Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Membantu Raf dan Menta


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepatnya. Baik Runi maupun Rich kini lebih fokus untuk menata diri mereka masing-masing menjadi pribadi yang lebih baik. Meskipun Rich sangat berharap Runi dapat membuka hatinya kembali untuk menjalin cinta dengannya, namun ia tidak ingin memaksa gadis itu menerimanya dengan segera. Bagi Rich saat ini yang paling terpenting adalah Runi bisa hidup bahagia dengan cara yang baik. Demikian pula dengan Runi, meskipun ia tau bahwa jalannya untuk kembali kepad Rich sudah mulus tanpa terhalang oleh hubungannya dengan Greg seperti dulu, namun ia ingin semuanya berjalan natural. Ia mau berproses dengan baik, sehingga hasilnya pun tidak lagi membuatnya kecewa seperti yang sebelum-sebelumnya.


"Hari ini panas sekali ya" Runi menutup kepala dengan tangannya saat ia, Rich dan Raf sedang melakukan survey lapangan untuk proyek yang sedang mereka garap bersama.


"Ini pakailah" Rich melepas jas yang ia kenakan dan meletakkannya diatas kepala Runi agar gadis itu tidak terpapar oleh sinar matahari secara langsung.


"Eh kak tidak usah" gadis itu terkejut.


"Sudah pakai saja, lumayan buat ngurang-ngurangin budget beli sunblock hahahaha" Raf yang melihat keduanya sudah berinteraksi lebih dekat dari sebelumnya mencoba membantu mereka agar bisa lebih akrab lagi.


"Baiklah, terima kasih kak" pada akhirnya Runi pun menerima kebaikan Rich kepadanya.


"Sama-sama" jawab sang mantan casanova sambil tersenyum manis.


"Sepertinya ini sudah tinggal sedikit lagi ya?" Raf menyentuh bagian yang sudah hampir selesai.


"Benar tuan, hanya tinggal finishing saja dibagian ini" angguk seorang mandor lapangan.


"Baguslah kalau begitu" Raf sangat senang dengan hasil kerjanya.


"Rich, Runi, apa kalian masih ada yang ingin dilihat lagi?" tanya Raf kepada keduanya.


"Tidak kak, aku sudah melihat semua yang ingin aku cek tadi" Runi menggelengkan kepalanya.


"Aku juga sudah kok" Rich pun sama.


"Kalau begitu kita kembali ke kantor sekarang" Raf mengajak keduanya.


"Oke" angguk Rich dan Runi berbarengan.


..........


"Sedang apa kau di sini?" Raf terkejut saat melihat ada Paula mantan kekasihnya di dalam ruang kerjanya di kantor pusat perusahaan Anderson.


"Aku menunggumu sayang" Paula menjawab dengan gaya sok manja tanpa mempedulikan keberadaan Rich dan Runi di sebelah pria itu.


"Bagaimana kau bisa masuk ke sini!?" tanyanya ketus.


"Aku telah dikontrak oleh agensi modelmu untuk menjadi ambassador produk kecantikan perusahaan kalian" jawabnya sambil menunjukkan ID card barunya yang berlogokan Anderson.


"Brengsek!" ia merasa kecolongan karena gadis itu masih bisa keluar masuk gedung tempatnya bekerja dengan leluasa.


"Mulai sekarang kita akan sering bertemu sayang, kau pasti senang kan?" senyum kemenangan tersungging di wajah wanita penggoda itu.

__ADS_1


"Pergi kau dari sini sekarang juga!" pria itu membuka pintu ruang kerjanya lebar-lebar.


"Raf kenapa sih kau jahat sekali padaku?" Paula merajuk sambil memeluk pria itu dengan sangat posesif.


"Lepaskan aku!" tanpa ampun Raf mendorongnya hingga jatuh ke lantai.


"Rafffffffff!!" Paula berteriak kesal dengan perlakuan mantan kekasihnya.


"Nona, tolong jaga sikap anda!" Rich yang sejak tadi hanya diam saja, kini ikut berbicara.


"Bukan urusanmu!" Paula tidak peduli.


"Tentu saja akan menjadi urusanku kalau kau membuat kekacauan di kantor milikku!" Rich mengingatkan Paula akan posisinya di perusahaan Anderson.


"Lebih baik anda keluar dari sini sekarang juga jika sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!" Runi pun ikut membela Raf.


"Cih, berani sekali kau mengusirku, memangnya kau pikir kau siapa hah!?" Wajah menyalak ditunjukkan Paula kepada Runi.


"Oh ya pasti kau belum mengenalku ya? perkenalkan aku adalah Putri Arunika, anak angkat dari Surya Putra Angkasa, aku adalah direktur pemasaran dari perusahaan Putra Angkasa, yang kini menjadi rekan bisnis utama perusahaan Anderson!" meskipun Runi dan Paula pernah bertemu sekali saat dulu masih SMA, namun ia yakin bahwa Paula pasti tidak ingat padanya karena penampilannya kini yang sudah jauh berubah.


"Kenapa? kau tidak ingin menjabat tanganku?" Runi mencibir wajah pias Paula saat mengetahui jabatan Runi.


"Apa kau tau nona, kalau lantai ini hanya dikhususkan bagi para dewan direksi saja? selain yang memang berkepentingan bisnis dengan para direktur perusahaan, seharusnya tidak boleh ada orang lain di lantai ini, termasuk anda yang hanyalah seorang model kontrak produk kami di lapangan!" Runi kembali menyerang Paula secara verbal.


"Kalian brengsek, lihat saja nanti!" karena kalah oleh serangan verbal dari ketiga orang itu, Paula akhirnya memilih untuk pergi.


"Hufffff gila benar wanita itu, belum ada kapoknya dia!" Rich geleng-geleng kepala.


"Kak, sepertinya dia tidak bisa dibiarkan terus-menerus, kalau tidak ini akan tidak baik bagi hubunganmu dengan Menta, apalagi sekarang sudah ada Raguel, pasti Menta akan sangat tersakiti kalau melihat wanita itu terus mengejarmu!" Runi menatap tajam wajah suami sahabatnya itu.


"Kau benar, aku sepertinya harus melakukan sesuatu untuk membuatnya jera!" senyum misterius terkembang di wajah Raf.


..........


"Aku rasa lebih baik ini diletakkan disana saja supaya nanti kak Raf tidak sulit jika harus berjalan ke area bawah panggung" Runi membantu mengatur posisi tempat acara yang sengaja dibuat untuk mempermalukan Paula.


"Apa semuanya sudah beres?" Rich yang melihat Runi sibuk menata ruangannya bertanya.


"Sudah kak, tinggal eksekusinya saja" angguk gadis cantik itu.


"Kalau begitu ayo kita makan siang dulu, kita harus memiliki banyak energi untuk menyambut acara yang seru nanti sore" Rich tersenyum membayangkan wajah Paula nanti saat menerima kejutan.


"Oke, ayo" Runi yang sangat lapar kemudian menyetujui ajakan Rich.

__ADS_1


"Kau mau pesan apa?" tanya pria tampan itu.


"Sama saja seperti kak Rich" Runi yang sudah melihat Rich memesan makanannya lumayan tergugah dengan menu tersebut.


"Oke baiklah" kemudian makanan pun dipesan dengan segera.


"Wahhh enak sekali" Runi yang sangat lapar membelalakkan matanya saat melihat makanan tersaji di depan matanya.


"Ayo makan" Rich yang juga sudah sangat lapar langsung mengambil sendok.


"He em" angguk Runi tanpa basa basi lagi.


"Apa kau suka menunya?" Rich yang melihat Runi makan dengan lahap bertanya.


"Iya ini enak sekali" menjawab dengan mulut penuh makanan.


"Pelan-pelan saja makannya, jangan buru-buru" kata sang mantan casanova sambil mengelap bibir Runi yang terkena saus tomat.


"Aku sungguh sangat lapar kak hehehehe" masih dengan sibuk mengunyah.


"Dasar kau ini" Rich geleng-geleng kepala melihat Runi yang makan dengan rakus.


Suasana cair terlihat diantara keduanya. Meskipun Rich tidak pernah lagi mengungkapkan rasa cintanya secara verbal, namun kini keduanya justru menunjukkan perasaan masing-masing dengan sikap yang saling memperhatikan satu sama lain. Mereka benar-benar berusah menikmati setiap prosesnya tanpa tergesa-gesa.


..........


"Selamat sore menjelang malam semuanya, terima kasih untuk kehadirannya pada acara ini. Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya ada apa sebenarnya? nah untuk itu mari kita undang tuan muda kesayangan kita bersama yaitu Rafael Anderson untuk naik ke atas panggung" Rich memanggil sang kakak sepupu.


"Selamat sore semua, terima kasih atas partisipasinya di acara ini, mohon maaf sebelumnya jika saya membuat kegaduhan secara mendadak. Hal ini memang sengaja saya lakukan karena pesta kejutan ini diperuntukkan bagi seseorang yang sangat saya sayangi dan telah merubah hidup saya secara keseluruhan seperti sekarang. Dia adalah seorang wanita cantik titisan bidadari yang diutus oleh Tuhan untuk masuk di dalam hidup saya. Saat ini dia ada ditengah-tengah kita, itu dia disana!" Raf menunjuk Menta yang berdiri tepat di belakang Paula. Hal ini memang sudah di rencakana oleh Raf sebelumnya. Ia meminta Runi untuk mengajak Menta berdiri tepat di belakang Paula untuk melancarkan aksinya itu.


"Sayang, terima kasih karena sudah mengisi hari-hariku dengan cintamu yang tulus" tatapan cinta Raf lurus kearah Menta melalui Paula, sehingga seolah-olah Raf mengatakannya untuk sang wanita penggoda itu.


"Malam ini ijinkan aku untuk mengungkapkan rasa cinta dan terima kasihku kepadamu sayang" Pria itu pun kemudian turun dari podium dan berjalan mendekat ke arah orang yang dimaksud. Paula yang mengira bahwa Raf sedang menuju ke arahnya sudah memasang senyuman yang paling manis, ia bahkan sudah merentangkan tangannya untuk menyambut tangan Raf yang juga sudah terangkat sambil berjalan mendekat.


"Raf,," Paula tersenyum saat Raf sudah tepat dihadapannya, namun senyum itu langsung berubah sepersekian detik kemudian saat ia menyadari bahwa Raf tidak sedang menghampirinya dan malah berjalan ke arah belakang.


"Menta!?" Paula terkejut ketika orang yang dimaksud oleh Raf ternyata bukan dirinya melainkan Menta.


"Seperti yang anda semua ketahui jika sebelumnya saya terkenal dengan image buruk sebagai seorang pria yang dingin dan tempramen, namun sejak dia hadir dalam hidup saya, maka semua berubah seratus delapan puluh derajat. Hari-hari saya yang semula sangat suram dan sepi, kini menjadi cerah ceria. Sekarang hanya ada tawa dan canda saja di hidup saya. Terlebih saat ini ditengah-tengah kami sudah ada pengikat cinta yang semakin memperkuat jalinan hati kami" Raf yang sudah memeluk sang istri dengan posesif berkata dengan bangganya.


"Brengsek!!!" Paula memaki dengan kesal.


"Hari ini tepat empat puluh hari sejak putra kedua kita lahir, aku ingin menyatakan bahwa aku sangat bersyukur bisa memilikimu di dalam hidupku. Mentari Putri Angkasa Anderson, terima kasih karena sudah mau menerimaku dengan segala kekurangan yang aku miliki. Terima kasih sudah menjadi istri dan ibu bagi anak-anakku. Terima kasih juga karena sudah menjadi cahaya di tengah keluarga kecil kita. I love you sayang" kecupan lembut kemudian menutup kalimat cinta Raf untuk sang istri, membuat Paula sangat geram dan pergi meninggalkan ruang pesta begitu saja.

__ADS_1


"Baiklah, karena kejutannya sudah diungkapkan, maka sekarang silahkan semuanya menikmati hidangan yang sudah disediakan!" Rich yang melihat Paula pergi meninggalkan ruangan, kemudian mempersilahkan para karyawan untuk menikmati hidangannya diiringi oleh lagu-lagu romantis. Seperti yang sudah direncanakan, pesta kejutan untuk sang mantan pun berjalan dengan mulus.


__ADS_2