
Deru mesin sebuah mobil sport terdengar semakin mendekat ke halaman rumah mewah nan luas milik Richard Anderson, yang menandakan sang empunya sudah pulang dari kantornya.
"Rich!?" Marleena yang sengaja menunggu kedatangannya sambil memandangi tanaman di halaman rumah tersebut kemudian tersenyum kearah pria tampan itu.
"Kau sudah pulang?" tanya ibu kandung Chela tersebut.
"Hemmmm" sementara yang ditanya hanya menjawab sekenanya sambil berjalan dengan cuek.
"Sini biar aku bantu membawa tasmu" kata wanita itu yang mencoba memposisikan diri sebagai nyonya rumah sekaligus istri Rich.
"Ck, minggir!" namun yang mau dibantu malah menepis tangannya dan berjalan masuk ke dalam rumah begitu saja seolah ia tidak melihat keberadaan wanita yang telah melahirkan anak perempua baginya di luar pernikahan.
"Rich kenapa kau kasar sekali!?" mencoba mencari simpati dengan kembali memegang tangan Rich dan berbicara dengan nada sedih.
"Brisik!" tepisnya lagi.
"Sayang, kau sudah pulang?" sepersekian detik kemudian Runi muncul menyapa Rich.
"Sayangku, aku sangat merindukanmu seharian ini!" tanpa mempedulikan Marleena yang ada diantara mereka, Rich langsung meraih pinggang Runi dengan tangannya yang tidak memegang tas dan memeluknya dengan posesif.
__ADS_1
"Masa sih? kan baru tadi pagi kita berpisah!" Runi berkata dengan manja sambil meraih tas suaminya.
"Jangankan dari tadi pagi, sedetik berpisah denganmu saja aku sudah seperti mau mati rasanya!" kemudian mengendusi leher sang istri.
"Sayang jangan disini, malu ah dilihat kak Marleena!" Runi pura-pura menolak.
"Memangnya kenapa? kita kan sudah sah, lagi pula ini rumah kita, kalau ada yang terganggu ya angkat kaki saja dari sini!" seloroh Rich yang semakin membuat Marleena merasa terabaikan.
"Ishhh dasar, mandi dulu gih sana, biar segar!" sang istri merenggangkan pelukannya.
"Mandikan aku ya? hemmmm!?" masih menguyel-uyel leher Runi dengan gemas.
"Ck, kau ini benar-benar manja ya!" mencubit pipi suaminya dengan gemas.
"Ya sudah ayo kita masuk ke dalam kamar!" kemudian berbalik ke arah kamar mereka sambil menggenggam erat tangan Rich.
"Kak Marleena kami masuk dulu ya" Runi tidak lupa untuk berpamitan dengan ramah.
"Eh iya silahkan" angguknya dengan senyum yang kikuk, sementara hatinya begitu murka melihat keromantisan sepasang suami istri itu.
__ADS_1
..........
"Sayang, actingnya sudah selesai, ayo lepaskan aku!" Runi berkata kepada Rich saat mereka sudah masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
"Siapa yang acting? aku sungguh-sungguh kok tadi!" meskipun awalnya Rich memang beracting mengikuti arahan sang istri dan semua kakak perempuannya yang sedang mengatur skenario untuk membuat Marleena malu, namun pada akhirnya pria itu jadi terbawa suasana.
"Kau ini benar-benar ya!" Runi menepuk dada Rich dengan gemas sambil geleng-geleng kepala.
"Aku ini sudah bucin akut padamu, jadi kau harus bertanggung jawab!" kata Rich sambil meraih dagu istrinya itu.
"Ayo mandikan aku, aku sudah tidak tahan nih!" rengek pria berdarah setengah bule tersebut.
"Ck, ya sudah cepat bantu aku membuka semuanya!" Runi dengan telaten melepas semua kancing kemeja sang suami. Sementara Rich juga sibuk melepaskan semua yang dipakai oleh sang istri.
"Aaahhhhhh sayangggggg" lenguhan terdengar saat Rich memulai ritual mandi mereka yang tertu saja lebih di dominasi dengan permainan yang panas.
"Emmmppphhhhhh sayang sudahh cukupppp ahhhhhh" tidak perlu waktu yang lama bagi Rich untuk membuat istrinya tahkluk, ia bahkan bisa membuat Runi terbang berkali-kali hanya dengan sedikit sentuhan yang mematikan.
"Ayo sayang kita bersama, aku juga sudah dekat!" Rich mempercepat ritme geraknya saat ia sudah hendak mencapai puncaknya sendiri.
__ADS_1
"Ahhhhhhh sayangggg" Runi menegang.
"Arrhhhhhggggg sayangggg" Rich pun menenggelamkan dirinya hingga dasar saat amunisinya tumpah.