Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Membujuk Chela


__ADS_3

"Bagaimana, enak tidak makanannya?" Runi bertanya kepada Richela saat gadis itu sedang makan siang di ruang kerja Rich yang berada di kantor pusat Anderson.


"Iya, enak" angguk gadis cilik itu dengan lemah.


"Kalau begitu dihabiskan ya" sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Iya tante" angguknya lagi.


"Anak pintar" Meskipun baru bertemu, namun dengan kelembutan dan ketelatenan yang ditunjukkan oleh Runi, Richela bisa langsung merasa nyaman dan dekat.


Tok Tok Tok...


"Nona Runi, pengasuh yang anda pesan sudah tiba" seorang sekretaris direksi melapor kepada Runi.


"Tolong suruh masuk ya" perintah Runi. Mengingat Rich yang menolak mentah-mentah mengakui Richela sebagai anaknya, maka untuk membantu mengurus gadis cilik itu, Runi pun mengusulkan kepada yang lain untuk memakai jasa pengasuh untuk sementara waktu sebelum hasil tesnya keluar.


"Baik nona" angguk sang sekretaris kepada Runi.


"Ayo silahkan masuk, ini nona Runi yang meminta anda bekerja menjadi pengasuh" sekertaris itu memperkenalkan Runi kepada pengasuh yang akan menjaga Richela.


"Permisi nona, perkenalkan saya Tatik" seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh tahunan memperkenalkan diri kepada Runi.


"Halo mbak Tatik, aku Runi" jawabnya sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Chela sayang, ini mbak Tatik yang akan menjagamu ya. Mbak Tatik, ini adalah Chela yang akan diasuh sama mbak ya." wanita cantik itu saling memperkenalkan mereka satu sama lain.


"Baik non" angguk Tatik dengan sopan.


"Tapi Chela maunya sama papa saja" merengek sambil menangis.


"Papa Chela kan sedang sibuk bekerja, jadi tidak bisa menemani Chela sepanjang waktu" Runi berkata sambil mengelap air mata Chela yang jatuh di pipi. Setelah penolakan yang dilakukan oleh Rich terhadap Richela, Runi memang menjadi iba terhadap anak itu. Meskipun dalam hati kecilnya ia merasa sedih karena membayangkan bagaimana Rich bergaul di atas ranjang dengan banyak wanita, namun ia berusaha mengesampingkan semua itu. Lagi pula kini ia tidak mau berpikir yang aneh-aneh, karena secara status saat ini mereka hanyalah sebatas teman baik dan rekan kerja saja.


"Chela nanti malam sama mbak Tatik nginep di rumah om Gide dan tante Rach ya" Gide membujuk. Setelah diskusi beberapa waktu, Baik Dimas, Gamal, Gide dan Raf sepakat memberikan kabar ini terlebih dahulu kepada istri mereka masing-masing melalui sambungan video call grup. Kemudian setelah disepakati, akhirnya diputuskan bahwa Rach saudara kembar Rich lah yang akan mengasuh Richela sematara waktu hingga Ron, Mike dan George memberitahukan kabar ini kepada nyonya-nyonya Anderson yang lain, terutama kepada Ayu.


"Chela mau tinggal di rumah papa saja" karena hanya Rich yang ia kenal, maka Chela menolak untuk didekati oleh siapapun.


"Tante Rach itu saudara kembarnya papa Rich loh, jadi nanti Chela bisa kenalan sama saudara-saudara sepupu yang lain juga di sana!" Dimas membantu membujuk.


"Nanti kalau papa sudah selesai kerjanya, papa akan jemput Chela di rumah Om Gide dan tante Rach" Gamal juga berusaha mencoba membujuk.


"Tidak, Chela mau tunggu papa di sini saja!" gadis itu sangat keras kepala.


"Tapi hari ini papa Chela tidak datang ke sini lagi, dia ada pekerjaan di luar kantor, nanti kalau Chela nunggu disini sendirian sampai malam tidak ada orang loh" Runi mencoba membujuk lagi.


"Kenapa sih papa gak mau ketemu sama Chela?" meskipun masih kecil, namun gadis itu sudah paham jika Rich memang sengaja tidak mau menemuinya dan lebih memilih menghindar.


"Chela kok ngomong gitu sih? papa Chela cuma lagi sibuk aja, nanti kalau sudah beres juga pasti datang menemui Chela kok!" Runi yang sejak dulu selalu melakukan aksi sosial ke panti asuhan dan anak-anak jalanan memang cukup luwes menghadapi anak kecil.

__ADS_1


"Beneran papa mau ketemu sama Chela?" tatap gadis cilik itu.


"Iya pasti" angguk Runi.


"Jadi sekarang Chela pulang ke rumah tante Rach dan om Gide dulu ya? nanti ada supir yang akan antar Chela sama mbak Tatik ke sana!" Runi membujuk dengan lembut.


"Iya deh" dengan terpaksa Chela pun menuruti kata-kata Runi yang sudah sangat baik kepadanya.


"Anak pintar, pasti papa senang deh kalau lihat Chela jadi anak yang penurut seperti ini" memuji sambil tersenyum.


Setelah Chela setuju, kemudian Runi pun mengantarnya ke parkiran mobil untuk meminta diantarkan oleh supir kantor ke rumah Gide dan Rach.


"Titip mereka ya pak, kak Rach sudah menunggu di rumahnya" Runi berkata kepada sang supir.


"Iya nona, siap" angguk sang supir yang sudah cukup lama bekerja di perusahaan Anderson.


"Hati-hati di jalan ya, nanti kalau Chela butuh sesuatu bilang saja sama mbak Tatik dan tante Rach, pasti mereka akan bantu Chela" pesan Runi kepada gadis cilik itu.


"Iya tante" angguk Chela dengan sopan.


"Mbak, titip Chela ya, nanti kak Rach yang akan standby di rumahnya, tapi kalau ada apa-apa mbak juga bisa hubungi saya ya" kata gadis cantik itu.


"Baik nona" jawab Tatik.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya" Runi melambaikan tangannya hingga mobil yang ditumpangi oleh gadis cilik yang mengaku-ngaku anak Rich itu menghilang dari pandangannya.


__ADS_2