
Acara family trip keluarga besar Anderson dan Putra Angkasa menggunakan kapal pesiar yang sengaja dipersipkan oleh Raf sebagai hadiah babymoon bagi sang istri Menta berjalan sesuai rencana. Setelah berhasil mengajak pengantin baru itu berlayar, mereka pun kemudian langsung menikmati segala fasilitas yang tersedia di kapal milik perusahaan Anderson itu. Semua hiburan dan pelayanan bertaraf internasional tersedia di dalam kapal yang super mewah tersebut, mulai dari kamar hotel bintang lima, kolam renang sekelas olympic, lapangan olah raga multifungsi, bioskop, karaoke, cafe, restoran dan toko swalayan serba ada hingga ruang rapat bagi para eksekutif.
Pusat kesehatan untuk para penumpang dan kru kapal juga tersedia berupa klinik dua puluh empat jam. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi keluarga besar tersebut khususnya untuk Chela yang sedang sakit keras dan butuh perawatan ekstra. Mereka dengan sangat profesionalnya mau bekerja sama dengan tim medis yang memang disedikan untuk menangani Chela sehari-hari menggunakan peralatan khusus yang dibawa dari rumah untuk gadis cilik itu. Sehingga meskipun ia melakukan banyak aktivitas liburan yang cukup menguras energinya, Chela bisa merasa tetap terjamin kondisi fisiknya.
"Sayang, kau kenapa dari tadi diam saja?" Runi bertanya kepada sang suami yang sejak naik kapal pesiar selalu diam saja.
"Tidak apa-apa" jawab Rich dengan datar.
"Tidak mungkin tidak apa-apa, pasti kau marah ya?" Runi menatap wajah pria tampan itu untuk mengamati ekspresinya.
"Tidak" masih dengan mode datarnya.
__ADS_1
"Bohong, aku tau kau marah kan!?" kali ini ia menangkup wajah suaminya itu dan mengecup bibirnya dengan singkat.
"Aku tidak marah, hanya saja aku sangat cemburu karena sepanjang hari ini kau lebih banyak bersama dengan yang lain, sementara aku dicuekin!" pada akhirnya mengeluarkan unek-uneknya.
"Astaga sayang, aku kan hanya ngobrol sama keluarga besar kita, bukannya selingkuh dengan pria lain" Runi merasa geli dengan sikap suaminya yang mendadak kekanak-kanakan.
"Tetap saja itu membuat aku cemburu, kau itu kan hanya milikku seorang, apalagi sekarang ini seharusnya kita masih menikmati bulan madu berdua saja, tapi karena mereka semua memaksa untuk ikut berlayar, jadinya acara kita berantakan!" ujar pria keturunan bule itu dengan manja.
"Tidak, aku tidak mau jika hanya dipeluk saja, aku maunya menguncimu di dalam kamar ini sepanjang waktu!" gelengnya dengan cepat sambil meraih tubuh sang istri kedalam pelukannya.
"Tapi sayang ini kan masih siang, nanti kalau mereka mencari kita bagaimana?" Runi mengingatkan Rich.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, pokoknya acara bulan madu kita tidak boleh terganggung, walaupun tempatnya berubah, tapi rencanaku untuk mengurungmu di dalam kamar selama bulan madu tidak boleh berubah!" pria itu tetap teguh pada pendiriannya.
"Ck dasar kau ini, benar-benar ya" Runi hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala mendengar perkataan suaminya itu.
"Ayo sayang kita lanjutkan kegiatan yang sudah tertunda sejak tadi pagi" Rich mulai bergrilya mencari titik favoritnya di tubuh sang istri.
"Aaaaahhhhh" Runi melenguh ketika Rich sudah berhasil meraih bagian terkenyal miliknya.
"Aku sangat merindukan ini sayang" pria itu berbicara seolah-olah sudah lama sekali ia tidak merasakannya, padahal baru sekitar lima jam saja ia dan Runi bercengkrama dengan keluarga mereka di ruang serba guna yang disulap menjadi ruang keluarga yang sangat besar dan menampung lebih dari lima puluh orang.
"Sayang, ahhhhh" pertempuran sengit diantara pasangan suami istri yang baru menikah beberapa hari itu pun berlangsung cukup lama, bahkan mereka sampai melewatkan acara makan malam bersama keluarga besarnya karena masih sibuk bergelut berdua di dalam kamar.
__ADS_1