Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Hilang Kontak


__ADS_3

"Hari ini kalian jadi meeting dengan tim dari Putra Angkasa kan?" George bertanya kepada Raf dan Rich.


"Iya om, nanti kami berangkat pukul sebelas, kami akan makan siang bersama dulu, baru habis itu lanjut membahas proyeknya" Raf menjawab.


"Good job, siapa saja yang akan ikut dari Putra Angkasa?" tanya Ron sambil menatap Rich yang terlihat tidak bersemangat karena sedang patah hati.


"Seperti biasa dad, Runi, Haris dan Burhan" jawab Raf lagi.


"Hemmm aku melihat sepertinya kalian berlima memang sangat solid dan satu frekuensi, semoga saja proyek yang baru ini akan lebih sukses dari yang sebelumnya ya" Mike yang sudah melihat hasil kerja mereka berlima saat di desa merasa puas.


"Semoga saja yah, aku juga sangat optimis jika bekerja sama dengan mereka bertiga" Raf memang sangat menyukai kepribadian dan cara kerja ketiga kliennya itu, bahkan sekarang mereka sudah menjadi sahabat baik dikehidupan pribadi masing-masing.


..........


"Hai, kalian sudah datang duluan ya?" Raf melambaikan tangan saat melihat ketiga orang perwakilan dari perusahaan mertuanya sudah duduk terlebih dahulu di meja restoran tempat mereka akan mengadakan meeting guna membahas proyek baru.


"Iya kak" Runi mengangguk sambil tersenyum kikuk.


"Silahkan duduk tuan" Burhan mempersilahkan Rich dan Raf.


"Terima kasih" jawab Rich dengan senyum yang dipaksakan.


"Oya, anda berdua mau pesan apa?" Haris yang sudah memesan lebih dulu, kemudian menyodorkan buku menunya kepada kedua orang itu.


"Aku ini saja, kalau kau apa Rich?" kata Raf kepada sang adik sepupu.


"Sama denganmu saja" Rich yang tidak berselera makan hanya menjawab sekenanya.


"Oke" kemudian suami dari Menta itu menyerahkan buku menunya kepada sang pelayan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana dengan proyek kita?" Raf memulai pembicaraan serius.


"Seperti yang sudah dibahas sebelumnya tuan, kita sepertinya butuh arsitek untuk membantu mendesign bangunannya" kata Haris.


"Benar, selain itu kita juga butuh tim khusus untuk marketingnya" jawab Burhan.


"Hemmmm kalian benar, bagaimana menurut kalian berdua?" Raf menatap Runi dan Rich secara bergantian. Meskipun situasinya sedikit canggung karena Rich dan Runi seperti berusaha saling menghindar satu sama lain, namun ia berusaha menetralisir suasanya senyaman mungkin.


"Aku ikut saja pendapat kalian" Rich benar-bener buntu dan tidak bisa berfikir jernih.


"Aku rasa kita memang harus memetakan lagi seperti saat proyek di desa kemarin baru kita mulai" meskipun Runi juga tidak bisa berfikir jernih, namun ia tetap berusaha untuk fokus.


"Baiklah, kalau begitu mari kita petakan ulang semuanya dari nol!" Raf membakar semangat semua orang, terutama Rich yang sedang drop.


"Semangat!" Burhan pun sangat optimis.


"Maaf sebentar ya, aku angkat telponnya dulu" Runi yang mendapatkan panggilan telpon kemudian mengangkatnya.


"Halo Mel, ada apa?" jawab Runi.


"Halo Runi, apa kau sudah lihat grup kampus? katanya ada pesawat airbus dari sini menuju ke tempatmu yang hilang kontak, lalu mereka menduga pesawat itu adalah yang ditumpangi pak Greg dan keluarganya!" model sekaligus teman baik Runi selama di kampusnya dulu memberikan kabar.


"Tidak mungkin, jangan bercanda Mel!" Runi langsung lemas seketika.


"Runi, mana mungkin aku becanda dalam situasi seperti ini!" Mel memberikan penekanan.


"Ya Tuhan, lalu bagaimana sekarang!?" jantung Runi seperti merosot saking paniknya.


"Apa kau bisa mengecek ke bandara di tempatmu? coba cek namanya dalam daftar penumpang!" Mel memberi saran.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera ke bandara sekarang juga!" Ia tidak bisa menutupi rasa sedihnya. Meskipun tidak ada cinta untuk Greg, tapi rasa sayang sebagai adik terhadap kakaknya pada pria itu membuat Runi tidak bisa menahan air matanya tumpah.


"Kalau begitu hati-hati ya, kabari aku kalau sudah ada informasi" Mel memberi pesan kepada Runi.


"Iya" karena panik Runi langsung mematikan sambungan telponnya tanpa mengucapkan salam perpisahan.


"Ada apa Runi?" Rich yang melihat gadis kesayangannya itu menangis kemudian bertanya dengan spontan.


"Ada pesawat yang hilang kontak, kata temanku kemungkinan itu adalah pesawat yang ditumpangi Greg serta keluarganya dan aku ingin memastikannya ke bandara!" Runi menjelaskan sambil bersiap pergi.


"Astaga!" Rih yang mendengarnya langsung syok, meskipun Greg adalah rivalnya, namun ia tetap merasa kasihan kepada kekasih gadis itu.


"Kalau begitu lebih baik kita cek sekarang juga!" kata Raf.


"Benar, kita tunda dulu saja rapatnya" Burhan menambahkan.


"Iya benar, setuju" Haris pun mengangguk.


"Terima kasih ya, kalian sangat baik" Runi merasa bahagia karena mereka memberikan dukungan kepadanya.


"Kalian tadi naik mobil apa?" tanya Raf saat melihat hanya ada mobil Runi dan mobilnya saja di parkiran khusus VVIP Restoran mewah itu.


"Kami bertiga naik mobil nona Runi" jawab Haris.


"Oke, kalau begitu sekarang kalian berdua naik mobilku saja, biar Rich yang membawa mobilnya Runi!" Raf memberi kode kepada Haris dan Burhan. Ia tau bahwa saat ini yang paling dibutuhkan oleh Runi diantara mereka berempat adalah Rich.


"Baik tuan" angguk Burhan yang paham akan kode dari Raf.


Tanpa menunggu lama mereka pun kemudian meluncur ke bandara untuk memastikan kabar tentang Greg dan keluarganya dalam penerbangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2