Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Mulai Bekerja Sama


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu Runi?" Raf bertanya kepada gadis cantik itu saat mereka sedang melakukan pemetaan lokasi untuk pembangunan.


"Aku rasa perlu ditinjau ulang untuk lokasi kolam renangnya kak, kalau bisa diletakkan di tengah supaya strategis dari segala tempat" Runi memberi saran.


"Iya kau benar, aku juga merasa seperti itu, juga yang ini harusnya ditambah menara pemantau untuk memastikan semua aman" kata Raf.


"Iya kakak benar" angguknya setuju.


"Bagaimana menurutmu Rich?" Raf menatap adik sepupunya yang sekaligus adalah tim kerjanya.


"Aku setuju" sesungguhnya Rich sangat tidak fokus bekerja karena yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Runi seorang. Melihat gadis itu dengan pakaian formal dan profesional membuat aura kecantikannya muncul dua kali lipat dibandingkan saat ia sedang berpakaian rumah sehari-hari, sehingga Rich tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menatap dan memikirkan wanita yang sudah mencuri hatinya itu.


"Kak apakah aku bisa meninjau langsung lokasinya?" Runi yang belum pernah datang ke titik proyek bertanya.


"Tentu saja" angguk Raf.


"Biar aku antar" Rich mengajukan dirinya.


"Tidak usah kak, terima kasih, nanti merepotkan, biar aku sendiri saja" Runi menolak dengan sopan. Meskipun ada konflik yang belum selesai diantara mereka, namun dalam hal pekerjaan ia berusaha bersikap profesional.


"Tidak, aku tidak repot sama sekali kok" Rich tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat berdua saja dengan Runi.


"Baiklah" karena tidak mau terlihat terlalu frontal di depan banyak orang, maka Runi pun terpaksa menerimanya.

__ADS_1


"Ayo kita jalan" Rich bersemangat.


"Iya" angguk Runi sambil berdiri.


..........


"Food court di sini, kolam renang di sana, taman di situ, lalu ini arena bermain, dan bangunan penginapan yang itu" Runi menunjuk lokasi yang dimaksud dan mencocokkannya dengan peta.


"Hemmmm sepertinya sudah sempurna!" gadis itu sedang berbicara pada diri sendiri dan sibuk menimbang-nimbang.


"Kak Rich, apakah disini nanti letak menara pemantaunya?" Runi bertanya sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.


"Iya benar, disitu nanti akan dibangun menara dengan ketinggian lima belas meter" angguk Rich dengan senyum bahagia karena Runi memanggil namanya dengan nada yang tidak sinis lagi.


"Kau sangat detail ya ternyata" Rich mencoba membuka obrolan.


"Aku hanya menjalankan pekerjaanku sebaik mungkin" jawab gadis itu apa adanya.


"Runi, apa kita bisa bicara serius?" Rich menatap dalam wajah gadis yang ada dihadapannya.


"Tentang apa?" tanya Runi yang melihat wajah pria itu sudah menunjukkan sikap serius.


"Tentang kita!" kata sang casanova.

__ADS_1


"Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan kak" kata Runi sambil tersenyum.


"Runi aku,," melihat perubahan sikap gadis itu yang tiba-tiba ramah setelah beberapa hari sangat ketus padanya, membuat pria itu seperti mati kutu.


"Kedepannya kita akan banyak melakukan pekerjaan bersama, aku harap kita bisa menjadi partner kerja yang kompak ya kak!" Runi mengulurkan tangan dan senyum yang paling manis.


"Maafkan aku" Rich menarik tubuh mungil Runi kedalam pelukannya dan mendekap erat seperti tidak ingin lepas lagi.


"Kak, disini banyak pekerja, lepaskan" mendorong tubuh kekar Rich.


"Tidak sebelum kau mau memaafkan aku" malah semakin erat.


"Kak, tolong jangan begini" masih berusaha memberontak.


"Aku ingin kita seperti dulu lagi, aku mohon beri aku kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahanku sayang" tenaga yang kuat membuatnya dengan mudah memeluk gadis itu tanpa celah.


"Aku sudah melupakan semuanya kak, ayo kita berdamai" Akhirnya Runi mengucapkan kata perdamaian.


"Runi,," Rich melepaskan pelukannya dan menatap dalam wajah gadis yang telah membuatnya banyak berubah.


"Ayo kita menjadi sahabat, toh biar bagaimana pun juga kau adalah kakakku, jadi mohon bimbing adikmu ini ya kak" Runi kembali mengembangkan senyumnya seolah tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka, membuat Rich benar-benar semakin merasa bersalah.


"Ayo kak kita kembali ke ruangan, kak Raf dan lainnya pasti sudah menunggu kita" gadis itu kemudian berjalan dengan santainya, meninggalkan Rich yang masih berdiri mematung karena perubahan sikap Runi.

__ADS_1


"Kak, ayo!" Runi menoleh dan memanggil Rich yang masih belum beranjak dari tempatnya. Meskipun hatinya masih sakit karena penghinaan Rich, namun ia mencoba untuk memaafkan dan berdamai dengan dirinya sendiri. Mungkin bukan untuk kembali seperti dulu, namun dengan pekerjaan yang akan mereka hadapin bersama-sama setiap hari, maka jalan damai ini akan lebih membuat hidupnya menjadi lebih tenang dan bahagia. Toh ia kini juga sudah memiliki kekasih, jadi tidak ada salahnya untuk kembali memperbaiki hubungan pertemanan mereka, seperti saat mereka belum dekat dulu.


__ADS_2