
Sudah hampir sepuluh bulan waktu berjalan sejak kejadian dimana Rich dan Runi bertengkar hebat. Rich yang tergila-gila pada Runi terus saja berusaha memperbaiki dirinya dengan melakukan pendekatan-pendekatan secara masif terhadap gadis itu. Sementara Runi yang mempertimbangkan banyak aspek, tetap menunjukkan sikap defensifnya terhadap sang pria. Meskipun ia menyadari bahwa cintanya terhadap Rich semakin hari semakin besar dibandingkan terhadap Greg, namun dengan prinsipnya yang harus tetap setia terhadap pasangan, membuat gadis itu bertahan dalam hubungan asmaranya tersebut. Selain itu Runi pun sesungguhnya masih tidak siap dengan kenyataan bahwa Rich adalah seorang pria sempurna yang selalu digilai oleh banyak gadis cantik, bayang-banyang Rich yang sering bergonta ganti pasangan di atas ranjang selalu membuatnya berfikir ulang untuk mencoba. Walaupun terlihat kuat dan tegar di luar, namun Runi tetaplah gadis lemah dan pengecut seperti dulu yang membungkus dirinya dalam balutan sikap elegan.
Halo sayang, kau sedang apa?" tanya seorang pria tampan melalui sambungan video call.
"Hai, aku sedang duduk di halaman paviliun desa" jawab Runi sambil menatap layar ponselnya.
"Oya, ngomong-ngomong bagaimana pesta pertunangan kedua temanmu itu hari ini?" pria bernama Gregorius atau yang biasa disapa Greg itu penasaran.
"Lancar, seru sekali malahan!" seru Runi antusias.
"Benarkah? ayo ceritakan padaku keseruannya!" pria bule yang sudah menjadi kekasih Runi sejak empat menjelang lima tahun itu memang selalu ingin mengetahui segala hal tentang kekasih yang sangat dicintainya itu.
"Kau tau tidak, awalnya kan acara yang digelar oleh kak Raf itu bertujuan hanya untuk memberikan kejutan pertunangan saja bagi Karina dan Rini, eh tau-taunya mereka malah langsung disuruh menikah tadi!" dengan semangat gadis cantik itu bercerita.
"Kok bisa?" tanya Greg antusias.
"Iya, jadi tadi itu pak Kepala desa memberi usul untuk sekalian menikah saja, karena memang pestanya lumayan megah untuk ukuran di desa, jadi ya sudah deh kak Raf langsung meminta persetujuan keluarga besar mereka berempat!" jelasnya.
"Wahhhh luar biasa, Raf ternyata sangat baik ya" Greg yang sudah mendengar banyak cerita tentang Raf menjadi merasa sangat kagum pada suami Menta itu. Meskipun belum pernah bertemu secara langsung dengan Raf, namun ia memang sudah mengetahui kisahnya mulai dari awal pernikahan mereka yang dianggap cukup tragis, hingga kisah mereka sekarang yang sudah sangat romantis.
"Iya, dia itu benar-benar pria yang hebat, dia belajar banyak dari kesalahannya dimasa lalu hingga bisa sangat mudah berempati dengan orang lain yang dianggap senasib seperti dirinya dalam menanti cinta sejatinya" Runi pun mengakui kebaikan Raf.
"Aku sepertinya harus banyak berguru kepadanya nih kalau nanti sudah pindah negara!" Greg yang sangat serius dengan hubungannya memang bertekad untuk mengikuti Runi ke negara asal gadis itu dan rela pindah kewarganegaraan demi bisa bersama sang pujaan hatinya. Ia bahkan sampai belajar bahasa yang biasa Runi gunakan sehari-hari agar dapat berkomunikasi dengan lancar saat dirinya pindah negara nanti.
"Oya sayang, ngomong-ngomong aku sudah mengurus kepindahanku loh, mungkin dua bulan lagi aku akan berangkat ke tempatmu!" Greg memberi informasi.
__ADS_1
"Benarkah? apa kampusmu yang baru sudah menerima semua persyaratanmu itu?" tanya sang kekasih.
"Iya, sudah deal, kami sudah menandatangani kontrak perjanjiannya, jadi setelah semuanya yang di sini beres, aku akan segera menemuimu" angguknya.
"Syukurlah" Runi merasa senang.
"Ya sudah, kalau begitu kau istirahat ya, jangan tidur terlalu malam, nanti bisa sakit" kata Greg kepada kekasihnya itu.
"He em, kau juga semangat ya kerjanya" kata gadis cantik itu.
"Tentu dong, aku pasti semangat, kan sudah melihat wajah cantikmu itu" Greg memang selalu bersikap romatis kepada kekasihnya.
"Isshhhh gombal!" Runi memajukan bibirnya.
"Serius sayang, kau itu seperti mood booster untukku!" pria bule itu berkata apa adanya.
"Ya sudah, aku tutup dulu ya sayang i love you" ucap sang pria sebelum menutup panggilannya.
"I love you too" balas Runi yang kemudian mematikan ponselnya.
..........
"Astaga kak Rich, kau membuat jantungku copot saja!" Runi terlonjak saat ia hendak masuk ke dalam.
"Apa tidak ada kesempatan sama sekali bagiku Runi?" Rich yang baru saja mendengar percakapan romantis antara dua sejoli itu kemudian menatap wajah wanita yang ia cintai dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"Kak, kenapa sih terus menggangguku? kakak kan tau kalau aku sudah punya kekasih! Lagi pula bukannya kakak punya banyak kekasih di luar sana yang bisa kakak ajak kencan?" meskipun dalam lubuk hati Runi yang paling dalam masih tersimpan nama Rich, namun ia tidak mau memberi celah lagi bagi dirinya maupun Rich untuk mengulang kebodohannya di masa lalu.
"Aku sudah tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun Runi, kau tau kan kalau aku sudah berubah, aku sangat mencintaimu, hanya kau satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku!" Rich memegang lengan gadis itu dengan sangat kencang dan mendorongnya hingga tersudut di tembok.
"Awww kakkk sakit" Runi meringis karena cengkraman Rich begitu kuat.
"Aku mohon beri aku kesempatan!" tatapan penuh damba jelas terpancar dari wajah pria tampan itu.
"Ini sudah malam kak, aku mau tidur karena aku sangat lel emmppphhhhhhhhhhhh" Rich yang sudah kehilangan akalnya karena melihat gadis yang sangat dicintainya berpacaran dengan pria lain menjadi bertindak melewati batas. Ia memagut bibir gadis itu tanpa aba-aba.
"Kak Rich aku mohon lepaskan aku!" katanya sambil memberontak.
"Tidak akan, sampai kau menerima cintaku!" Rich bertahan dengan posisinya meskipun Runi terus berusaha mendorongnya untuk menjauh.
"Aku sudah punya kekasih kak!" memukul dada Rich untuk bisa lepas.
"Tapi aku mencintaimu Runi, cintaku lebih besar dari cintanya!" Rich kemudian kembali mendorong Runi ketembok dan memagut bibir itu dengan kasar. Tanpa ijin dari sang pemilik, ia menerobos masuk dan merasakan betapa manisnya bibir gadis itu.
"Kak Rich aku mohon jangan begini, lepaskan aku hiks hiks" perasaan frustasi menyerang Runi. Hati dan pikirannya seperti bertolak belakang. Disatu sisi ia merasa sangat merindukan setiap sentuhan Rich. Namun disisi lain ia merasa berdosa karena ia merasa telah menghianati Greg sang kekasih.
"Maaf" melihat gadis yang dicintainya menangis, Rich pun menjadi merasa bersedih. Ia perlahan menghapus air mata Runi yang menetes di pipinya dengan jari secara lembut.
"Aku sangat mencintaimu Runi, aku tau kalau kau masih membenciku, tapi aku akan buktikan kalau aku sudah berubah!" suara Rich sangat lembut. Ia mengarahkan dagu Runi kedekat wajahnya hingga tatapan mata mereka bertemu.
"Sampai kapan pun hanya kau yang ada disini" meraih tangan gadis itu kedadanya.
__ADS_1
"I love you Putri Arunika" kecupan lembut mendarat dikening Runi sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan gadis itu yang mematung dalam keadaan bimbang.