktu yang bersamaan saat ia harus melepas putri semata wayangnya menikah.
"Iya ma" angguk Runi sambil menahan tangisnya saat mendengarkan nasehat sang mama.
"Rich titip Runi ya, kini dia menjadi tanggung jawabmu" Dini memeluk menantunya.
"Runi terima kasih ya, sekarang dad sudah benar-benar lega karena anak brengsek ini sudah tidak menjadi beban di rumahku lagi" Ron tersenyum kepada menantu perempuannya.
"Sama-sama dad" Runi yang paham akan cara berkomunikasi antara Ron dan Rich yang agak sedikit nyeleneh hanya tersenyum geli.
"Jaga menantu kesayanganku ini dengan baik, kalau tidak kubunuh kau!" Ron memberikan kepalan tangannya kepada sang putra.
"Dad ini kan hari pernikahanku, berbaik hatilah sedikit kepada anakmu ini!" meskipun menerima ancaman dari sang daddy, namun Rich tau bahwa itu adalah bentuk kasih sayang sang daddy kepadanya.
__ADS_1
"Jadilah istri yang baik nak, hormatilah suamimu" Hendro memeluk putrinya.
"Iya pa" lagi lagi Runi tidak bisa berkata-kata kepada orang tuanya karena ia menahan tangisnya.
"Aku serahkan Runi kepadamu, didiklah dia dengan baik Rich!" Hendro memeluk dan menepuk punggung menantu laki-lakinya itu.
"Terima kasih pa karena sudah mempercayakan Runi kepadaku" Rich sangat berterima kasih karena Hendro sama sekali tidak pernah mengungkit masa lalunya yang kelam dan tetap mengijinkan Runi menikah dengannya meskipun tau bahwa Chela adalah anak dari hasil hubungan diluar nikahnya bersama wanita lain.
..........
"Jadi mulai sekarang Chela bisa memanggil mama ya?" Chela menatap ke arah Runi.
"Tentu saja, mulai sekarang mama Runi adalah mamanya Chela" Rich yang menjawab, sementara Runi sibuk memeluk putri sambungnya yang bergelayut manja dipinggangnya.
"Terima kasih ya mama Runi karena sudah mau menjadi mamanya Chela" ucapan tulus itu benar-benar menyayat hati setiap orang yang melihatnya.
"Sama-sama sayang" senyum manis menghiasi wajah Runi yang tulus.
"Apa Chela senang?" Rich bertanya.
"Tentu saja senang dong pa" angguknya.
"Kalau begitu Chela cepet sembuh ya, biar nanti kita bisa bermain bertiga!" Runi memberikan semangat kepada putri sambung yang baru ia kenal beberapa waktu lalu.
__ADS_1
"Iya ma" angguk gadis cilik itu penuh semangat. Meskipun kondisinya semakin memburuk setiap harinya, namun Chela tidak pernah mengeluh sedikit pun. Ia selalu berusaha terlihat baik-baik saja didepan semua orang terutama Rich. Seperti saat ini, meskipun ia tidak kuat berdiri lama-lama, namun demi dapat melihat acara pernikahan papanya dan mama barunya, ia rela berdiri beberapa saat dari kursi roda yang selalu menemaninya.
Hari itu semua orang sangat bersuka cita atas pernikahan antara Rich dan Runi. Doa doa terbaik dilantunkan kepada keduanya agar bisa menjadi keluarga bahagia kedepannya.