
"Kau sedang apa?" Mel yang melihat Runi duduk di ruang mahasiswa bertanya.
"Ini, temanku mengirim ini" sambil menunjukkan video dari Ray.
"Wahhhh dia keren sekali" Mel memuji kelenturan dan kelincahan pria gemulai itu dalam menari.
"Dia memang sedikit melambai hehehehe" Runi terkekeh.
"Tapi dia terlihat sangat pro lohhhh" sang model memujinya.
"Iya, dia memang sangat pandai, bahkan sering ikut lomba, membuat aku sangat iri padanya" sesungguhnya sejak dulu Runi ingin sekali mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau seni atau kecantikan, namun karena sang mama terlalu over protect, maka keinginannya hanya terpendam begitu saja.
"Apa kau mau ikut kelas dance bersamaku?" model itu menawarkannya.
"Kau ikut kelas dance juga?" Runi tidak menyangka kalau Mel adalah seorang gadis multitalenta.
"Iya, aku sangat suka dengan contemporary dance, sama seperti temanmu itu" angguk Mel.
"Aku mau dong, ajari aku ya?" wajah Runi berbinar-binar, inilah mimpinya sejak dulu, mengejar semua hobi dan cita-citanya dalam waktu yang bersamaan.
"Oke, kalau begitu nanti siang kita ke sanggar tarinya ya" kata sang model.
__ADS_1
"Terima kasih ya" ia sangat bahagia.
"Sama-sama" jawabnya dengab ramah.
..........
"Hai Jessie, perkenalkan ini Runi" Mel memperkenalkan sang pelatih kepada Runi.
"Hai Runi, aku Jessie" sambil mengulurkan tangan.
"Hai Jessie, aku Runi" ia heran kenapa wajahnya bule tapi fasih berbahasa seperti dirinya.
"Kau jangan heran, dia itu memang keturunan, ibunya orang kita, ayahnya orang sini, jadi dia jago bahasa kita" Mel menjelaskan kebingungan Runi.
"Oya, Runi mau belajar apa?" Jessie yang sudah dikabari oleh Mel bertanya.
"Aku mau ikut kelas contemporary dance, apa bisa?" tanya nya ragu.
"Tentu saja, semua orang bisa" angguk Jessie dengan sangat yakin.
"Kapan jadwalnya Jes?" Mel bertanya mewakili Runi.
__ADS_1
"Kebetulan sekali hari ini adalah harinya, untuk kelas pemula setiap rabu dan sabtu, jam empat sore, kita akan latihan selama dua jam sampai jam enam. Kalau kau mau, kau bisa menunggu sampai jamnya mulai sambil melihat kelas lain latihan" jelasnya lagi.
"Iya baiklah" semangat Runi begitu membara, ia bertekad untuk mentransformasi dirinya menjadi Runi yang sangat ia inginkan selama ini.
..........
"Mel terima kasih ya, kau sangat baik karena mau membantuku" Runi bersyukur bisa bertemu dengan Mel yang bisa memberikan dampak positif terhadap dirinya. Lambat laun rasa percaya diri yang selama ini tidak pernah ada, menjadi perlahan muncul dan membut gadis itu semakin menunjukkan taringnya.
"Sama-sama, kalau kau butuh sesuatu jangan sungkan ya, bilang saja padaku" kata sang model cantik itu.
"Iya pasti" angguknya.
"Oya, kau mau pesan apa?" setelah latihan dance, mereka mampir ke sebuah cafe untuk makan istirahat sejenak sebelum pulang ke tempat masing-masing.
"Sepertinya ini enak, aku mau pesan ini saja deh" Runi menunjuk menu pasta dan hot chocolate.
"Oke, aku ini dan ini ya" kemudian pesanan pun dibuat.
Sambil makan, mereka mengobrol tentang kehidupan masing-masing sebelum kuliah di sini dan pada masa SMA. Entah mengapa Runi yang merasa nyaman pun akhirnya mau berbagi kisah cintanya yang menyedihkan kepada teman barunya itu. Mel yang berempati pun memberikan dukungan moral dan berjanji mau membantunya berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Perasaan hangat diantara dua teman baru ini terjalin begitu saja tanpa ada rencana sebelumnya.
"Mel, aku sepertinya harus segera pulang deh, ini Menta sakit parah, sudah beberapa hari muntah-muntah terus, sepertinya harus dibawa ke rumah sakit" Runi yang mendapat chat dari asisten rumah tangga di rumah menjadi panik.
__ADS_1
"Ya sudah yuk kita pulang" ajak Mel kemudian.