
Prosesi pemakaman begitu terasa haru. Isak tangis dan air mata Rich seolah menunjukkan betapa besar rasa sayang sekaligus sesalnya terhadap kepergian sang putri.
"Ini, taburkanlah bunganya Rich!" Sera menyerahkan keranjang bunga kepada sepupunya.
"Anak papa yang cantik, selamat beristirahat dengan tenang ya, terima kasih karena sudah hadir didalam hidup papa walaupun hanya sebentar saja, papa sangat menyayangimu nak!" kata Rich dengan berlinang air mata sambil menaburkan bunganya.
"Sayang, ayo kita pulang" Runi mengelus bahu suaminya yang masih setia berlutut di depan pusara sang putri cilik meski pun prosesi sudah selesai dilakukan sejak tadi.
"Aku bersalah padanya, seharusnya sejak awal aku menerimanya dengan hati yang bahagia!" Rich memegang kayu nisan yang bertuliskan nama Richela Anderson dan mengelusnya berkali-kali sebagai bentuk tanda penyesalan.
"Jangan begitu, kau sudah melakukan yang terbaik semampumu sayang" Runi memeluk suaminya dari samping.
"Tapi tetap saja Chela tidak sembuhkan!?" isaknya.
"Itu sudah jadi ketetapan Tuhan, kita ini hanya manusia biasa, jangan salahkan dirimu terus" sang istri dengan telaten mendampinginya.
"Rich, ayo kita pulang!" Rach sang saudara kembar pun kemudian ikut membujuknya.
"Rach, maaf ya, sekarang aku baru tau rasanya kehilangan anak, ternyata sangat pedih, mungkin ini adalah balasan dari dosa masa laluku karena pernah berbuat jahat kepadamu dan juga kak Gide sampai anak kalian meninggal!" Rich menatap kembarannya.
"Ini sudah takdir Tuhan Rich, tidak ada hubungannya sama sekali dengan kisah almarhum anakku dulu!" meskipun dalam kesehariannya mereka jarang akur dan sering adu mulut layaknya anjing dan kucing, namun sesungguhnya mereka berdua saling menyanyangi satu sama lain.
"Terima kasih ya, terima kasih karena kau sudah mau merawat putriku saat aku masih menolaknya dulu" Rich menatap wajah kembarannya dengan sayu.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, diakan juga anakku!" Rach tersenyum untuk menghibur.
__ADS_1
"Sudah ayo kita pulang, kasihan mom dan dad menunggu di mobil!" kata Rach kemudian.
Meskipun dengan berat hati, namun akhirnya Rich beranjak juga dari tempat peristirahatan terakhir sang putri dan kembali pulang ke rumahnya bersama seluruh keluarga besar Anderson dan Putra Angkasa.
..........
Semua keluarga besar tetap berkumpul di rumah mewah itu hingga malam hari untuk menghibur Rich atas kepergian sang putri cilik. Bahkan hampir sebagian besar anggota keluarga memilih untuk menginap di sana sebagai bentuk solidaritas kepada pria itu.
"Sayang, ajak suamimu istirahat ya, dia pasti sangat lelah seharian ini" Dini meminta Runi untuk mengajak Rich beristirahat di kamar mereka setelah acara makan malam selesai.
"Iya ma" angguk Runi dengan patuh sambil kemudian menggandeng tangan Rich dan mengajak sang suami masuk ke dalam kamar mereka.
"Aku akan siapkan air hangatnya dulu di bathup untuk mandi ya, kau tunggulah sebentar" Runi mengecup pipi sang suami dengan lembut.
"Tidak usah sayang, aku mau mandi pakai shower saja" Rich yang sangat merasa lelah setelah dua malam tidak tidur dengan nyenyak memang tidak ingin berlama-lama di kamar mandi.
"Iya" angguk pria itu sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Loh sudah selesai?" Runi yang baru keluar dari kamar pakaian merasa heran, karena tidak seperti biasanya yang selalu mandi berlama-lama, kali ini Rich mandi begitu kilat dan cepat.
"He em, aku sangat lelah, jadi ingin cepat-cepat berbaring" jawabnya sambil memakai baju yang telah disiapkan oleh istrinya.
"Ya sudah, habis ini langsung istirahat ya" nasehat sang istri.
"Iya" angguknya masih sambil fokus mengancingkan piyamanya.
__ADS_1
"Kau mandi juga ya sayang, pasti lelah juga kan?" Rich yang sudah berpakaian lengkap kemudian menyuruh sang istri untuk segera mandi.
"He em, baiklah, aku mandi dulu ya" Runi yang sama lelahnya pun kemudian segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket.
...........
"Kok belum tidur?" Runi yang baru selesai mandi bertanya kepada suaminya yang masih terjaga, padahal ia tau bahwa pria itu begitu lelah.
"Aku ingin memelukmu, kemarilah" jawab Rich dengan sendu sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya agar Runi menempatinya setelah wanita itu berpakaian lengkap.
"Kau pasti lelah ya" Runi kemudian memeluk Rich dengan erat untuk menyalurkan energi positifnya kepada sang suami.
"Terima kasih ya sayang, terima kasih karena kau sudah terus berada disampingku dan mendukungku selama ini. Entah apa jadinya aku kalau tidak ada kau disisiku!" Rich berkata dengan suara yang bergetar karena menahan tangis.
"Bukankah itu fungsinya pasangan, saling melengkapi satu sama lain, jika yang satunya sedang terpuruk, maka yang lain harus menopang!" Runi mengelus pipi sang suami.
"Tetaplah disampingku, jangan pernah tinggalkan aku ya, aku tidak akan bisa hidup tanpamu, lebih baik aku mati saja kalau kau pergi!" Rich benar-benar seperti ketergantungan dengan Runi.
"Sudah ah, jangan bicara yang aneh-aneh, sekarang mending kita istirahat ya supaya besok bisa lebih segar. Pokoknya mulai hari ini kita harus buka lembaran baru, lembaran hidup yang hanya diisi oleh kebahagiaan, karena Chela kita pun kini sudah bahagia, jadi jangan bersedih lagi ya!" sang istri membelai rambut Rich seperti seorang ibu yang sedang membelai anaknya.
"He em" angguk pria itu dengan semangat. Memeluk sang istri memang seperti menjadi obat mujarab bagi Rich untuk merecharge kembali semangatnya yang telah hilang ditelah kesedihan.
"Good night sayang" Runi mengecup bibir Rich.
"Good night my love" balas Rich dengan mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Malam itu mereka berdua pun kemudian tidur dalam posisi saling berpelukan erat hingga pagi menjelang.