Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Kerasukan Setan


__ADS_3

"Hey bro, apa kabar?" seorang pria bernama Bram menyapa Rich saat mereka bertemu di sebuah club malam.


"Seperti yang kau lihat!" Rich tersenyum sambil memegang gelas winenya.


"Ngomong-ngomong tumben sekali kau sudah datang jam segini, biasanya kau baru bisa datang setelah lewat tengah malam" pria itu heran.


"Ah itu hanya perasaanmu saja, aku biasanya juga datang cepat kok!" Rich berkilah. Biasanya Rich memang selalu datang tengah malam menjelang subuh setelah sebelumnya ia memastikan bahwa Ayu dan Ron telah masuk ke dalam kamar dan tertidur pulas. Namun kali ini ia memang jadi bisa lebih leluasa pergi keluar rumahnya setelah menjadikan Runi sebagai tamengnya, karena setiap kali Ayu bertanya, maka Rich akan menjawab bahwa ia baru saja jalan dengan Runi dengan disertai foto yang dia ambil secara selfie bersama gadis itu.


"Akal licik apa yang kau gunakan untuk mengelabui mommy mu hah?" pria yang satunya lagi yang bernama Hendry bertanya.


"Tidak ada, kau ini selalu saja curiga padaku!" senyum sang casanova dengan licik.


"Karena kau memang selalu mencurigakan!" kata pria itu.


"Cih!" Rich hanya berdecih.


"Oya, malam minggu besok kalian datang kan ke pestanya Eve?" Bram bertanya kepada Rich dan Hendry.


"Tentu saja" Hendry bersemangat.

__ADS_1


"Kalau kau?" Bram menatap Rich.


"Pasti, mana mungkin aku melewatkan pesta seperti itu!" jawab Rich dengan sangat yakin.


"Aku tidak sabar untuk melihat model-model cantik itu menari dan berpesta bersama kita" Bram menyunggingkan senyumnya.


"Teman-temannya Eve kan memang tidak ada tandingannya, mereka adalah bibit-bibit unggul semua" Hendry membayangkan dirinya berada ditengah-tengah para gadis itu.


"Heyyy kondisikan isi otak kalian!" Rich yang melihat kedua temannya sudah membayangkan yang aneh-aneh kemudian mencibir mereka.


"Ahhh kau kalau disuguhi mereka juga pasti tidak akan menolak!" seloroh Bram.


"Tau, kayak diri sendiri tidak begitu saja, padahal kau kan lebih parah dari kami!" Hendry mengangguk menyetujui perkataan Bram.


"Tapi kau lebih gila dari kami, seperti orang kerasukan setan saja kalau sudah bertemu dengan gadis cantik!" Bram menjawab.


"Hahahahahahahaha" Hendry pun tergelak mendengar ucapan Bram.


"Sayangggg" seorang gadis tiba-tiba menghampiri Rich ketika mereka bertiga sedang asik mengobrol.

__ADS_1


"Hai sayangku" Rich meraih pinggang gadis itu dan mengecup bibirnya dengan rakus. Meskipun Rich lupa kapan ia terakhir kali bertemu dengan gadis itu dan dia juga lupa siapa namanya, namun pria itu tetap sok cool dengan memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Kau kemana saja sih? sudah lama sekali tau aku mencarimu!" gadis itu merajuk.


"Maaf ya sayang, aku agak sibuk" Rich menjawab sekenanya.


"Apa malam ini kau masih sibuk juga?" tangan gadis itu mulai bergrilya ke arah yang sensitif.


"Tentu saja tidak" Rich mulai meremang merasakan gerakan tangan gadis itu.


"Kalau begitu mau tidak kau antarkan aku pulang ke apartemen?" rengek gadis itu.


"Dengan senang hati baby" Playboy cap kapak itu kembali melahap bibir sang gadis.


"Ck, lihatkan, baru juga dibahas, sudah kejadian, benar-benar seperti orang kerasukan setan anak ini!" Bram mencibir ulah Rich yang tak bisa menahan rasanya.


"Ahahahahahaha" sementara Hendry hanya tertawa saja menyaksikan lelucon yang ada di depannya.


"Sudah sana pergi, jangan bikin kami jadi mupeng!" Hendry kemudian mengusir Rich dan gadis itu.

__ADS_1


"Oke bye, ayo sayang" Rich mengajak sang gadis berdiri.


"Kalau begitu sampai ketemu di pestanya Eve ya" imbuh pria itu sebelum pergi ke apartemen bersama sang gadis yang entah siapa namanya.


__ADS_2