
"Help me pleaseeee" Rich menuliskan pesan singkat kepada kakak-kakak laki-lakinya yang ada di grup cucu dan cucu menantu laki-laki Anderson.
"Apa drama ngidamnya sudah dimulai?" Gamal spontan menebak apa yang ingin dikatakan oleh adik iparnya.
"Istriku minta dibuatkan botok tawon" menjelaskan dengan emoticon wajah menangis yang sangat banyak.
"Hemmmmm sepertinya akan sangat drama nih" Gide memprediksi yang akan terjadi selanjutnya.
"Tolong bantu aku membuatnya" lagi-lagi dengan emoticon menangis yang sangat banyak.
"Apa ini yang dimaksud oleh istrimu?" Dimas mengirimkan sebuah tautan tentang sebuah kuliner tradisional berbahan dasar sarang tawon dan lebah muda yang dicampur dengan kelapa parut dan beberapa jenis rempah.
"Iya benar" jawabnya dengan wajah lesu.
"Dimana ya kita bisa mengambil sarang tawon seperti itu?" Raf yang merasa berhutang budi kepada Rich saat dulu Menta mengandung Raguel dan Raziel kemudian berusaha membantunya dengan sungguh-sungguh.
"Entahlah, aku bingung" pria itu benar-benar tidak bisa berfikir jernih karena permintaan istrinya yang lumayan aneh.
"Begini saja, coba nanti aku tanya sama supirku yang dulu pernah membantu kita membuat keripik singkong untuk Menta, siapa tau di tempatnya ada sarang tawon yang dimaksud" Gamal berkata.
"Nah iya benar, mungkin kita bisa cari bahan dasarnya di pinggiran kota, karena disana kan masih banyak pohon dan hewan serangga seperti tawon" Gide setuju.
__ADS_1
"Apa kau sudah minta perpanjangan waktu kepada istrimu untuk membuat ini? minimal besok lah agar kita bisa siap-siap dulu!" Dimas bertanya.
"Sudah, tadi saat dia menelpon aku bilang besok baru bisa membuatkannya" kata sang mantan casanova.
"Oke, kalau begitu sekarang tugasmu adalah meminta ijin sama Ayah, Daddy dan Om supaya besok pagi kita berlima bisa mencari sarang tawonnya di pinggir kota!" Raf menasehati.
"Baiklah" meskipun rasanya sangat aneh jika lima orang petinggi sebuah perusahaan raksasa sekelas perusahaan Anderson harus minta ijin dalam waktu yang bersamaan hanya demi meloloskan ngidamnya seorang ibu hamil, namun demi kebahagiaan sang istri, Rich terpaksa melakukannya.
..........
Seperti halnya ngidam-ngidam cucu perempuan Anderson yang lain, kali ini pun eksekusinya dilakukan dengan sangat heboh. Meskipun yang hamil hanya satu orang, namun antusiasmenya menular kepada anggota keluarga yang lain, sehingga mereka semua ikut serta memeriahkan acara ngidam tersebut.
"Terima kasih ya sayang-sayangnya papa" jawabnya sambil mengecup perut sang istri yang masih rata. Meskipun hatinya menciut karena ia takut ketinggian dan serangan para tawon, namun demi anak dan istrinya, ia pun kemudian membulatkan tekadnya.
"Papa kenapa pakai topeng-topengannya Raguel segala sih?" Menta heran dengan suaminya yang tiba-tiba menutup wajahnya dengan topeng robot milik putra mereka.
"Biar gak disengat tawon ma" jawab Raf dari balik topeng.
"Loh ini kan baju mama, kok papa pakai begini?" Rach menatap suaminya yang mengenakan gaun tidur tipisnya yang biasa ia gunakan untuk menggoda sang suami dimalam hari untuk menutupi kepala hingga lehernya.
"Biar aman maaa heheheh" Gide hanya terkekeh.
__ADS_1
"Trus ini kain dari butik mama ya pa? ini kan mahal paaa" Sera protes saat Gamal menggunakan kain yang cukup mahal itu sebagai pelindung.
"Pinjem sebentar maaa" dengan cueknya Gamal tetap merapikan dibagian kepalanya.
"Astaga bener-bener kreatif banget ya papa ini, sampai saringan tahu di dapur mama pun dipakai begini" Gaby geleng-geleng melihat Dimas mengenakan peralatan memasaknya untuk tameng.
"Habis papa bingung mau pakai apa lagi" menjawab sambil mengangkat bahu dengan cuek.
..........
"Itu sebelah sana, pelan-pelan!" Dimas menunjuk sebuah sarang tawon yang besar.
"Wahh ini sih lumayan banget" Gide mencoba menyentuhnya.
"Hey dasar bodoh, aku jadi sasaran nih!" Gamal menggerutu saat adiknya mengusik sarang tawon itu dengan gegabah.
"Ihhhh apa ini? kenapa seperti belatung?!" Rich menjerit saat melihat larva tawon yang berada disarangnya.
"Itu bahan dasar botoknya bodoh, kenapa malah kau lempar!" Raf mendorong kepala adik sepupunya karena kesal.
Kehebohan demi kehebohan pun terus terjadi saat para cucu laki-laki itu sedang berjuang mengabulkan keinginan sang ibu hamil.
__ADS_1