Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Makan Malam Berdua


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, baik Runi maupun Rich tidak banyak berbicara. Mereka hanya sesekali mengobrol, itu pun bila Rich yang memulai, sementara Runi lebih banyak diam karena sangat grogi dan gugup.


"Kau lapar tidak? Bagaimana kalau kita makan dulu baru pulang?" tanya Rich sambil menoleh ke arah gadis polos itu.


"Terima kasih kak aku masih kenyang, nanti merepotkan kakak, aku makan di rumah saja" jawab gadis itu.


Kriukkkkk Kriukkkkkk


Tiba-tiba perut Runi bersuara sangat keras.


"Lihatlah mulutmu bisa berbicara bohong tapi perutmu sangat jujur" Rich menahan tawanya.


"Akuu,,," wajah gadis itu sudah merah seperti kepiting rebus saking malunya.


"Hahahahahah, kau itu benar-benar menggemaskan ya" Rich mencubit pipi tembem itu dengan gemas.


"Awww kak sakit!" protesnya karena Rich mencubit tepat di bagian yang sedang sariawan.


"Loh aku cubitnya pelan kok" Rich merasa tidak pakai tenaga sama sekali.


"Iya tapi aku sedang sariawan karena kawat gigiku" jawab Runi sambil mengusap pipinya.


"Ups maaf ya, sungguh aku tidak bermaksud begitu" merasa berdosa karena Runi benar-benar kesakitan.


"Iya tidak apa-apa" ia tidak ingin memperpanjang masalahnya.


"Oya jadi kita mau makn di mana? kau mau makan apa?" Rich yang lapar bertanya.


"Apa saja, terserah kakak" jawab Runi.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita cari tempat yang sepi, nyaman dan enak" karena Rich tidak suka keramaian.


..........


"Ayo" setelah turun dari mobil Rich langsung menggandeng Runi. Ia yang menganggap gadis itu masih kecil memperlakukannya seperti adik sendiri.

__ADS_1


"Iya" Runi pun hanya pasrah mengikuti langkah Rich yang berjalan di sampingnya.


"Silahkan" Rich menarik sebuah kursi dan mempersilahkan gadis polos itu duduk.


"Terima kasih kak" yang diperlakukan dengan baik sangat tersanjung.


"Sama-sama" jawabnya dengan senyum menawan sambil kemudian duduk juga.


"Oya kau mau pesan apa?" Rich menyodorkan buku menu kepada Runi.


"Aku sama dengan kakak saja" Runi benar-benar tidak bisa berfikir jernih karena berada di dekat pria yang ia sukai itu.


"Hemmmm, begitu ya? kalau begitu bagaimana kalau yang ini saja?" Rich memilih menu yang paling enak dan mahal.


"Terserah kakak" jawabnya pasrah.


Setelah memesan makanannya baik Rich atau Runi sama-sama diam kembali karena tidak ada bahan obrolan yang membuat keduanya bisa berinteraksi satu sama lain. Mereka lebih memilih untuk sibuk dengan ponsel masing-masing untuk mengusir kecanggungan yang terjadi diantara keduanya.


"Eh sebentar ya Runi, aku angkat telponnya dulu" Rich berdiri dan menerima telpon di luar ruangan privat mereka dengan durasi yang cukup lama, bahkan sampai makanan mereka sudah datang.


"Kan kakak masih di luar, jadi aku sengaja menunggu, tidak sopan kalau duluan" jawab gadis itu dengan sopan.


"Ya ampun kau itu manis sekali sih, ya sudah kalau begitu ayo kita makan" kata Rich sambil kembali duduk dan mulai menikmati makanannya.


"Bagaimana makanannya, apa kau suka?" Rich mencoba membuka obrolan.


"Iya, ini enak" angguk Runi dengan senyum terkembang.


"Kalau malam minggu besok kita makan malam berdua lagi seperti ini di tempat lain mau tidak?" tanya Rich sambil menatap gadis itu penuh harap.


"Hahh??? uhuk uhukkkk" Runi yang mendengar ajakan pria yang ia idolakan selama ini terkejut sendiri dan jadi tersedak.


"Eh ini, minum" Rich langsung memberikan minumannya kepada gadis itu.


"Terima kasih" jawabnya gugup karena ia sungguh masih tidak percaya bahwa Rich mengajaknya makan malam berdua.

__ADS_1


"Kalau makan hati-hati, jadi tersedak kan" Rich membersihkan bagian bawah bibir Runi dengan tissue.


"Biar aku sendiri saja kak" Runi kemudian meraih tissue itu dan mulai membersihkan sisanya sendiri.


"Apa sudah enakan?" pria itu menatap wajah Runi dengan intens.


"Iya" entah mimpi apa ia semalam sampai bisa duduk makan berdua dengan Rich, bahkan pria itu mengajaknya jalan kembali malam minggu besok.


"Ya sudah, lanjutkan ya makannya" kata Rich sambil menaruh lauk ke piring Runi.


"Iya" hanya kata-kata singkat saja yang keluar dari bibir mungil gadis polos nan lugu itu setiap kali Rich mengajaknya bicara.


..........


"Terima kasih kak karena sudah mengantar dan mentraktir aku" Runi berkata saat mobil mewah Rich sudah berhenti di depan rumahnya.


"Sama-sama" jawab Rich dengan senyum tebar pesonanya.


"Kakak tidak mampir dulu?" tanyanya sambil membuka sabuk pengaman.


"Terima kasih, lain kali saja, ini sudah malam" pria itu menolak dengan halus.


"Kalau begitu aku masuk dulu ya kak" pamitnya kepada Rich.


"Iya, titip salam buat papa dan mamamu ya" pesannya kepada Runi.


"Iya" angguk gadis itu kemudian.


"Emmm Runi tunggu,," Rich memanggil lagi.


"Ada apa kak?" jawabnya sambip berbalik.


"Jangan lupa malam minggu besok ya, aku jemput jam enam oke?" Rich mengerlingkan matanya.


"Iya" angguk gadis itu malu-malu.

__ADS_1


"Bye" Rich melambaikan tangannya sebelum kemudian melajukan mobil mewah itu menuju rumahnya yang hanya beda beberapa blok saja.


__ADS_2