
"Terima kasih ya kak untuk traktirannya malam ini" Runi berkata kepada Rich sebelum ia turun dari mobil pria tampan itu. Meskipun sebelumnya Rich menuntut Runi untuk mentraktirnya sebagai bayaran atas denda keusilan gadis itu, namun pada faktanya tetap saja pria itu yang membayar segala pengeluaran untuk semua hal yang mereka lakukan selama di mall Anderson seperti makan malam, nonton dan juga membeli beberapa mainan untuk Chela sebagai hadiah selamat datang baginya.
"Sama-sama" jawab Rich sambil tersenyum penuh cinta.
"Aku turun dulu ya" kemudian membuka sabuk pengamannya.
"Kau tidak mau menawari aku masuk bertemu mama dan papamu?" dengan tekad yang bulat Rich ingin menunjukkan keseriusannya kepada kedua orang tua gadis itu.
"Emmmm kalau besok-besok saja bagaimana kak? aku rasa ini sudah terlalu larut, mereka juga pasti sudah tidur!" karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, maka Runi merasa sungkan.
"Baiklah, kalau begitu lain kali saja" meskipun gagal tapi tidak mengurangi rasa optimisnya.
"Maaf ya kak" andaikan waktunya masih lebih sore, mungkin Runi akan mengijinkannya.
"It's okay!" kembali tersenyum manis.
"Kalau begitu aku turun ya kak" gadis cantik itu kemudiam membuka gagang pintu mobilnya.
"Runi tunggu,," Rich menahan tangan Runi sejenak.
"Ya?" ia menoleh.
"I love you" tatap sang mantan casanova dengan lekat. Sementara Runi hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun sebagai balasannya.
"Hati-hati ya di jalan" gadis itu hendak menunggu sampai Rich pergi.
__ADS_1
"Iya, ya sudah masuk gih" namun pria itu justru memintanya masuk terlebih dahulu baru ia yang kemudian pergi.
"Oke, bye kak!" kemudian ia melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam rumah, meninggalkan Rich.
"Bye" jawabnya sambil terus fokus menatap gadis itu menjauh darinya hingga menghilang dibalik pintu utama rumah mewah itu.
..........
"Sayang kau sudah tidur ya?" Rich yang baru saja selesai membersihkan diri dan naik ke atas tempat tidur bertanya pada gadis pujaannya melalui pesan singkat.
"Belum, ini baru selesai bersih-bersih, memang ada apa kak?" jawab gadis itu sambil bertanya balik.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku sudah sangat merindukanmu lagi" pria itu benar-benar seperti mabuk kepayang.
"Aku serius, rasanya aku selalu ingin berada di sampingmu dan tidak ingin terpisah lagi" andaikan menikah bisa seperti membalikkan telapak tangan, pasti Rich sudah langsung menikahi Runi saat tadi mereka berada di mall.
"Kakak ini ternyata memang pandai sekali merayu wanita ya!" goda Runi sambil memberikan emoticon menjulurkan lidah.
"Aku tidak sedang merayu, ini sungguh-sungguh keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam sayang!" Rich berkata jujur.
"Memang sedalam apa sih lubuk hati kakak?" bukannya merespon Rich, Runi malah semakin menggoda pria itu.
"Sayang aku serius, kok kau malah bercanda sih hiks hiks!" kini emoticon Rich menangis.
"Uhhhh cup cup cuppppp" semakin Rich baper, Runi malah semakin merasa bahagia dan ingin terus menggodanya.
__ADS_1
"Tau ah, kau menyebalkan!" pura-pura ngambek.
"Yahhhh kok papanya Chela ngambek sih?" katanya sambil menunjukkan emoticon terkejut.
"Habis calon mamanya Chela godain aku terus!" Rich sudah semakin menjurus dan terang-terangan.
"Heheheheh" Runi pun hanya memberi emoticon menjulurkan lidah.
"Ya sudah istirahatlah, pasti kau lelahkan seharian beraktivitas?" Rich kemudian menutup perbincangan mereka.
"He em, baiklah" jawab gadis itu.
"Tidur yang nyenyak ya" kata Rich kepada sang pujaan hati.
"Iya, kakak juga ya" balasnya.
"Jangan lupa mimpikan aku" katanya kemudian.
"Issshhhh" sambil senyum-senyum.
"Bye my love, good night" salam penutup dari Rich.
"Bye kak, good night" Runi pun kemudian mengakhiri percakapan mereka.
Setelah banyak hal yang mereka lalui sepanjang hari ini, akhirnya keduanya pun terlelap dalam buaian mimpi indah mereka masing-masing.
__ADS_1