
"Papaaaaa,," Chela membuka matanya setelah lebih dari dua puluh empat jam ia berada dialam bawah sadar.
"Sayang, anak papa" Rich mengecup wajah Chela saat melihat mata gadis cilik kesayangannya itu terbuka.
"Chela barusan ketemu grandma dan grandpa" ia bercerita kepada Rich.
"Ini grandma dan grandpa" Rich menunjuk Ayu dan Ron yang berada di belakangnya.
"Bukan yang ini" yang dimaksud gadis itu adalah kedua orang tua Marleena yang sudah merawatnya sejak bayi.
"Oh grandma dan grandpa yang satunya ya?" Rich paham.
"Iya" angguk gadis itu lemah.
"Lalu grandma dan grandpa bilang apa?" Rich senang melihat putrinya bisa bicara lagi.
"Chela diajak tinggal sama mereka, rumahnya sangat indah, ada taman bermainnya pa" jawabnya.
"Lalu Chela jawab apa?" Rich mulai merasa ada yang janggal.
"Chela ngantuk pa, Chela boleh bobok tidak?" gadis itu tidak menjawab pertanyaan papanya.
"Boleh sayang, kalau Chela ngantuk Chela bobok aja ya" angguk Rich.
"Peluk Chela paaaaaaaa" tangan gadis itu terentang lebar.
__ADS_1
"Iya sayang" Rich kemudian mengambil posisi merebahkan diri di sebelah putrinya dan memeluk gadis cilik itu dalam dekapannya.
Perlahan tapi pasti nafas gadis itu mulai teratur bahkan cenderung melemah hingga tidak lama kemudian alat bantunya berbunyi nyaring menandakan detak jantung dan nafas Chela terhenti.
"Chela, sayang?" Rich menatap wajah putrinya yang polos dengan senyum terkembang.
"Bangun sayang, anak cantik papa!" Rich mengguncang tubuh Chela.
"Maaf tuan, nona Chela telah pergi" kalimat sang dokter yang sedang bertugas seperti sebuah sambaran petir bagi Rich.
"No way, tidak, Chela bangun, jangan tinggalkan papa!" Rich begitu histeris mengguncang tubuh yang sudah tak bernyawa itu.
"Sayang jangan begitu, kasihan Chela!" Runi mengingatkan Rich yang dengan kasarnya berusaha membangunkan putrinya kembali.
"Chela tidak boleh pergi, aku belum membuatnya bahagia, dia belum bertemu adik-adiknya!" sang mantan casanova belum bisa menerima kenyataan pahit tersebut.
"Tidak, jangan, biarkan dulu, nanti Chelaku pasti kembali!" gelengnya dengan kuat.
"Rich jangan begitu, ikhlaskan Chela, apa kau tidak dengar tadi dia bilang grandma dan granpanya yang mengajaknya? dia sudah bahagia Rich, sakitnya sudah sembuh!" Ron menarik putranya menjauh dari tubuh Chela.
"Dad hiks hiks hiks" tangis Rich pecah dipelukan sang daddy. Tangis yang serupa seperti saat ia kehilangan Runi enam tahun silam.
"Kuatkan hatimu, ini adalah yang terbaik bagi Chela, kita sudah berjuang semampu kita Rich!" meskipun pada awal kehadiran Chela membuat Ron dan Ayu terkejut, namun mereka tetap menerima gadis cilik itu dengan baik dan memberikan perawatan yang terbaik yang bisa mereka berikan.
"Aku belum bisa menjadi papa yang baik baginya dad, aku masih baru memulai segalanya, kenapa begitu cepat!?" sesal merasuki hati Rich. Ia seolah mengingat bagaimana penolakannya diawal pertemuan mereka. Bagaimana Chela begitu merindukan kasih sayangnya.
__ADS_1
"Kau adalah papa yang baik Rich, lihatlah wajahnya, dia pergi dengan tersenyum dalam dekapan kasih sayangmu. Itu sudah lebih dari cukup baginya merasakan kebahagiaan sebagai seorang anak yang disayangi oleh papanya!" Ron menguatkan putranya yang sedang rapuh.
..........
Tidak perlu menunggu lama, hanya dalam hitungan menit kediaman Rich langsung ramai dengan para kerabat dan sahabat yang hendak memberikan dukungan kepada pria yang berduka atas kepergian putrinya itu.
"Kapan rencana dimakamnya?" tanya Surya ayah angkat Runi.
"Besok om, sesuai permintaan Rich" jawab Gamal.
"Apa semua sudah disiapkan?" Hendro papa kandung Runi juga bertanya.
"Iya, sudah semua" angguk Dimas.
"Apa akan dimakamkan di dekat makam Junior?" kini Adhi yang penasaran.
"Benar, dekat dengan makam putraku juga" angguk Gide.
"Pasti sangat berat ya Rich menerima semua ini" Doni membayangkan jika dirinya berada diposisi Rich.
"Iya Om, Rich sangat terpukul" Raf juga bisa merasakan perasaan saudara sepupunya itu.
"Kita tidak pernah tau kapan Tuhan memanggil, hidup ini memang sangat penuh misteri!" George menghela nafasnya.
"Benar, bahkan tanpa diduga cucu-cucu kita duluan malah yang sudah menghadap Tuhan!" Mike menghitung sudah ada tiga cicit Anderson yang meninggal mendahuluinya, yaitu anak dari Rach, Raf dan Rich.
__ADS_1
Suasana berkabung jelas terlihat di rumah mewah tersebut. Hanya satu orang yang tidak merasakan duka sama sekali yaitu Marleena. Yang ada didalam hatinya kini hanyalah rasa marah terhadap Chela yang tidak bisa lagi menjadi tamengnya dan membuka jalan menjadikannya nyonya besar di rumah tersebut.