
"Permisi, apa nyonya dan tuan sedang sibuk?" Tatik bertanya saat Runi sedang duduk di ruang keluarga setelah makan malam bersama Rich.
"Enggak mbak, ada apa memangnya?" tanya Runi penasaran.
"Saya mau pamitan sama nyonya dan tuan" jawabnya dengan suara bergetar.
"Pamit mau kemana mbak?" tanya Rich dengan tatapan bingung.
"Pamit mau berhenti kerja tuan, besok pagi saya mau pulang kampung" jawab Tatik lagi.
"Loh kok berhenti!?" wanita cantik itu sangat terkejut mendengarnya.
"Nona Chela kan sudah tidak ada, jadi tidak ada lagi pekerjaan yang bisa saya kerjakan di rumah ini!" Tatik berkata sambil meneteskan air mata mengenang majikan ciliknya yang sudah tiada.
"Memangnya kalau Chela sudah tidak ada, lalu mbak Tatik gak mau kerja sama kami lagi?" Runi pun jadi ikut merasa sedih.
__ADS_1
"Tentu saja saya mau nyonya, sangat mau malah!" jawabnya dengan sangat jujur.
"Ya sudah kalau begitu jangan berhenti kerja ya!" bujuk Runi.
"Tapi saya harus kerja apa? kan tugas utama saya sudah tidak ada!" Tatik benar-benar bingung, karena semua asisten di rumah ini sudah memiliki tugas masing-masing.
"Kalau begitu begini saja, mulai sekarang mbak Tatik tolong bantu siapkan seluruh keperluan pribadi kami ya, seperti merapikan lemari pakaian dan membereskan kamar tidur serta kamar mandi saat kami sedang bekerja di kantor" kata Runi dengan santai.
"Tapi nyonya, kan kamar nyonya dan tuan sangat privasi dan tidak ada satu orang pun yang pernah masuk untuk bersih-bersih, saya tidak berani ah!" Tatik merasa tidak enak hati menerima tugas barunya itu, karena selama ini Runi memang tidak pernah mengijinkan siapa pun untuk membereskan kamarnya dan ia memilih untuk mengerjakannya sendiri, meskipun Rich sudah memaksanya mencari orang untuk membersihkan kamar mereka.
"Iya benar" angguk Rich pertanda setuju dengan ucapan sang istri.
"Tapi nyonya, nanti kalau ada barang berharga nyonya dan tuan yang hilang bagaimana? saya takut ahhhh" pengasuh itu masih ragu.
"Kan ada CCTV disetiap sudut kamar kami, jadi segala aktivitas di kamar pasti akan terpantau mbak" Runi masih berusaha meyakinkan. Sesungguhnya selama ini Runi memang cukup kelelahan jika harus membereskan kamarnya seorang diri, mengingat tugas kantornya yang cukup berat, namun karena tidak ada orang yang bisa ia percayai, maka ia pun memilih untuk mengerjakannya sendiri.
__ADS_1
"Emmmmmmm gimana ya?" masih sungkan.
"Kamar kami gak ada apa-apanya kok mbak, kan semua aset berharga disimpan di bank!" cecarnya.
"Gitu ya? ya sudah deh, saya coba kalau begitu" angguk Tatik akhirnya tanda menyetujui.
"Tapi nyonya tolong bantu arahkan ya, kalau misalnya salah, tolong ditegur supaya saya bisa perbaiki" begitu jujurnya Tatik sampai ia minta di koreksi, bahkan sebelum memulai pekerjaannya.
"Iya mbak pasti" Runi tersenyum senang karena Tatik tidak jadi berhenti bekerja.
"Terima kasih sebelumnya ya nyonya, tuan, karena sudah percaya sama saya" rasa haru Tatik begitu membuncah karena memiliki majikan yang sangat baik seperti Runi dan Rich.
"Sama-sama mbak" jawab keduanya serentak.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya nyonya, tuan" pamitnya kemudian.
__ADS_1
"Iya mbak" jawab suami istri itu secara serentak lagi mengiringi kepergian Tatik kearah kamarnya yang ada di belakang rumah.