Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Nasehat Runi


__ADS_3

Sementar semua orang berkerumun mendengarkan kisah hidup yang diceritakan oleh Chela, Rich justru memilih untuk menjauh dari mereka semua dan berjalan menuju halaman belakang rumah kakak sepupunya itu. Kepalanya seperti mau pecah setiap kali mengingat statusnya yang kini sudah menjadi seorang ayah dari anak perempuan hasil hubungan diluar pernikahan.


"Loh kak Rich sedang apa disini?" Runi yang sedang sibuk mondar-mandir membantu Menta menambahkan hidangan yang sudah mulai habis di ruang makan menyapa Rich yang berdiri di ambang pintu halaman belakang dekat dapur.


"Eh Runi, tidak kok, hanya ingin cari udara segar saja" jawab pria itu kikuk. Meskipun sikap Runi terlihat seperti biasa saja selama acara keluarga berlangsung, namun Rich tetap sungkan karena merasa seolah-olah Chela adalah simbol dosa-dosanya dimasa lalu.


"Tapi di luar kan sedang panas terik kak" saat itu waktu memang menunjukkan jam dua belas siang, saat dimana matahari sedang terik-teriknya di atas kepala.


"Iya sih, sebenarnya aku sangat singkan duduk di dalam bersama yang lain, seperti ada yang aneh" akhirnya berkata dengan jujur.


"Apa karena Chela?" Runi yang sudah selesai meletakkan mangkuk supnya kemudian mendekat ke arah Rich.


"Aku sangat malu Runi, aku seperti tidak punya muka dihadapan mereka semua, dosaku seperti dikuliti hidup-hidup!" kata pria itu.


"Itu hanya perasaan kakak saja, mereka tidak berfikir seperti itu kok kak, justru aku pikir mereka semua sangat menerima Chela dengan tangan terbuka!" Runi membesarkan hati Rich.


"Huffffff entahlah, mungkin itu benar, tapi yang jelas aku sangat merasa lelah dengan semua ini!" ia menarik nafas dan membuangnya dengan sekali hembusan kasar.


"Tetap semangat ya kak, percayalah kalau semua ini pasti akan baik-baik saja!" kata gadis itu sambil menepuk bahu Rich untuk menguatkannya.


"Terima kasih ya Runi" Rich lagi-lagi merasakan siraman air segar di tengah gersangnya padang pasir saat gadis yang ia cintai memberinya dukungan moral.


"Papa, aku mencari kemana-mana ternyata di sini ya?" Chela memanggil Rich, namun yang dipanggil hanya menoleh tanpa memberikan reaksi apapun, membuat gadis cilik itu menjadi bersedih.


"Hai cantik, makannya sudah selesai?" Runi menyapa Chela untuk mengalihkan perhatian gadis itu yang merasa diabaikan oleh sang papa.

__ADS_1


"Halo tante, iya sudah" angguknya sambil tersenyum.


"Tidak mau nambah?" tanyanya kepada gadis cilik itu.


"Tidak, sudah kenyang tante, terima kasih" jawabnya.


"Enak tidak makanannya?" Runi terus berusaha mengalihkan pembicaraan agar membuat Chela melupakan rasa sedihnya karena penolakan Rich.


"Enak sekali, apalagi pasta kejunya, hemmmm" dengan lugunya ia mengekspresikan perasaannya.


"Kalau begitu seharusnya nambah dong" kata Runi lagi.


"Tidak ah, nanti perutku bisa meledak kekenyangan sambil menggelengkan kepala dan mengelus perutnya.


"Ahahahahah kau ini bisa saja sih, jadi bikin gemas deh" memuji sambil mencubit pipi Chela dengan gemas.


"Mau main apa?" Chela merasa antusias.


"Ular tangga" kata Syeba anak Sera dan Gamal.


"Wah seru" wajah gadis cilik itu berbinar-binar.


"Ya sudah yuk main!" Cilla anak dari Rach dan Gide kemudian merangkul bahu adik sepupunya itu.


"Papa, tante, aku main dulu ya" Chela kemudian berpamitan kepada Rich dan Runi.

__ADS_1


"Have fun ya cantik" Runi melambaikan tangannya.


"Dia manis sekali, kakak sangat beruntung memiliki anak seperti Chela" puji Runi dengan tulus.


"Apa menurutmu seperti itu?" Rich mengernyitkan dahinya.


"Tentu saja, memangnya kakak tidak bisa melihat apa kalau semua orang menyukainya!" katanya sungguh-sungguh.


"Entahlah" menjawab hanya dengan mengangkat bahu.


"Kakak harus mencoba untuk dekat dengannya, dia itu sangat manis loh, pasti lama-lama kakak akan sayang sama dia!" menasehati dengan sepenuh hati.


"Tapi aku bingung harus memulai dari mana" Rich memang tidak tau harus berbuat apa.


"Hemmm, ya sudah nanti biar aku bantu ya" karena sejak remaja ia sering mengikuti kegiatan aksi sosial kepada anak-anak terlantar, Runi memang sudah terbiasa berinteraksi dengan anak kecil.


"Apa kau sungguh-sungguh ingin membantuku?" Rich menatap Runi dengan tatap tajam.


"Tentu saja" angguknya yakin.


"Terima kasih ya Runi, kau benar-benar sangat baik" Rich sangat beruntung mencintai wanita yang hatinya sangat lembut.


"Sama-sama, ya sudah yuk kita masuk ke dalam, pasti yang lainnya mencari kakak deh!" ajaknya kemudian.


"Iya, ayo" kemudian Rich mengikuti langkah Runi dengan senyum terkembang dibibirnya. Meskipun hatinya belum bisa menerima seratus persen kehadiran Chela di dalam hidupnya, namun dengan semua yang telah Runi katakan, ia menjadi lebih berfikiran terbuka tentang gadis cilik itu. Ia pun menjadi sangat yakin bahwa cintanya memang hanya untuk Runi seorang yang bisa menerima keadaannya yang seperti sekarang.

__ADS_1


"Mungkin kalau pun memang aku terpaksa harus menerima Chela, maka yang pantas menjadi mamanya kelak hanyalah Runi seorang" begitu batin Rich sambil menatap punggung gadis yang berjalan di depannya.


__ADS_2