Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Kepergian Runi


__ADS_3

"Selamat malam tante" Rich berdiri di depan pintu rumah Runi.


"Selamat malam Rich" Dini menjawab sapaan pria tampan itu.


"Runinya ada tante?" Rich yang sudah bertekad untuk memulai segala sesuatunya dari awal, kemudian mencoba untuk melakukan pendekatan serius kepada Runi dan juga keluarganya.


"Runi sudah berangkat" jawab mama gadis itu apa adanya.


"Berangkat kemana tante?" bertanya dengan polosnya.


"Loh memangnya Rich belum tau kalau Runi sudah memutuskan untuk kuliah di kampusnya Menta?" Dini yang tidak mengetahui bahwa ada konflik diantara mereka berdua bertanya karen terkejut.


"Kuliah dikampusnya Menta? maksudnya kuliah di luar negeri?" seperti ada petir yang menyambarnya seketika.


"Iya, benar" angguk sang wanita cantik itu.


"Sejak kapan berangkatnya tan?" pria itu berusaha mencerna informasi yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya.


"Sekitar dua jam lalu, mungkin sekarang sedang menunggu keberangkatan pesawatnya, karena dia memang sengaja memilih penerbangan terakhir" jelas Dini yang sengaja tidak mau mengantarkan putrinya karena takut menjadi terbawa emosi.


"Kalau begitu permisi ya tante" Rich langsung mengambil langkah seribu masuk ke dalam mobilnya. Dengan kecepatan penuh casanova itu memacu mobilnya dengan kecepatan maksimal. Berkali-kali ia membunyikan klakson saat mobil-mobil yang ada di depannya berjalan dengan lambat. Ia juga sempat menerobos lampu merah karena pikirannya sangat kalut.

__ADS_1


"Sayang ayo angkat telponnya!" Rich mencoba menghubungi Runi berkali-kali melalui sambungan video, namun gadis itu selalu menolaknya.


"Ahhhh brengsekkk, kenapa macet sekali sih!" sepanjang perjalanan ia terus saja menggerutu.


..........


"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk jika tidak memiliki tiket, paspor dan visa" kata seorang petugas.


"Tapi aku ingin menemui kekasihku, tolong jangan halangi aku!" kata Rich sambil berusaha menerobos pintu masuk.


"Maaf tuan, kami tidak bisa mengijinkan anda karena itu sudah peraturannya" security yang berada dekat disana mencoba membantu sang petugas.


"Aku mohon sebentar saja" pria itu masih memberontak sekuat tenaga.


"Lepaskan aku, aku mau menemui Runiku!" sudah seperti orang kesetanan.


"Mohon jangan buat kegaduhan tuan" baik petugas maupun security memegangi Rich yang terus memberontak.


"Runiiiiii, Runiiiiii, sayangggggg, aku mohon jangan pergi, maafkan aku!" sang casanova terus saja bertingkah layaknya orang yang kerasukan setan.


"Kak Rich!?" sementara yang namanya dipanggil langsung menoleh dan menatap pria yang sedang dihalau oleh para petugas itu.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku, aku mohon jangan pergi, kembalilah padaku Runi, aku mohon!" Rich yang sudah menemukan keberadaan Runi ditengah ramainya calon penumpang lain pun kemudian menatapnya dengan wajah memelas.


"Tidak, jangan pergi, aku mohon sayang, Runi!" Rich masih berusaha mencoba menerobos. Sementara Runi yang sudah mendengarkan panggilan untuk segera masuk ke dalam pesawat, langsung saja berjalan menjauhi ruang tunggu dan mengabaikan Rich terus berusaha menemuinya.


"Tidak, Runi, jangan pergi, sayang aku mohon maafkan aku, aku memang pria bodoh yang hanya bisa membuatmu bersedih!" tatapan matanya tidak bisa berpaling dari Runi yang berjalan semakin menjauh darinya dan menghilang dibalik pintu pembatas.


"Lepaskan aku!" kata Rich kepada petugas dengan suara lirih pada akhirnya, setelah gadis itu menghilang dibalik pintu. Air mata menetes dipipinya tanpa bisa ia bendung sama sekali. Bahkan ia sama sekali tidak peduli ketika semua orang menatapnya dengan penuh tanda tanya setelah sebelumnya membuat kegaduhan di tempat itu.


..........


"Sayang, hiks hiks hiks" ia menatap photo gadis itu diponselnya saat sudah berada di dalam mobilnya di lapangan parkir bandara.


"Maafkan aku" air mata terus saja menetes tanpa bisa dikendalikan.


"Aku memang pria bodoh" hatinya begitu sakit saat mengingat bagaimana ia menyakiti gadis sebaik Runi.


"Kau pasti sangat membenciku sekarang" ia terus saja bermonolog sambil menatap wajah polos Runi yang sedang tersenyum manis.


"Maaf, maafkan aku" hanya kata maaf saja yang terus ia ucapkan.


"Apakah sudah tidak ada kesempatan kedua untukku memperbaiki kesalahan yang sudah kuperbuat sayang?" dadanya sangat sesak saat membayangkan jika dirinya harus berpisah dari gadis yang sudah mulai mengisi penuh hati dan pikirannya.

__ADS_1


Sepanjang malam dan dengan pikiran yang kalut, Rich pun kemudian hanya berputar-putar mengelilingi ibukota dengan mobilnya tanpa ada tujuan yang jelas.


__ADS_2