Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Tersindir


__ADS_3

Pagi harinya semua keluarga besar Anderson dan juga Putra Angkasa sudah berkumpul di kediaman Rich dan Runi untuk memberikan dukungan kepada pasangan itu.


"Sabar Rich, pasrahkan semuanya pada Tuhan, kita ini hanyalah manusia biasa yang sudah berusaha semaksimal mungkin!" Raf menasehati adik sepupunya yang sejak semalam terlihat begitu gelisah menunggu putrinya siuman. Ia yang pernah merasakan kehilang Junior putra sulungnya, paham sekali kegelisahan yang dirasakan Rich saat ini.


"Benar, Chela itu anak yang baik, pasti Tuhan juga tidak akan tega membuatnya terus menderita Rich!" Dimas menepuk bahu Rich sebagai penguatan.


"Istirahatlah sejenak, biar kami yang gantian menjaganya!" kata Gamal.


"Runi, ajak suamimu istirahat ya" Gide memberi kode kepada saudara iparnya.


"Ayo sayang, kita ke kamar dulu!" Runi kemudian meraih jari Rich dan menuntunnya menuju kamar mereka, meninggalkan semua orang di depan kamar Chela yang tiba-tiba disulap jadi ruang tunggu pasien.


"Para grandma dan grandpa juga istirahat saja dulu di rumah masing-masing ya agar kesehatannya tidak menurun, nanti kalau ada perkembangan kami pasti akan segera mengabari!" kata Gaby kepada seluruh sesepuh Anderson dan Putra Angkasa yang duduk di sofa. Dan tanpa banyak komentar, mereka yang sudah pada sepuh pun langsung menuruti perkataan cucu tertua Anderson tersebut.


"Mbak Tatik juga istirahat saja di kamar belakang biar tenang, nanti sore baru kesini lagi gantian sama kami ya" Menta kemudian memintanya beristirahat sejenak.


"Baik nyonya, kalau begitu saya istirahat sebentar ya, nanti saya kembali lagi" kemudian pelayan itu pun pergi ke kamarnya sendiri yang selama ini tidak pernah ia huni dan hanya diisi oleh barang-barang pribadinya saja karena ia selalu tidur disebelah Chela.

__ADS_1


"Rich itu beruntung ya mendapatkan Runi, sangat sabar dan pengertian, tidak heran kalau dad Ron dan Mom Ayu sangat menyayanginya!" Sera memulai dramanya yang ditujukan kepada Marleena.


"Tentu saja, makanya semua hak waris milik Rich langsung otomatis diberikan kepada kakak ipar, karena hanya dia satu-satunya wanita yang benar-benar sempurna untuk menjadi istrinya dan bisa membuat Rich bertekuk lutut!" kata Rach sambil melirik tajam ke arah Marleena yang dengan tidak tau malunya bergabung dengan mereka di ruang tunggu.


"Hidup itu ada tabur tuainya, jika kau menabur baik, maka akan menuai baik, sebaliknya, jika kau menabur buruk, maka kau akan menuai buruk pula!" kata Gaby menimpali.


"Selama ini Runi sangat sabar, dia itu hatinya sangat lemah lembut, makanya sesuatu yang baik selalu menghampirinya!" kata Menta sahabat sekaligus saudara ipar Runi.


"Iya, wanita baik-baik juga kan, menjaga kehormatan dirinya hanya untuk suaminya seorang!" tekan Rach.


"Makanya tidak heran kalau Rich sampai bertekuk lutut dan tergila-gila padanya, bahkan ketika disodori wanita lain pun ia menolaknya mentah-mentah!" Sera berkata dengan tegas.


"Kau kenapa marah-marah? kami hanya sedang membicarakan kebaikan Runi kok!" Menta menjawab dengan berani.


"Iya aku tau, tapi kalian berkata seperti itu memang segaja menyindirku kan!?" tanyanya lagi.


"Kalau iya memangnya kenapa? kau tersinggung kami bicara seperti itu?!" Sera bertanya balik.

__ADS_1


"Tentu saja aku tersinggung!" Marleena menjawab dengan ketus.


"Kalau kau tersinggung dan tidak suka, maka lebih baik pergi saja dari sini, toh tidak ada yang menginginkan kehadiranmu disini!" Gaby sang ketua geng mengusirnya.


"Tapi Chela membutuhkan aku!" Marleena menjadikan Chela senjatanya.


"Jangan bawa-bawa Chela, kami ini sudah tau sepak terjangmu, jadi jangan brani menipu kami!" Rach kesal setengah mati.


"Aku tidak menipu, Chela memang butuh aku!" katanya lagi.


"Cih, Chela yang butuh kau, atau kau yang butuh Chela hah?!" Sera ingin sekali menarik rambutnya.


"Terserah kalian saja, tunggu saja waktunya nanti!" Marleena mulai menunjukkan watak aslinya.


"Waktu apa? waktu kau jadi pembantu di rumah ini? hahahahaha" Gaby mengejek.


"Dengar ya, kalau tujuanmu adalah ingin menjadi istri Rich dan menguasai hartanya, kau sudah kalah sebelum perang, Rich itu tidak punya harta lagi, karena semua sudah jatuh ketangan istrinya!" Rach berbohong.

__ADS_1


"Lagian lawanmu itu tidak sebanding, karena Runi adalah putri angkat ayahku yang seorang penguasa bisnis, levelnya jauh berada diatasmu!" Menta mencibir.


"Terserah kalian saja!" karena kesal, Marleena pun kemudian pergi menjauh dari mereka semua. Meninggalkan gelak tawa puas dari keempat cucu perempuan Anderson tersebut.


__ADS_2