
"Kak sudah dulu ya aku lelah" Runi merengek saat Rich terus saja menggempurnya tanpa henti. Hampir sepanjang siang menjelang sore hingga hampir tengah malam pria itu menggumuli istrinya. Entah sudah berapa kali keduanya terbang melayang tinggi ke puncak cinta mereka.
"Maaf ya sayang, aku tidak bermaksud membuatmu kelelahan" Rich yang tersadar akan perbuatannya kemudian mengelap peluh yang mengucur deras di dahi sang istri.
"Aku lapar" rengeknya lagi.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita makan malam dulu" meskipun masih merasa belum puas, namun Rich mencoba untuk menahan gejolaknya itu.
"Tapi aku mau mandi dulu, badanku lengket semua" karena pergumulan hebatnya bersama sang suami, Runi merasa tubuhnya seperti dibaluri oleh lem kertas yang sangat lengket.
"Ya sudah ayo kita mandi dulu, baru habis itu makan malam" Kemudian pria itu pun membantu Runi untuk bangun dari tempat tidur.
"Awwww" rasa nyeri langsung menyengat area sensitif Runi saat ia mencoba berjalan.
"Sakit sekali ya? aku gendong saja ya" Rich yang paham jika sang istri kesakitan karena ulahnya kemudian berinisiatif untuk menggendongnya.
"Pelan-pelan ya kak" Runi hanya bisa pasrah saat tubuhnya melayang tinggi ditangan suaminya.
"Kakkkk jangan mulai lagi" Runi mencegah suaminya untuk memulai permainan kembali saat mereka sedang menggosok tubuhnya dengan sabun.
"Habis kau menggemaskan sih" Rich mencubit bukit kembar nan kenyal milik Runi dengan sangat gemas.
"Ihhhh kakakkkk!" yang dicubit protes.
"Sedikit saja hehehehe" bukannya berhenti pria itu malah melanjutkan dengan terkekeh geli.
"Ayo kak, aku sudah sangat lapar!" Runi benar-benar kehabisan sabar dengan ulah Rich. Butuh waktu hampir tiga puluh menit baginya untuk dapat membuat sang suami berhenti bergrilya dan kembali fokus pada kegiatan mandi mereka.
"Baiklah nyonya, maafkan hamba" kemudian pria itu menyelesaikan pekerjaannya untuk membilas tubuh.
..........
Setelah mereka bersih, kering dan berpakaian lengkap, Rich kemudian menggendong Runi menuju ruang makan untuk menikmati hidangan makan malam yang sudah disiapkan oleh para pelayan sejak tadi.
"Wahhhh enak sekali" Runi makan dengan sangat lahap tanpa mempedulikan imagenya didepan sang suami.
"Pelan-pelan sayang" Rich membersihkan sisa saus di dagu sang istri.
"Aku lapar sekali kak" jawabnya tanpa menghentikan kunyahannya. Kegiatan membobol gawang bersama sang suami benar-benar menguras tenaganya.
"Iya, tapi nanti kau bisa tersedak kalau seperti itu" nasehatnya saat istrinya makan dengan sangat rakus.
__ADS_1
"Lagian kenapa kakak membuatku sampai kelaparan berat seperti ini coba!?" kini ia menyalahkan suaminya.
"Siapa suruh kau begitu cantik dan menggemaskan begini jadi wanita hemmm?" Rich mencubit pipi yang penuh makanan itu.
"Ishhh dasar gombal!" melirik sambil mencibir.
"Kannn kau juga sih yang mulai memancing aku!" ia memang selalu tidak tahan jika melihat sang istri menunjukkan ekspresi yang lucu.
"Apa sih, sudah deh fokus makan saja!" khawatir suaminya bertindak nekad lagi, Runi pun kemudian mengalihkan pembicaraan mereka dengan obrolan ringan.
..........
"Perutku rasanya seperti mau meledak" Kata Runi sambil memegangi perutnya yang kekenyangan.
"Kau sih makannya seperti orang yang habis puasa tiga abad saja!" Rich mengelus rambutnya dengan lembut saat mereka sudah kembali ke dalam kamar pengantin.
"Lagian kakak juga yang bikin aku seperti orang habis berpuasa berabad-abad!" gerutunya sambil memajukan bibir dengan imut.
"Sayang, jaga bibirmu dengan baik, aku sudah tidak tahan nih!" Rich memperingatkan istrinya.
"Kakkkk aku masih kenyang!" Runi menatap dengan kesal.
"Ck dasar gombal saja!" hanya bisa berdecak melihat sikap suaminya yang sangat manja.
"Sini sayang" Rich menepuk tempat kosong yang ada disebelahnya.
"Kakak mau apa?" Runi bertanya curiga, ia sangat tidak siap jika Rich meminta jatahnya lagi.
"Aku hanya ingin memelukmu saja kok" ia tau kalau sang istri masih belum siap untuk bertempur kembali.
"Ohhhhh kirainnnn" kemudian ia merapatkan diri ke sebelah suaminya yang duduk selonjoran di atas tempat tidur.
"Kirain kenapa?" tanya Rich memancing sambil mengernyitkan dahi.
"Kirain kakak mau begitu lagi, aku kan masih capek!" jawab Runi apa adanya.
"Tidak, kalau kau capek aku tidak akan memaksamu kok, besok lagi saja" pria itu memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang. Baginya kini yang terpenting adalah membuat Runi nyaman. Ia rela memendam hasratnya demi menjaga perasaan sang istri.
"Terima kasih ya kak, kau sangat pengertian" Runi membalas pelukan suaminya.
"Sayang, kenapa sih kau masih memanggilku dengan kakak?" Rich protes.
__ADS_1
"Loh memang mau dipanggil apa?" bertanya sambil menatap Rich.
"Panggil baby kek, honey kek, ayang kek, apa gitu yang romantis!" ucapnya.
"Kau juga belum pernah bilang i love you kepadaku, padahal aku sudah sangat sering mengatakannya!" protesnya lagi.
"Hihihihihi" mendengar sang suami protes membuatnya terkikik geli.
"Kok malah ketawa!?" Rich semakin protes.
"Rasanya aneh saja gitu, tidak biasa hihihi" masih dengan tawa gelinya.
"Ah kau ini tidak romantis sekali sih!?" makin protes dan menggerutu.
"Uhhhh, cup, cup, cup, jangan ngambek dong, nanti gantengnya hilang lohhhhh" Runi mengelus-elus pipi suaminya dengan gemas.
"Tau ah sebel!" membuang mukanya.
"Iya deh iya, sini dong nengok dulu tapinya!" Runi menarik dagu suaminya agar menengok ke arah wajahnya.
"Ya sudah cepat bilang!" menuntut sang istri.
"I love you sayang" bisik Runi.
"Apa? tidak terdengar!" Rich pura-pura.
"I love you sayang" kini lebih keras.
"Masih terlalu kecil!" ia sengaja mengerjai istrinya.
"I love you sayangku Richard Anderson!" kini Runi berteriak dengan keras membuat senyum sang suami terkembang.
"Nah gitu dong itu baru namanya nyonya Richard Anderson!" kemudian ia menghadiahi kecupan bertubi-tubi diwajah sang istri.
"Awww kakkk sudah ahahahaha geli sudah kakk hahahah" Runi kegelian.
"Tidak mau, kau masih memanggilku kakak!" Rich protes lagi.
"Iya baiklah, sudah sayang sudah ampun sayang ahahahahaha" wanita itu kegelian setengah mati.
Sepanjang malam itu pun mereka habiskan dengan mengobrol ringan dan bercanda ria. Meskipun sesungguhnya Rich sangat ingin berhubungan kembali, namun mengingat kondisi sang istri yang sangat kelelahan akhirnya ia pun memutuskan untuk melanjutkannya besok pagi saat bangun tidur.
__ADS_1