Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Memasak Botok Tawon


__ADS_3

"Awwww ma pelan-pelan dong,, ini dahi papa sakit banget" Rich berteriak saat sang istri sedang mengolesi obat untuk gigitan serangga di dahinya yang bengkak seperti terhantam tiang lampu merah.


"Ini juga pelan-pelan kok" Runi menjawab sambil terus mengolesi obatnya dengan telaten.


"Padahal sudah pakai topengnya Raguel loh, tapi kenapa papa masih saja bisa disengat ya?" Raf mengelus-elus pipinya yang terasa sangat panas.


"Kan ada celah disamping pipi untuk masuk pa" Menta menjawab sambil tersenyum geli melihat pipi suaminya yang bengkak seperti orang sakit gigi.


"Percuma pakai ini ma, ternyata sama saja, tetap disengat juga hidung papa" Gide menggerutu.


"Lagian papa aneh-aneh aja pakai baju tidur mama segala" Rach hanya geleng-geleng kepala melihat ulah suaminya yang ajaib.


"Barang mahal mama ini juga tidak berguna" Gamal meletakkan kain milik istrinya setelah dagunya membengkak merah.


"Makanya kalau mau pinjam bilang dulu sama yang punya, jadi papa gak kualat hehehe" Sera malah terkekeh melihat bibir suaminya yang bengkak seperti donal bebek.

__ADS_1


"Ini buang saja ya ma, sudah kotor" Dimas yang hanya tersengat dibagian tangan terlihat paling aman diantara kelima pria itu, karena wajahnya tidak berubah sama sekali dan tetap tampan.


"Ya iyalah harus dibuang, masa mau mama pakai lagi buat bikin tahu, nanti yang ada tahunya jadi campur sama daki papa dong" Gaby berseloroh.


Setelah selesai mengumpulkan bahan baku pembuat botok dan mengobati bagian tubuh yang bengkak akibat sengatan tawon, mereka pun kemudian mulai memasak menu masakan sesuai dengan pesanan Runi.


"Kalau tidak ingat ini demi keturunan Anderson dan juga Putra Angkasa, rasanya aku sudah ingin menyerah saja karena tidak tahan lagi, lebih baik aku lembur berhari-hari di kantor deh kalau begini!" Rich menggerutu dengan berbisik kepada keempat kakak laki-lakinya.


"Sabar, kau harus tahan, ini demi kelancaran masa depan kedua keluarga besar kita" Raf menepuk bahu adiknya.


"Jangan sampai kau harus puasa sebelum waktunya melahirkan" Gamal memperingatkan bahayanya jika protes.


"Ingat, ucapan istri bagaikan titah seorang ratu" Dimas yang paling berpengalaman mengingatkan 'hukum rimba' nya.


"Kalian kenapa berkumpul disitu, bukannya menyelesaikan ini!?" Sera membawa daun pisang untuk bungkus botoknya.

__ADS_1


"Tau, jadi bapak-bapak bigos sekali sih kalian!" Rach geleng-geleng melihat para pria yang berkerumun seperti ibu-ibu arisan.


"Ayo ini semua diaduk jadi satu, lalu kemudian dibungkus pakai daun pisang!" Gaby sang chef memberi instruksi.


"Nah ini pancinya, nanti tinggal diberi air lalu botoknya dikukus!" Menta menyerahkan panci pengukus kepada para pria.


"Semangat ya semua papa kece, kalian pasti bisa!" Runi sangat bahagia karena semua keluarga besarnya mendukung ngidam yang sudah ia tahan selama beberapa hari.


"Awwwww, ini tusukannya tajam sekali" Gamal berteriak ketika jarinya tertusuk lidi yang digunakan untuk daun pisang.


"Makanya hati-hati dong, lihat ini seperti aku" Gide sok menunjukkan cara yang tepat.


"Aduhhhh, kau kalau jalan yang benar dong, ini pancinya panas tau!" Raf mengomel ketika Rich menyenggolnya saat sedang berjalan, membuat yang disenggol oleng dan menyentuh panci panas di atas kompor.


"Kalian ini kenapa sih kalau kerja selalu saja berisik, diam kenapa!" Dimas yang mendengar keempat adik iparnya berkelahi jadi ikut tersulut.

__ADS_1


Seperti halnya eksekusi ngidam-ngidam wanita Anderson sebelumnya, eksekusi pembuatan botok tawon kali ini pun terjadi dengan sangat heboh, bahkan dramanya cukup lumayan parah dan para pria menjadi mengalami lebam dan demam akibat sengatan tawon yang mengamuk karena sarang mereka diambil.


__ADS_2